Kanker Lambung: Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahannya
Artikel Inspirasi
04 November 2026
Share This Article :
Rasa tidak nyaman di perut sering kali dianggap sebagai masalah pencernaan biasa. Padahal, pada sebagian kasus, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal dari penyakit yang lebih serius, termasuk kanker lambung.
Rangkuman:
Kanker lambung adalah jenis kanker yang berkembang dari sel-sel di dinding lambung. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dan pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisinya ketika kanker telah memasuki stadium lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.
Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko kanker lambung dapat ditekan dengan mengenali faktor penyebab, gejala, serta langkah pencegahannya sejak dini. Simak penjelasan lengkap mengenai kanker lambung, mulai dari penyebab, ciri-ciri, hingga pilihan pengobatan yang tersedia agar Anda dapat lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan.
Baca Juga: 11 Masalah Gangguan Pencernaan yang Wajib Diperhatikan!
Kanker lambung adalah kondisi pertumbuhan sel abnormal di lapisan lambung. Lambung manusia memiliki empat lapisan, yaitu mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa. Umumnya, sel kanker tumbuh di lapisan mukosa kemudian menyebar ke lapisan lainnya. Penyakit ini biasanya tumbuh perlahan selama bertahun-tahun, dimulai di jaringan kelenjar yang melapisi perut. Kemudian, tumor bisa menyebar di sepanjang dinding perut, bahkan bermetastasis ke luar perut, yaitu organ tubuh lainnya.
Dilansir dari Siloam Hospitals, kanker lambung terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan asal pertumbuhan selnya, yaitu:
Kanker lambung pada stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan beberapa gejala. Jika muncul, gejala umumnya dianggap sebagai keluhan sakit maag biasa. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita kanker lambung pada stadium awal:
Kanker lambung stadium lanjut akan menimbulkan gejala yang lebih berat. Pada tahap inilah umumnya penderita baru datang berobat ke dokter. Beberapa gejala kanker lambung pada stadium lanjut adalah:
Kanker lambung terjadi akibat adanya perubahan (mutasi) genetik pada sel-sel di lambung. Mutasi tersebut menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali sehingga menjadi sel kanker.
Meski belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kanker lambung. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker lambung.
Penyebab terjadinya perubahan genetik pada sel lambung belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung seperti:
Kanker lambung juga lebih berisiko terjadi pada orang yang pernah mengalami penyakit di bawah ini:
Selain faktor-faktor tersebut, gaya hidup dan pola makan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung, antara lain:
Metode pengobatan kanker lambung tergantung pada stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien. Sedangkan peluang untuk sembuh dari kanker lambung tergantung stadium kanker saat awal terdiagnosis, serta kondisi kesehatan dan usia pasien.
Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa pengobatan kanker lambung yang sering direkomendasikan dokter:
Operasi lambung bertujuan untuk mengangkat jaringan kanker dari lambung. Jenis pengobatan ini dilakukan tergantung pada stadium kanker. Jika masih stadium awal dan baru berkembang di lapisan dalam lambung, operasi dapat dilakukan dengan bantuan gastroskopi. Prosedur operasi lain yang dapat sering dipilih dokter adalah gastrektomi, yaitu mengangkat sebagian atau seluruh bagian lambung yang terkena kanker.
Gastrektomi dilakukan jika kanker sudah menyebar ke bagian lain di lambung hingga ke jaringan sekitar lambung. Pada gastrektomi, sebagian jaringan di sekitar lambung beserta kelenjar getah bening dapat ikut diangkat. Tindakan operasi, khususnya gastrektomi, berisiko menimbulkan komplikasi berupa perdarahan, infeksi, dan gangguan pencernaan.
Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker menggunakan sinar radiasi yang berasal dari alat yang dipasang di kulit dekat lambung pasien (radiasi internal), atau menggunakan alat khusus radiasi (radiasi eksternal).
Radioterapi dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi. Radioterapi sebelum operasi bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker, sedangkan radioterapi setelah operasi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi. Meskipun prosedur ini tidak menimbulkan sakit, pasien dapat mengalami efek samping berupa diare, lelah, mual, muntah, dan gangguan pencernaan, setelah menjalani prosedur ini.
Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat-obatan kemoterapi dapat berbentuk tablet, infus, atau kombinasi keduanya. Dokter biasanya memberikan kombinasi dua atau tiga jenis obat berikut:
Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radioterapi atau operasi. Untuk kanker stadium lanjut yang tidak bisa dioperasi, kemoterapi dapat membantu menghambat perkembangan kanker dan meredakan gejala yang dialami pasien. Kemoterapi dapat dilakukan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Prosedur ini akan menimbulkan beberapa efek samping, seperti mual, muntah, diare, anemia, rambut rontok, dan berat badan menurun.
Terapi target memiliki dua fungsi, yaitu menyerang sel yang mengalami mutasi genetik menjadi sel kanker, atau merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membasmi sel-sel tersebut. Terapi target dapat dikombinasikan dengan kemoterapi. Beberapa jenis obat yang digunakan pada terapi obat bertarget adalah:
Pada kanker lambung stadium akhir, pengobatan biasanya hanya difokuskan untuk mengurangi gejala, agar pasien merasa lebih nyaman.
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker lambung. Dilansir dari Halodoc, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari kanker lambung.
Gejala kanker lambung tampak mirip dengan gangguan pencernaan pada umumnya, sehingga sering kali tak disadari. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami gejala sakit maag yang tidak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter untuk menjalani deteksi dini. Pengobatan kanker lambung sedini mungkin dapat meningkatkan kemungkinan sembuh.
Selain menjaga kesehatan, memiliki perlindungan finansial juga tidak kalah penting. Biaya pemeriksaan, pengobatan, hingga perawatan kanker dapat menjadi beban yang besar jika harus ditanggung sendiri. Dengan asuransi kanker, Anda dapat memperoleh manfaat perlindungan finansial sehingga dapat lebih fokus menjalani pengobatan tanpa harus khawatir terhadap besarnya biaya medis.
Salah satu asuransi yang bisa Anda pertimbangkan adalah Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini. Asuransi ini merupakan produk asuransi yang memberikan manfaat penggantian biaya Rawat Inap, Rawat Jalan dan tindakan bedah dengan pembayaran langsung (cashless) atau reimbursement dan juga manfaat santunan kematian serta manfaat santunan tunai harian serta manfaat pengembalian Premi (jika dipilih).
Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
A: Gejala awal kanker lambung sering menyerupai gangguan pencernaan biasa, seperti nyeri ulu hati, perut kembung, cepat kenyang, mual, dan sering bersendawa. Karena gejalanya tidak khas, pemeriksaan ke dokter diperlukan jika keluhan berlangsung lama atau semakin berat.
A: Kanker lambung terjadi akibat mutasi gen pada sel-sel lambung. Risikonya dapat meningkat karena infeksi Helicobacter pylori, kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi garam atau daging olahan, obesitas, riwayat keluarga, serta pertambahan usia.
A: Peluang kesembuhan kanker lambung bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Jika ditemukan sejak dini, pengobatan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan ketika kanker telah menyebar ke organ lain.
A: Pencegahan kanker lambung dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara rutin, serta mengobati infeksi lambung sesuai anjuran dokter.
A: Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami nyeri lambung yang tidak kunjung membaik, muntah darah, BAB berwarna hitam, penurunan berat badan tanpa sebab, atau gejala gangguan pencernaan yang berlangsung dalam waktu lama.
Sumber:
Saya Berminat
Lihat Produk
Field ini diperlukan.
Dengan ini Saya menyatakan bahwa:
Saya telah membaca, memahami dan memberikan persetujuan kepada PT AXA Mandiri Financial Services untuk memproses Data Pribadi Saya sesuai prinsip Pelindungan Data Pribadi pada Kebijakan Privasi yang dapat diperbaharui dari waktu ke waktu.
Saya telah memahami mengenai tujuan dan konsekuensi dari pengumpulan dan pemrosesan Data Pribadi Saya, serta hak Saya sebagai Subjek Data Pribadi.
Saya bersedia dihubungi untuk mendapatkan informasi produk dan/layanan lebih lanjut dari PT AXA Mandiri Financial Services.