Aset Penerbit

Aset Penerbit

Jenis Inflasi Ekonomi yang Perlu Dipahami Beserta Contohnya

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Jenis Inflasi Ekonomi yang Perlu Dipahami Beserta Contohnya

19 Oktober 2026

Share This Article :

Sebagian besar orang mengenal inflasi sebagai kondisi ketika harga barang dan jasa terus mengalami kenaikan. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa inflasi memiliki beberapa kategori yang berbeda berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, hingga asal terjadinya. Memahami jenis inflasi ekonomi menjadi langkah penting agar masyarakat dapat mengetahui mengapa harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga layanan kesehatan bisa berubah dari waktu ke waktu.

Rangkuman:

  • Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu tertentu sehingga menurunkan daya beli masyarakat.
  • Berdasarkan tingkatnya, inflasi dibagi menjadi inflasi ringan, sedang, tinggi, dan hiperinflasi.
  • Berdasarkan sumbernya, inflasi terdiri dari inflasi domestik dan inflasi impor (imported inflation).
  • Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat terjadi karena meningkatnya permintaan (demand-pull inflation) dan naiknya biaya produksi (cost-push inflation).

Inflasi merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan kondisi perekonomian suatu negara. Meski sering dianggap sebagai hal yang negatif, inflasi sebenarnya merupakan fenomena yang wajar selama masih berada dalam tingkat yang terkendali. Namun, setiap jenis inflasi memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda terhadap daya beli masyarakat, dunia usaha, hingga kebijakan pemerintah.

Melalui pemahaman mengenai jenis inflasi ekonomi, Anda dapat mengenali faktor-faktor yang memicu kenaikan harga, memahami dampaknya terhadap keuangan pribadi maupun bisnis, serta mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan.

Apa itu inflasi?

Inflasi adalah suatu kondisi perekonomian negara di mana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang atau jasa secara umum dalam waktu yang panjang (continue) yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara arus uang dan barang.

Kenaikan harga barang dan jasa yang sifatnya sementara tidak termasuk dalam kategori inflasi, misalnya kenaikan harga yang terjadi menjelang hari raya Idulfitri dan Iduladha.

Menurut Bank Indonesia (BI) yang bertindak selaku Bank sentral pemegang otoritas kebijakan moneter, inflasi berarti kenaikan harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Namun, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. 

Secara sederhana, inflasi menggambarkan bagaimana nilai uang menurun dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, harga satu liter bensin yang dulunya Rp10.000 sekarang sudah menjadi Rp16.000 karena adanya inflasi.

Inflasi atau kenaikan harga barang atau jasa ini merupakan imbas dari naiknya biaya produksi, sudah dipastikan karena adanya kenaikan harga bahan baku serta upah buruh setiap tahunnya menjadikan biaya produksi kian membengkak. Di sisi lain, meningkatnya jumlah permintaan barang padahal jumlah barang tetap mengakibatkan barang tersebut menjadi terbatas dan langka, yang akhirnya mengalami kenaikan harga.

Adanya penambahan jumlah peredaran uang di pasaran yang dilakukan oleh pemerintah sebagai solusi untuk menutup kekurangan anggaran, juga memicu terjadinya inflasi. Logikanya, jika peredaran uang di pasaran sebanyak dua kali lipat, maka harga barang pun akan mengalami kenaikan seratus persen.

Jenis inflasi ekonomi berdasarkan tingkatnya

Jenis inflasi ekonomi berdasarkan tingkatnya dibagi menjadi beberapa kategori, mulai dari inflasi ringan yang masih tergolong normal hingga hiperinflasi yang dapat menyebabkan gejolak ekonomi. Dilansir dari Ruangguru, berikut penjelasannya.

1. Inflasi ringan

Inflasi ringan terjadi ketika tingkat inflasi berkisar antara 1-10% per tahun dan masih dapat dikendalikan, serta tidak terlalu mengganggu ekonomi. Meskipun tingkat inflasi ini masih dianggap wajar dan dapat dikelola oleh bank sentral, tetapi jika terus terjadi dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan mengurangi nilai uang.

2. Inflasi sedang

Inflasi sedang terjadi ketika tingkat inflasi berkisar antara 10-30% per tahun. Inflasi ini dapat memengaruhi harga barang dan jasa, serta mengurangi daya beli masyarakat. Ketika kondisi ini terjadi, Bank sentral harus mengambil tindakan untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga.

3. Inflasi tinggi

Inflasi tinggi atau inflasi berat terjadi ketika tingkat inflasi berkisar antara 30-100% per tahun dan sangat mengganggu aktivitas ekonomi. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan mempengaruhi kondisi sosial-politik negara. Ketika inflasi berat terjadi, masyarakat tidak mau menabung karena bunga tabungan jauh lebih rendah daripada nilai inflasi. Selain itu, masyarakat memilih untuk menyimpan barang daripada melakukan jual beli, sehingga kondisi ini dapat membuat ekonomi negara kacau balau.

4. Hiperinflasi

Hiperinflasi terjadi ketika tingkat inflasi sangat tinggi, yaitu lebih dari 100% per tahun dan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan kepercayaan terhadap mata uang hilang. Inflasi berat sangat sulit dikendalikan meski telah ditempuh usaha seperti dilakukannya kebijakan moneter dan fiskal.

