Penyebab Telinga Sakit, Cara Mengatasi, dan Tips Mencegahnya
Artikel Inspirasi
23 Juni 2026
Share This Article :
Telinga sakit bisa datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari, baik pada anak maupun orang dewasa. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal penyebab telinga sakit bisa beragam, mulai dari infeksi, penumpukan kotoran telinga, hingga perubahan tekanan udara. Jika tidak ditangani dengan tepat, rasa nyeri pada telinga bahkan bisa semakin parah dan memengaruhi kualitas pendengaran.
Rangkuman:
Memahami penyebab telinga sakit menjadi langkah penting agar penanganannya tidak salah. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui cara mengatasi telinga sakit yang efektif, baik dengan perawatan sederhana di rumah maupun penanganan medis jika dibutuhkan. Dengan begitu, rasa tidak nyaman bisa segera mereda dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Tidak kalah penting, menerapkan cara mencegah telinga sakit juga perlu dilakukan sejak dini. Mulai dari menjaga kebersihan telinga dengan benar hingga menghindari kebiasaan yang dapat memicu infeksi, langkah pencegahan ini dapat membantu menjaga kesehatan telinga dalam jangka panjang.
Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya sensasi telinga sakit pada seseorang, baik yang berasal langsung dari telinga maupun akibat masalah pada organ di sekitarnya. Memahami faktor penyebab ini membantu dalam menentukan langkah yang harus dilakukan. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa penyebab medis yang paling umum ditemukan:
Infeksi pada telinga tengah (otitis media) atau telinga luar (otitis eksterna) merupakan penyebab utama sakit telinga. Otitis eksterna atau swimmer's ear terjadi akibat air yang terperangkap di saluran telinga sehingga memicu pertumbuhan bakteri. Sedangkan otitis media biasanya terjadi akibat komplikasi dari flu atau infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak karena saluran telinga mereka lebih pendek. Infeksi biasanya disertai gejala lain seperti demam, keluar cairan dari telinga, atau gangguan pendengaran.
Kotoran telinga atau serumen yang mengeras dan menumpuk dapat menekan dinding saluran telinga serta gendang telinga. Tekanan ini menimbulkan rasa sakit yang tajam dan menusuk, terutama saat kotoran terdorong lebih dalam akibat penggunaan alat pembersih yang tidak tepat. Selain nyeri, penderita biasanya merasakan sensasi telinga tersumbat atau teredam.
Barotrauma adalah kondisi cedera pada telinga akibat perubahan tekanan udara secara mendadak dan drastis. Hal ini sering dialami oleh orang yang bepergian dengan pesawat, mendaki gunung, atau menyelam. Tekanan udara yang tidak seimbang antara lingkungan luar dan telinga tengah menyebabkan gendang telinga meregang secara paksa dan menimbulkan nyeri tajam. Gejala utama barotrauma adalah hilangnya pendengaran, telinga terasa nyeri, dan pening kepala. Selain itu, sakit telinga juga bisa disebabkan oleh luka atau cedera di telinga, misalnya karena masuknya benda asing atau cara membersihkan telinga yang kurang tepat.
Nyeri pada telinga tidak selalu berasal dari organ telinga itu sendiri, tetapi bisa merupakan nyeri rujukan dari area lain, seperti gigi. Menurut studi dalam Iranian Journal of Otorhinolaryngology, otalgia atau nyeri pada telinga bagian dalam maupun luar sering kali disebabkan oleh masalah gigi, dengan prevalensi mencapai 62,8% dari total subjek penelitian.
Kebiasaan mengorek telinga terlalu dalam menggunakan benda asing seperti cotton bud, peniti, atau lidi dapat melukai saluran telinga. Cedera ini tidak hanya menyebabkan nyeri menusuk, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan robekan pada gendang telinga yang disertai perdarahan. Luka terbuka di saluran telinga juga menjadi pintu masuk bagi bakteri penyebab infeksi.
Gangguan pada sistem saraf seperti glossopharyngeal neuralgia dapat menyebabkan serangan nyeri yang sangat tajam dan singkat di area telinga dan tenggorokan. Kondisi ini melibatkan iritasi pada saraf glosofaringeal yang bertanggung jawab atas sensasi di area tersebut. Nyeri akibat neuralgia biasanya terasa seperti sengatan listrik yang muncul secara spontan.
Batuk, pilek, atau radang tenggorokan seperti faringitis dan tonsilitis dapat memengaruhi telinga. Hal ini karena saluran telinga terhubung langsung dengan hidung dan tenggorokan melalui saluran eustachius. Peradangan pada saluran pernapasan atas dapat membuat tekanan di telinga berubah dan menimbulkan rasa nyeri.
Tinnitus juga bisa memicu terjadinya sakit telinga. Kondisi ini biasanya ditandai dengan suara berdenging di dalam telinga dan bukan berasal dari luar tubuh. Tinnitus dapat muncul akibat pertambahan usia, sering mendengar suara kencang, infeksi telinga, cedera kepala atau leher, dan konsumsi obat tertentu.
