Aset Penerbit

Aset Penerbit

Apa Itu Saham dan Bagaimana Cara Kerjanya? Ini Penjelasannya

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Apa Itu Saham dan Bagaimana Cara Kerjanya? Ini Penjelasannya

28 Oktober 2026

Share This Article :

Pernah mendengar istilah saham saat membahas investasi, tetapi masih bingung apa artinya? Apa itu saham dan bagaimana cara kerjanya sebagai instrumen investasi? Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Dengan membeli saham, Anda berkesempatan menjadi bagian dari pemilik perusahaan sekaligus memperoleh potensi keuntungan dari pertumbuhan bisnis tersebut.

Rangkuman:

  • Saham adalah surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Perusahaan dapat menerbitkan saham untuk memperoleh modal dan mendukung perkembangan bisnisnya.
  • Di Indonesia, saham diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor dapat melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas atau platform perdagangan saham yang berizin.
  • Investor berpotensi memperoleh keuntungan melalui capital gain, yaitu selisih positif antara harga jual dan harga beli saham, serta dividen yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.
  • Investasi saham dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau, bergantung pada harga saham dan biaya transaksi yang berlaku. Di BEI, satu lot saham setara dengan 100 lembar saham.
  • Risiko saham meliputi penurunan harga, kerugian investasi, kebangkrutan perusahaan, dan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari bursa.

Investasi saham menawarkan peluang keuntungan melalui kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian dividen, yaitu sebagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Namun, investasi ini juga memiliki risiko, seperti penurunan harga saham yang dapat menyebabkan kerugian. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara kerja saham, faktor yang memengaruhi pergerakan harganya, serta risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai berinvestasi.

Apa itu saham?

Saham adalah surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika sebuah perusahaan membutuhkan modal untuk berkembang, ia dapat menerbitkan saham dan menjualnya kepada publik melalui proses yang disebut IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Secara sederhana, saham bisa dijelaskan seperti berikut: Ada sebuah perusahaan bernilai Rp10 triliun dibagi menjadi 10 miliar lembar saham, maka setiap lembar bernilai Rp1.000. Jika Anda membeli 10.000 lembar, Anda memiliki 0,0001% perusahaan tersebut dan berhak atas porsi keuntungan serta suara dalam RUPS.

Di Indonesia, saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setiap hari kerja melalui platform broker berizin OJK. Satuan terkecil pembelian adalah 1 lot = 100 lembar saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya penyelenggara perdagangan efek, termasuk saham di Indonesia. BEI berperan sebagai fasilitator yang menyediakan infrastruktur bagi investor dan perusahaan untuk bertemu dan bertransaksi secara aman dan efisien.

Keuntungan investasi lewat saham

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, investasi saham merupakan instrumen yang menguntungkan. Dilansir dari Mandiri Sekuritas, berikut beberapa keuntungan investasi lewat saham.

1. Capital gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham. Ini terjadi ketika Anda membeli saham dengan harga rendah, lalu menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Nilai saham bisa meningkat seiring dengan pertumbuhan kinerja dan reputasi perusahaan. Capital gain sering menjadi tujuan utama investor yang fokus pada kenaikan harga saham dalam jangka pendek atau menengah.

2. Dividen saham

Dividen saham adalah pembagian laba bersih perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham sesuai persentase saham yang dimiliki. Dividen biasanya dibagi dalam bentuk nilai tunai yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan dihadiri oleh semua pemegang saham perusahaan. Dividen saham menjadi sumber pendapatan pasif yang menarik bagi investor jangka panjang.

3. Likuiditas tinggi dan mudah diperjualbelikan

Salah satu keunggulan utama investasi saham adalah fleksibilitas transaksi yang ditawarkannya melalui tingkat likuiditas yang tinggi. Hal ini memungkinkan investor untuk membeli maupun menjual instrumen saham secara praktis kapan saja selama jam bursa berlangsung. Aktifnya aktivitas perdagangan perusahaan di bursa efek menciptakan likuiditas yang memadai, sehingga memudahkan para investor dalam melakukan transaksi jual beli.

4. Modal awal terjangkau

Investasi saham kini makin inklusif dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan karena kebutuhan modal awal yang sangat ramah di kantong. Kehadiran berbagai platform investasi digital memudahkan siapa saja untuk mulai berinvestasi saham hanya dengan dana mulai dari ratusan ribu rupiah.

