Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan, Syarat & Biaya yang Dibutuhkan
Artikel Inspirasi
26 Oktober 2026
Share This Article :
Menerima tanah warisan bukan berarti seluruh proses administrasinya telah selesai. Agar kepemilikan memiliki kekuatan hukum yang sah dan terhindar dari potensi sengketa di kemudian hari, ahli waris perlu mengurus perubahan kepemilikan sertifikat tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rangkuman:
Masih banyak masyarakat yang belum memahami cara mengurus sertifikat tanah warisan. Mulai dari dokumen yang harus disiapkan, prosedur di instansi terkait, hingga biaya yang perlu dikeluarkan sering kali menjadi pertanyaan. Padahal, proses ini penting untuk memastikan hak atas tanah tercatat secara resmi atas nama ahli waris.
Lantas, bagaimana cara mengurus sertifikat tanah warisan? Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa lama proses pengurusannya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut agar proses balik nama sertifikat tanah warisan dapat berjalan lebih mudah dan sesuai ketentuan hukum.
Banyak keluarga di Indonesia memiliki tanah warisan yang belum dibagi secara resmi. Tanah ini seringkali masih atas nama pewaris (orang tua atau kakek-nenek) dan belum dialihkan ke ahli waris. Kondisi ini bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, terutama jika salah satu pihak ingin menjual, membangun, atau menggunakan tanah tersebut sebagai jaminan. Dilansir dari Yuris Law Firm, berikut cara mengurus sertifikat tanah warisan yang perlu Anda ketahui.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan siapa saja ahli waris yang berhak. Penentuan ini dilakukan berdasarkan hukum waris yang berlaku, bisa berdasarkan KUHPerdata, Kompilasi Hukum Islam, atau adat setempat. Untuk membuktikannya, ahli waris perlu membuat Surat Keterangan Waris (SKW) di notaris, lurah, atau pengadilan, tergantung status hukum pewaris dan ahli warisnya.
Jika tanah diwariskan kepada lebih dari satu ahli waris, tentukan pembagian hak sesuai kesepakatan keluarga. Pastikan juga untuk membuat Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) melalui notaris jika ada pembagian di antara ahli waris.
BPHTB dikenakan sebesar 50% dari nilai jual objek pajak (NJOP) dikurangi nilai tidak kena pajak sesuai peraturan daerah. Setelah melakukan pembayaran BPHTB waris, Anda perlu melampirkan buktinya untuk melakukan balik nama sertifikat.
Setelah SKW selesai, ahli waris wajib mengajukan balik nama sertifikat ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Proses balik nama ini biasanya memakan waktu sekitar 1–3 bulan tergantung kelengkapan berkas.
Jika semua ahli waris sepakat untuk membagi tanah, maka dapat dilakukan pemecahan sertifikat sesuai luas dan kesepakatan masing-masing. Namun, apabila tanah tetap dimiliki bersama, maka sertifikat dapat tetap atas nama bersama para ahli waris, tetapi dengan perjanjian tertulis mengenai pengelolaannya.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, BPN akan memproses balik nama sertifikat atas nama ahli waris. Waktu penyelesaian biasanya memakan waktu 1–3 bulan, tergantung pada kelengkapan dokumen. Setelah selesai, sertifikat tanah akan diterbitkan atas nama ahli waris yang berhak.
Masalah umum yang sering muncul adalah perbedaan pendapat antar ahli waris atau tanah yang belum bersertifikat. Dalam situasi seperti ini, sebaiknya dilakukan mediasi hukum dengan bantuan notaris atau konsultan hukum pertanahan agar pembagian berjalan adil dan sah secara hukum.
Mengurus sertifikat tanah warisan yang belum dibagi membutuhkan kerjasama dan kesepakatan antar ahli waris. Dengan dokumen yang lengkap dan proses resmi di BPN, tanah warisan akan memiliki kepastian hukum dan terhindar dari sengketa di kemudian hari.
Sebelum mengurus sertifikat ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Anda juga diwajibkan untuk menyiapkan beberapa persyaratannya seperti :
Biaya yang harus dikeluarkan pemohon untuk pembuatan sertifikat ini sangat bervariatif, tergantung dari lokasi, luas tanah dan jenis tanah. Untuk luas tanah 120 meter persegi, lokasi di DKI Jakarta maka biaya yang harus dikeluarkan adalah :
Agar lebih jelasnya, Anda juga bisa mengetahui berapa besarnya biaya yang mesti dikeluarkan dengan melakukan SMS ke 2409 dengan format sebagai berikut: “UKUR (spasi) KODE PROVINSI (spasi) LUAS TANAH” dengan begitu Anda bisa mengetahui dengan pasti biaya yang diperlukan. Namun jika ingin menghitung manual sendiri, Anda bisa gunakan rumus berikut:
nilai tanah m2 x luas tanah m2 : (dibagi) 1.000
Mengurus warisan tidak hanya membutuhkan waktu dan kelengkapan dokumen, tetapi juga kesiapan finansial untuk menanggung berbagai biaya administrasi, pajak, hingga proses balik nama aset. Tanpa perencanaan yang matang, beban biaya tersebut dapat menjadi tantangan bagi ahli waris, terutama ketika harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.
Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan warisan sejak dini, bukan hanya dari sisi pembagian aset, tetapi juga perlindungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah memiliki asuransi jiwa yang dapat berfungsi sebagai dana warisan. Manfaat pertanggungan dari asuransi dapat membantu keluarga memenuhi berbagai kebutuhan finansial setelah tertanggung meninggal dunia, termasuk biaya pengurusan warisan, sehingga aset yang diwariskan tidak perlu dijual atau dialihkan untuk menutup pengeluaran tersebut.
Salah satu cara mempersiapkan warisan adalah dengan mendaftarkan diri ke dalam asuransi jiwa, seperti Asuransi Mandiri Ultimate Legacy dari AXA Mandiri. Asuransi Mandiri Ultimate Legacy merupakan asuransi jiwa hingga usia 100 tahun dengan perlindungan sampai dengan 350% Uang Pertanggungan. Produk ini memberikan Manfaat Asuransi berupa Manfaat Meninggal Dunia, Manfaat Booster Uang Pertanggungan, dan Manfaat Meninggal Dunia karena Kecelakaan, dengan pilihan Masa Pembayaran Premi yang fleksibel dan singkat yaitu sekaligus, 2 tahun, atau 5 tahun.
Dengan mendaftarkan diri ke dalam Asuransi Mandiri Ultimate Legacy, Anda akan mendapatkan uang pertanggungan hingga 18x total premi yang dibayarkan atau minimal Rp2 Miliar yang nantinya bisa diwariskan ke ahli waris dan keluarga Anda, sehingga kualitas hidup keluarga tidak terhenti meskipun terjadi risiko kehidupan di kemudian hari.
Untuk konsultasi lebih lanjut dan membangun planning masa depan dengan asuransi jiwa, hubungi Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
A: Secara umum, prosesnya meliputi penentuan ahli waris yang sah, pembuatan Surat Keterangan Waris (SKW), pembayaran BPHTB waris, pengajuan balik nama sertifikat ke BPN, hingga pembagian atau pemecahan sertifikat jika terdapat lebih dari satu ahli waris.
A: Dokumen yang umumnya diperlukan meliputi sertifikat tanah asli, Surat Keterangan Waris, KTP dan KK ahli waris, akta kematian pewaris, SPPT PBB, bukti pembayaran BPHTB, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan BPN.
A: Biaya pengurusan berbeda-beda tergantung lokasi, luas tanah, dan jenis tanah. Komponen biaya biasanya meliputi biaya pengukuran, biaya panitia, biaya pendaftaran, serta kewajiban pembayaran BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku.
A: Apabila seluruh persyaratan telah lengkap, proses balik nama sertifikat di BPN umumnya memerlukan waktu sekitar 1–3 bulan. Lama proses dapat berbeda tergantung kelengkapan dokumen dan kebijakan kantor pertanahan setempat.
A: Sebaiknya ya. Balik nama sertifikat memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah, memudahkan proses jual beli atau pembagian warisan di kemudian hari, serta mengurangi risiko sengketa antar ahli waris.
A: Para ahli waris perlu mencapai kesepakatan mengenai pembagian hak atas tanah. Jika tanah akan dibagi, dapat dibuat Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) dan dilakukan pemecahan sertifikat. Apabila tanah tetap dimiliki bersama, sertifikat dapat dicatat atas nama seluruh ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber:
Saya Berminat
Lihat Produk
Field ini diperlukan.
Dengan ini Saya menyatakan bahwa:
Saya telah membaca, memahami dan memberikan persetujuan kepada PT AXA Mandiri Financial Services untuk memproses Data Pribadi Saya sesuai prinsip Pelindungan Data Pribadi pada Kebijakan Privasi yang dapat diperbaharui dari waktu ke waktu.
Saya telah memahami mengenai tujuan dan konsekuensi dari pengumpulan dan pemrosesan Data Pribadi Saya, serta hak Saya sebagai Subjek Data Pribadi.
Saya bersedia dihubungi untuk mendapatkan informasi produk dan/layanan lebih lanjut dari PT AXA Mandiri Financial Services.