Kondisi yang umumnya terjadi pada salah satu telinga ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan di telinga bagian dalam. Pusing yang datang secara tiba-tiba atau vertigo dan tinnitus adalah 2 gejala utama penyakit Meniere. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dan paruh baya. Untuk mengatasi sakit telinga akibat penyakit yang satu ini, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan untuk menangani vertigo, mendapatkan suntikan pada telinga bagian tengah, atau melakukan operasi jika kondisinya makin parah.
Sinusitis adalah kondisi peradangan pada hidung yang dapat dipicu oleh udara dingin atau alergi. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala sakit kepala, nyeri pada wajah, hidung meler, dan hidung tersumbat. Selain itu, Anda juga bisa merasakan nyeri pada telinga. Rasa nyeri ini muncul karena ada penumpukan cairan saat sinus terinfeksi dan terperangkap di dalam gendang telinga. Di samping rasa nyeri, Anda juga akan merasakan tekanan dan rasa sesak di area telinga.
Radang amandel adalah peradangan pada dua bantalan jaringan berbentuk oval di belakang tenggorokan. Peradangan ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Jika dibiarkan, infeksi akan menyebar ke area yang terdekat dengan amandel, termasuk telinga. Itulah alasan telinga sakit ketika mengalami radang amandel.
Penanganan sakit telinga disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Dilansir dari Halodoc, berikut beberapa penanganan yang bisa dilakukan di rumah.
Apabila merasakan telinga sakit menusuk, ada beberapa langkah mandiri yang dapat dilakukan untuk meredakan intensitas nyeri sebelum berkonsultasi dengan dokter. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi peradangan dan mencegah kondisi semakin parah.
Dokter bisa meresepkan obat sesuai penyebab sakit telinga untuk membantu meredakan keluhan. Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan antara lain:
Pembersihan telinga biasanya dilakukan oleh dokter jika sakit telinga disebabkan oleh penumpukan kotoran yang mengeras. Prosedur ini dilakukan secara profesional di fasilitas kesehatan dengan memakai alat atau cairan khusus untuk mengeluarkan kotoran dengan aman. Dengan begitu, nyeri dan gangguan pendengaran bisa segera membaik.
Sakit telinga dapat dicegah dengan menjaga kesehatan telinga dan menghindari faktor pemicu. Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti:
Mencegah telinga sakit bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Namun, risiko gangguan telinga tetap bisa terjadi tanpa diduga, terutama jika berkaitan dengan infeksi atau kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Biaya pemeriksaan ke dokter spesialis THT, obat-obatan, hingga tindakan medis bisa menjadi beban tersendiri jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Disinilah pentingnya memiliki asuransi kesehatan sebagai perlindungan tambahan. Dengan asuransi, Anda bisa mendapatkan akses perawatan yang lebih optimal tanpa perlu khawatir dengan biaya yang tidak terduga. Salah satu produk asuransi yang bisa dipertimbangkan adalah Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan, hadir untuk memberikan perlindungan komprehensif, termasuk biaya rawat inap akibat kondisi kesehatan fisik yang terganggu, sehingga Anda dapat fokus pada pemulihan dari komplikasi serangan panik tanpa khawatir akan biaya.
Dengan memiliki Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan, Anda akan mendapatkan manfaat harian rawat inap hingga Rp1,2 juta per hari, ICU hingga Rp2,4 juta per hari, dan santunan pembedahan hingga Rp20 juta per tahun. Produk asuransi ini juga memberikan manfaat penggantian biaya transportasi ke Rumah Sakit dan santunan meninggal dunia karena kecelakaan hingga Rp50 juta. Tersedia juga manfaat pengembalian premi hingga 50% ketika tidak terjadi klaim selama masa perlindungan.
Konsultasikan kebutuhan asuransi Anda dan keluarga dengan Life Planner atau Financial Advisor AXA Mandiri. Kami akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
A: Penyebab yang paling umum meliputi infeksi telinga, penumpukan kotoran telinga, perubahan tekanan udara, serta infeksi saluran pernapasan.
A: Ya, sakit telinga bisa merupakan nyeri rujukan dari gigi, terutama jika terdapat infeksi atau gangguan pada gigi.
A: Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah kompres hangat, mengonsumsi obat pereda nyeri, menjaga telinga tetap kering, dan menghindari penggunaan cotton bud.
A: Segera periksakan ke dokter jika nyeri tidak membaik, disertai demam, keluar cairan dari telinga, atau gangguan pendengaran.
A: Ya, kotoran telinga yang menumpuk dan mengeras dapat menekan saluran telinga dan menyebabkan rasa sakit serta telinga terasa tersumbat.
Sumber:
Saya Berminat
Lihat Produk
Field ini diperlukan.
Dengan ini Saya menyatakan bahwa:
Saya telah membaca, memahami dan memberikan persetujuan kepada PT AXA Mandiri Financial Services untuk memproses Data Pribadi Saya sesuai prinsip Pelindungan Data Pribadi pada Kebijakan Privasi yang dapat diperbaharui dari waktu ke waktu.
Saya telah memahami mengenai tujuan dan konsekuensi dari pengumpulan dan pemrosesan Data Pribadi Saya, serta hak Saya sebagai Subjek Data Pribadi.
Saya bersedia dihubungi untuk mendapatkan informasi produk dan/layanan lebih lanjut dari PT AXA Mandiri Financial Services.