5. Memiliki akses mudah

Ketika ingin melakukan investasi saham, sekarang Anda dapat menganalisis pasar dengan cepat. Bahkan, Anda tidak perlu menjadi trader atau investor untuk menganalisisnya. BEI atau Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu sumber yang akurat ketika ingin melakukan investasi ini. Selain itu, Anda juga dapat membeli saham dari mana saja mulai dari perencana keuangan, broker hingga pembelian secara online. Akses yang sangat mudah ini menjadikan investasi sangat cocok bagi Anda yang ingin memulainya.

6. Sarana diversifikasi portofolio

Menurut Good Financial Cents, saham merupakan instrumen yang sangat efektif untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi. Langkah diversifikasi ini krusial untuk meminimalisasi serta mengelola potensi risiko fluktuasi pasar. Dengan mengalokasikan dana ke beberapa saham dari emiten atau sektor yang berbeda, aset dapat tumbuh secara optimal sekaligus menjaga tingkat risiko tetap terukur. Saat membeli sebuah saham di perusahaan yang berbeda, hal itu bisa mengoptimalkan aset.

Risiko investasi saham

Selain keuntungan yang menggiurkan, saham juga memiliki sejumlah risiko, seperti:

  • Potensi kerugian yang disebabkan karena pergerakan yang cukup fluktuatif dan akhirnya harga jual yang dimiliki saham tersebut merosot.
  • Bangkrutnya perusahaan sehingga harus dilikuidasi.
  • Terhapusnya saham dari BEI atau dari listing, sehingga Anda harus menjual saham tersebut tidak peduli berapa nilainya.

Namun, berbagai risiko ini tentu dapat diperkecil dengan melakukan berbagai macam strategi. Dengan begitu, investasi saham tetap dapat memberikan keuntungan.

Tips memulai investasi saham

Tertarik untuk memulai investasi saham, berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan ketika ingin memulai investasi saham dilansir dari Pluang.

1. Pilih aplikasi saham berizin OJK

Pastikan platform yang Anda pilih untuk memulai investasi saham telah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini bukan sekadar formalitas, pengawasan OJK memastikan investasi Anda terlindungi dan transaksi dilakukan secara transparan. Anda juga bisa membandingkan biaya, pilihan produk, dan fitur edukasinya. Waspadai platform atau pihak yang menjanjikan imbal hasil tetap atau meminta transfer dana ke rekening pribadi, karena saham tidak memberikan imbal hasil tetap. 

2. Pilih saham yang stabil

Salah satu pertanyaan paling umum dari investor pemula: ‘Saham apa yang harus dibeli pertama kali?’ Tidak ada jawaban tunggal, tapi ada kerangka berpikir yang bisa membantu seperti:

  • Pilih bisnis yang Anda pahami: Lebih mudah menganalisis perusahaan yang Anda gunakan produk/jasanya sehari-hari, misalnya bank yang Anda gunakan, toko yang kamu kunjungi, dan lainnya
  • Periksa rekam jejak keuangan: Cari perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang konsisten minimal 3 tahun terakhir.
  • Likuiditas tinggi: Pilih saham yang volume transaksinya besar, lebih mudah dibeli dan dijual. Contoh: saham LQ45 atau IDX30.
  • Valuasi yang masuk akal: Bandingkan PER (Price-to-Earnings Ratio) dengan rata-rata industri. PER sangat tinggi berarti saham sudah mahal.
  • Hindari saham gorengan: Saham dengan harga sangat murah dan volume tidak wajar seringkali manipulatif. Sangat berbahaya untuk pemula.

Instrumen Investasi ETF resmi masuk BEI di 2026

Bagi Anda yang tertarik ingin memulai investasi, per Agustus 2026 BEI telah telah resmi mencatatkan 5 (lima) ETF Gold di bursa. ETF atau Exchange-Traded Fund merupakan reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Karena diperdagangkan di BEI, investor dapat melakukan transaksi ETF melalui mekanisme perdagangan bursa, sama seperti ketika bertransaksi saham.

Dilansir dari Ajaib, portofolio investasi ETF emas berfokus pada minimal 95% portofolio pada aset emas, dengan tingkat kemurnian emas minimum 99,5% yang tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).  Dengan struktur tersebut, investor tidak perlu membeli dan menyimpan emas batangan sendiri untuk mendapatkan eksposur terhadap emas. Investor cukup memiliki unit ETF Emas yang diperdagangkan melalui pasar modal.

