Aset Penerbit

Aset Penerbit

Tipes Karena Kelelahan, Fakta atau Mitos? Ini Penyebabnya!

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Tipes Karena Kelelahan, Fakta atau Mitos? Ini Penyebabnya!

14 September 2026

Share This Article :

Banyak orang percaya bahwa tipes karena kelelahan bisa terjadi ketika tubuh terlalu diporsir untuk bekerja, kurang istirahat, atau mengalami stres berkepanjangan. Tidak sedikit juga yang menganggap rasa lemas, demam, dan tubuh tidak bertenaga setelah aktivitas padat sebagai tanda terkena tipes.

Rangkuman:

  • Infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi adalah penyebab utama penyakit tipes. Sedangkan, kelelahan adalah salah satu gejalanya.
  • Penyebab utama tipes berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi yang buruk, seperti konsumsi makanan terkontaminasi, air minum tidak steril, kebiasaan tidak mencuci tangan, hingga lingkungan yang kurang higienis. 
  • Gejala tipes umumnya meliputi demam tinggi, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga muncul bintik merah muda pada beberapa kasus. 
  • Pencegahan tipes dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rajin mencuci tangan, menghindari makanan yang kurang higienis, memastikan makanan matang sempurna, hingga melakukan vaksinasi tifoid. 

Secara medis, tipes atau demam tifoid sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Meski begitu, kelelahan tetap dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Selain kelelahan, pola hidup yang kurang sehat, seperti kurang menjaga kebersihan makanan, jarang mencuci tangan, hingga konsumsi makanan sembarangan, juga dapat meningkatkan risiko terkena tipes. 

Apakah kelelahan menjadi penyebab tipes?

Kelelahan seringkali disebut sebagai penyebab seseorang terkena penyakit tipes. Padahal, kelelahan bukanlah penyebab utama terjadinya tipes. Kelelahan merupakan bagian dari gejala tipes, di mana ketika tubuh terlalu lelah dan daya tahan menurun, sistem imun menjadi lebih rentan sehingga bakteri penyebab penyakit lebih mudah menyerang, termasuk bakteri yang menyebabkan tipes.

Penyebab utama tipes adalah kebersihan yang buruk dan sanitasi yang tidak memadai, yang memungkinkan bakteri Salmonella typhi menyebar dan masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Umumnya, tifus disebabkan oleh kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Anak-anak lebih rentang terkena tifus karena mereka belum bisa mengontrol kebiasaannya dengan baik. 

Jadi, meskipun menjaga kesehatan fisik dan menghindari kelelahan penting untuk mencegah berbagai penyakit, tipes hanya bisa terjadi jika seseorang terpapar bakteri penyebabnya, bukan karena kelelahan semata.

Penyebab tipes yang sebenarnya

Tipes (demam tifoid) masih menjadi penyakit yang sering menyerang masyarakat Indonesia, terutama di daerah dengan sanitasi kurang baik. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan demam tinggi, tetapi juga bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Dilansir dari RS Pondok Indah, berikut penyebab tipes yang perlu Anda perhatikan.

1. Makanan terkontaminasi

Tipes sering disebabkan oleh makanan yang terpapar bakteri Salmonella Typhi, terutama jajanan pinggir jalan yang kurang higienis, sayuran mentah yang dicuci air kotor, atau daging yang tidak dimasak sempurna. Makanan yang terpapar debu dan lalat sangat berisiko menularkan penyakit.

Tipes karena kelelahan sering dianggap sebagai penyebab utama tifoid. Padahal itu hanyalah gejalanya. Ini penyebab sebenarnya dan perlu dihindari.

2. Air minum tidak steril

Konsumsi air mentah dari sumur atau sungai yang terkontaminasi menjadi penyebab utama tipes. Es batu dari air tidak matang dan minuman kemasan terbuka juga berpotensi mengandung bakteri penyebab penyakit ini. 

3. Sanitasi lingkungan buruk

Lingkungan dengan toilet kotor, tumpukan sampah, dan sumber air yang tercemar limbah menjadi tempat ideal bagi bakteri Salmonella typhi untuk berkembang biak dan menyebar ke manusia.

4. Lalat pembawa bakteri

Lalat yang hinggap di tempat kotor dapat membawa bakteri ke makanan yang tidak ditutup rapat. Inilah mengapa makanan terbuka sangat berisiko menyebabkan tipes.

5. Kebiasaan tidak mencuci tangan

Tangan yang kotor setelah dari toilet atau memegang benda kotor bisa menularkan bakteri ke makanan. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir menjadi cara sederhana untuk mencegah infeksi.

6. Kontak dengan penderita

Orang yang sudah sembuh dari tipes bisa menjadi pembawa bakteri tanpa gejala. Jika mereka mengolah makanan tanpa mencuci tangan, bakteri bisa menyebar ke orang lain.

7. Daya tahan tubuh lemah

Anak-anak, orang dengan penyakit kronis, atau yang kurang gizi lebih rentan terkena tipes karena sistem imun mereka tidak mampu melawan bakteri secara optimal.

8. Penggunaan barang bersama

Berbagi alat makan/minum atau handuk dengan penderita bisa menularkan bakteri. Barang pribadi yang terkontaminasi menjadi media penularan yang sering diabaikan.

Gejala penyakit tipes

Tipes memiliki banyak gejala yang terkadang mirip dengan penyakit lain, jadi penting untuk selalu peka terhadap gejala yang muncul. 

  • Demam tinggi selama beberapa hari, biasanya akan meningkat secara bertahap dan bisa mencapai 39-40°C.
  • Badan terasa capek dan lemas
  • Sakit kepala yang disertai kelelahan
  • Nyeri di otot dan sendi
  • Perut terasa kembung, nyer, bahkan kram dan seringkali terjadi di bagian tengah atau bawah perut
  • Diare atau malah sembelit
  • Mual, muntah
  • Batuk
  • Nafsu makan menurun, bahkan sampai turun berat badan
  • Gelisah atau susah tidur
  • Diare atau konstipasi pada beberapa kasus
  • Pada beberapa kasus juga bisa muncul bintik merah muda di dada dan perut.

Jika mengalami demam tinggi lebih dari 3 hari, segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk penanganan tepat. 

Gaya hidup yang bisa mencegah tipes

Mencegah tipes sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Anda hanya perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi sudah benar-benar bersih atau dimasak dengan matang. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa gaya hidup yang bisa Anda terapkan untuk mencegah tipes.

1. Rajin mencuci tangan

Bakteri penyebab tipes bisa menyebar melalui tangan kita sendiri jika kebersihan tangan tidak terjaga. Hal ini karena bakteri penyebab tipes bisa mengontaminasi makanan dan permukaan benda di sekitar. Oleh karena itu, Anda perlu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah tipes.

Kebiasaan ini perlu diterapkan sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet umum, setelah buang air kecil/besar, sebelum dan setelah mengolah makanan, setelah membersihkan kotoran, dan setelah mengganti popok bayi.

2. Jaga kebersihan diri dan lingkungan  

Barang-barang yang digunakan bersama atau barang pribadi penderita tipes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Jika Anda sedang merawat penderita tipes, jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, sprei, atau peralatan mandi, agar tidak tertular tipes.

Selama masih sakit, pisahkan cucian pakaian, handuk, atau sprei penderita tipes dan cucilah dengan air hangat. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah merawat atau memegang barang di sekitar penderita.

3. Hindari jajanan pinggir jalan

Menghindari konsumsi makanan pinggir jalan juga bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah tipes. Usaha makanan pinggir jalan sering kali tidak menggunakan air mengalir untuk mencuci bahan makanan atau alat bekas makan, tetapi menggunakan  1–2 ember air yang ditampung. Hal tersebut membuat upaya menjaga kebersihan makanan dan alat makan dari bakteri menjadi lebih sulit.

4. Cuci sayur dan buah-buahan hingga bersih 

Sebelum diolah dan dikonsumsi, buah dan sayur sebaiknya dicuci hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan pestisida, serta mengurangi kemungkinan kontaminasi berbagai bakteri termasuk bakteri Salmonella typhi penyebab tipes. Sebelum memakan langsung sayur dan buah, cucilah terlebih dahulu dengan menggunakan air matang. Jika hendak memasaknya, pastikan sayur sudah bersih dari kotoran dan dimasak matang seluruhnya.

5. Batasi konsumsi seafood yang tidak matang

Makanan laut seperti tiram, kerang, atau ikan mudah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Oleh karena itu, jangan mengonsumsi makanan laut mentah kecuali jika penyajinya memiliki sertifikasi untuk menghidangkan menu tersebut. Selain itu, perhatikan tingkat kematangan hidangan seafood, terutama yang bercangkang seperti kerang, tiram, atau kepiting. Hal ini karena bagian dalam cangkang mungkin belum matang dan mungkin masih terkontaminasi bakteri penyebab tipes.