Dilansir dari Ajaib, terdapat lima ETF Emas yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia per Agustus 2026 yaitu:

1. Kode ETF: XGLD

Nama Produk: Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia
Manajer Investasi: PT Indo Premier Investment Management

2. Kode ETF: XTRA

Nama Produk: Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas
Manajer Investasi: PT Trimegah Asset Management

3. Kode ETF: XMES

Nama Produk: Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas
Manajer Investasi: PT Mandiri Manajemen Investasi

4. Kode ETF: XDES

Nama Produk: Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah
Manajer Investasi: PT BRI Manajemen Investasi

5. Kode ETF: XSGO

Nama Produk: Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold
Manajer Investasi: PT Syailendra Capital

Kelima ETF tersebut sama-sama memberikan eksposur terhadap emas, tetapi memiliki pengelola, struktur portofolio, jumlah unit, likuiditas, serta karakteristik produk yang dapat berbeda.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan aset dan mendukung perencanaan keuangan jangka panjang, ETF Gold dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, membangun kondisi finansial yang lebih siap di masa depan tidak hanya berkaitan dengan potensi pertumbuhan investasi, tetapi juga dengan perlindungan terhadap risiko kehidupan yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan keluarga.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset dan perlindungan finansial. Sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi langkah Anda, AXA Mandiri akan segera menghadirkan subdana ETF Gold melalui produk asuransi PAYDI. Subdana ETF Gold ini dirancang untuk memberikan akses investasi emas yang praktis, efisien, dan memiliki daya tahan tinggi terhadap inflasi, sekaligus menyatu dengan perlindungan asuransi jiwa komprehensif.

Untuk konsultasi lebih lanjut dalam membangun strategi finansial yang sesuai tujuan hidup Anda dengan produk PAYDI, hubungi Financial Advisor AXA Mandiri. AXA Mandiri akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apa itu saham?

A: Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seseorang atas sebagian suatu perusahaan. Dengan membeli saham, investor berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham dan pembagian dividen, sesuai dengan kinerja perusahaan dan keputusan pembagian laba.

Q: Apa saja keuntungan investasi saham?

A: Keuntungan investasi saham antara lain potensi capital gain dari kenaikan harga saham, dividen dari pembagian laba perusahaan, kemudahan transaksi selama jam bursa, akses investasi dengan modal relatif terjangkau, serta peluang diversifikasi portofolio.

Q: Apa risiko investasi saham?

A: Risiko investasi saham meliputi penurunan harga saham yang dapat menyebabkan kerugian, kebangkrutan perusahaan, dan penghapusan pencatatan saham dari bursa. Karena itu, investor perlu memahami kondisi perusahaan dan mempertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.

Q: Bagaimana cara memulai investasi saham bagi pemula?

A: Pemula dapat memulai investasi saham dengan memilih platform dari perusahaan sekuritas yang berizin, mempelajari cara kerja pasar saham, menentukan tujuan investasi, menganalisis kinerja keuangan perusahaan, serta membeli saham sesuai kemampuan finansial dan toleransi risiko.

Q: Berapa modal awal untuk membeli saham?

A: Modal awal untuk membeli saham bergantung pada harga saham yang dipilih dan biaya transaksi. Di Bursa Efek Indonesia, pembelian saham dilakukan dalam satuan lot, dengan satu lot setara 100 lembar saham. 

Sumber:

  • https://pluang.com/akademi/pelajari/saham-indonesia/bursa-efek-indonesia
  • https://pluang.com/akademi/berita-analisis/pengertian-saham-investasi
  • https://www.mandirisekuritas.co.id/id/siaran-pers-artikel/artikel/Investasi-Saham-Pengertian-Keuntungan-dan-Cara-Memulainya
  • https://www.jurnal.id/id/blog/keuntungan-investasi-saham-sbc/#keuntungan-investasi-saham
  • https://ajaib.co.id/belajar/investasi/bei-resmi-luncurkan-etf-emas
  • https://pluang.com/akademi/berita-analisis/cara-investasi-saham-untuk-pemula
  • https://ajaib.co.id/belajar/pemula/cara-investasi-saham

Promo Page

Tertarik Produk Ini

Silahkan isi Data Diri agar kami dapat menghubungi Anda!

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Teks untuk mengidentifikasi Segarkan CAPTCHA