6. Bersihkan kamar mandi secara rutin

Kamar mandi bisa menjadi salah satu tempat yang dipenuhi bakteri, termasuk bakteri Salmonella typhi, jika kebersihannya tidak dijaga. Rutin membersihkan kamar mandi dengan cairan desinfektan bisa menjadi salah satu cara mencegah penyebaran penyakit tipes.

7. Hindari konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi

Pasteurisasi merupakan proses pemanasan susu pada suhu tinggi untuk membunuh bakteri berbahaya yang mungkin terkandung di dalamnya, termasuk bakteri Salmonella typhi. Untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi bakteri penyebab tipes, pastikan susu yang hendak diminum sudah melalui proses pasteurisasi. 

8. Lakukan vaksinasi tifoid

Tipes juga dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi tifoid yang bisa diberikan kepada anak usia di atas 2 tahun dan diberikan tiap 3 tahun hingga anak berusia 18 tahun. Penting untuk diingat bahwa pemberian vaksin tifoid tidak menjamin 100% kebal terhadap bakteri penyebab tipes. Risiko terserang tifoid tetap ada meski gejala yang terjadi tidak separah gejala pada orang yang belum menerima vaksin. 

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas, diharapkan risiko tertular penyakit tipes dapat berkurang. Namun, risiko penyakit tipes masih bisa datang kapan saja tanpa diduga. Oleh karena itu, memiliki perlindungan kesehatan melalui asuransi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu Anda dan keluarga merasa lebih tenang saat menghadapi risiko kesehatan.

Dengan asuransi kesehatan, Anda dapat memperoleh perlindungan terhadap berbagai biaya medis sesuai manfaat polis yang dimiliki, mulai dari konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, hingga biaya perawatan rumah sakit. Dengan begitu, Anda dapat lebih fokus pada proses pemulihan tanpa perlu khawatir terhadap biaya pengobatan yang tidak terduga.

Salah satu produk asuransi yang bisa Anda pertimbangkan adalah Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis dari AXA Mandiri.  Asuransi ini memberikan perlindungan khusus untuk risiko penyakit tropis, salah satunya penyakit akibat infeksi kulit dan penyakit tropis lainnya seperti penyakit demam berdarah, tifus, malaria, dan chikungunya; dengan manfaat rawat inap hingga Rp1 juta per hari dan santunan tunai hingga Rp1 juta per hari. Tersedia pengembalian premi hingga 30% jika tidak ada klaim dalam 3 tahun.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Life Planner AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apakah tipes karena kelelahan itu benar?

A: Kelelahan bukan penyebab utama tipes. Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, namun kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terkena infeksi.

Q: Apa penyebab utama penyakit tipes?

A: Penyebab utama tipes adalah makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi, sanitasi yang buruk, dan kebiasaan hidup yang kurang bersih.

Q: Apa saja gejala tipes yang perlu diwaspadai?

A: Gejala tipes meliputi demam tinggi, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri otot, mual, diare atau sembelit, hingga nafsu makan menurun.

Q: Bagaimana cara mencegah tipes?

A: Pencegahan tipes dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan, menghindari jajanan yang tidak higienis, serta melakukan vaksinasi tifoid.

Q: Apakah vaksin tifoid bisa mencegah tipes sepenuhnya?

A: Vaksin tifoid dapat membantu menurunkan risiko terkena tipes, tetapi tidak menjamin perlindungan 100%. Oleh karena itu, tetap penting menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Sumber:

  • https://rsimawardi.com/2024/10/14/tipes-penyakit-yang-disebabkan-karena-kelelahan-mitos-atau-fakta/
  • https://panduanbunda.com/articles/index/apakah-kelelahan-bisa-menyebabkan-tifus-yuk-simak-faktanya
  • https://belanja.swiperx.com/artikel-apps/tipes-karena-kelelahan-bekerja-fakta-atau-mitos/
  • https://www.rspondokindah.co.id/id/news/tipes-penyebab
  • https://www.alodokter.com/tipes/pencegahan

Promo Page

Tertarik Produk Ini

Silahkan isi Data Diri agar kami dapat menghubungi Anda!

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Teks untuk mengidentifikasi Segarkan CAPTCHA