Jenis inflasi ekonomi berdasarkan sumbernya

Ketahui jenis inflasi ekonomi berdasarkan tingkat, sumber, dan penyebabnya agar Anda lebih siap menghadapinya ketika terjadi.

Pengelompokan ini membantu menjelaskan apakah inflasi dipicu oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam negeri atau justru dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Dilansir dari LinovHR, berikut penjelasannya.

1. Inflasi domestik

Inflasi domestik terjadi ketika terjadi kenaikan harga barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. Faktor-faktor yang menyebabkan inflasi domestik antara lain kenaikan biaya produksi, permintaan yang tinggi, atau ketidakmampuan produksi untuk memenuhi permintaan. Selain itu, meningkatnya jumlah uang yang beredar dimasyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan juga menjadi salah satu penyebab inflasi domestik.

2. Inflasi dari luar negeri

Inflasi dari luar negeri (imported inflation) terjadi ketika terjadi kenaikan harga barang dan jasa yang diimpor dari luar negeri. Hal ini dapat disebabkan oleh kenaikan harga barang impor di pasar internasional, atau kenaikan nilai tukar mata uang negara. Inflasi ini hanya dapat terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas.

Jenis inflasi ekonomi berdasarkan penyebabnya

Pengelompokan ini membantu memahami mekanisme terjadinya inflasi, apakah dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat, naiknya biaya produksi, atau bertambahnya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dilansir dari Brain Academy, berikut penjelasannya.

1. Tarikan Permintaan (Demand pull inflation)

Inflasi terjadi ketika banyak orang yang ingin membeli barang dan jasa, tapi jumlah barang yang tersedia tidak mencukupi. Akibatnya, harga naik karena permintaan lebih tinggi dibanding pasokan. Hal ini sering terjadi saat menjelang hari-hari besar seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru ketika permintaan barang meningkat tajam.

Meski inflasi permintaan sering dianggap sebagai tanda ekonomi yang kuat, jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan harga terus naik dan mengurangi daya beli masyarakat.

2. Kenaikan biaya (Cost push inflation)

Kenaikan biaya produksi barang dan jasa yang meningkat seperti kenaikan harga bahan bakar atau upah pekerja juga dapat menyebabkan inflasi. Ketika biaya produksi naik, produsen menaikkan harga barang untuk menutupi biaya operasional, sehingga harga di pasaran ikut meningkat. Inflasi akibat kenaikan biaya lebih sulit dikendalikan karena hal ini berkaitan dengan faktor eksternal yang sulit diatur, seperti harga minyak dunia atau kondisi cuaca.

Demikian beberapa jenis inflasi ekonomi yang perlu diketahui untuk membantu Anda lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menyusun strategi menghadapi kenaikan harga yang terjadi dari waktu ke waktu. Meskipun inflasi merupakan bagian dari siklus ekonomi yang tidak dapat sepenuhnya dihindari, dampaknya dapat diminimalkan dengan perencanaan finansial yang matang, mulai dari mengatur anggaran, berinvestasi, hingga memiliki perlindungan keuangan yang sesuai.

Salah satu bentuk perlindungan yang dapat dipertimbangkan adalah asuransi dengan manfaat dalam mata uang USD. Ketika inflasi dipengaruhi oleh faktor domestik, manfaat asuransi berdenominasi dolar AS dapat membantu menjaga nilai perlindungan agar tetap lebih optimal terhadap perubahan kurs.

Salah satu asuransi yang bisa dipertimbangkan adalah Asuransi Mandiri Wealth Signature USD - Plan Saving dari AXA Mandiri yang membantu Anda menjaga stabilitas finansial sekaligus mendapat perlindungan jiwa dalam mata uang Dolar Amerika Serikat (USD), melindungi orang-orang tercinta dengan perencanaan masa depan yang mencerminkan karakter dan visi pribadi.

Produk ini merupakan Asuransi Dwiguna Kombinasi yang memberikan perlindungan jiwa berupa Manfaat Meninggal Dunia serta manfaat hidup berupa Manfaat Tunai Berkala, dan Manfaat Akhir Masa Asuransi. Dengan kombinasi proteksi dan saving, Anda dapat merancang strategi keuangan yang aman, likuid, dan menguntungkan untuk jangka panjang. 

Untuk konsultasi lebih lanjut dan membangun strategi finansial yang sesuai tujuan hidup Anda dengan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD, hubungi Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apa yang dimaksud dengan jenis inflasi ekonomi?

A: Jenis inflasi ekonomi adalah pengelompokan inflasi berdasarkan tingkat keparahan, sumber terjadinya, maupun penyebab kenaikan harga. Klasifikasi ini membantu memahami karakteristik serta dampak inflasi terhadap perekonomian.

Q: Apa saja jenis inflasi berdasarkan tingkatnya?

A: Inflasi berdasarkan tingkatnya terdiri dari inflasi ringan (1–10% per tahun), inflasi sedang (10–30%), inflasi tinggi (30–100%), dan hiperinflasi (lebih dari 100% per tahun).

Q: Apa perbedaan inflasi domestik dan inflasi impor?

A: Inflasi domestik berasal dari faktor-faktor di dalam negeri, seperti kenaikan biaya produksi atau tingginya permintaan. Sementara itu, inflasi impor terjadi akibat kenaikan harga barang dari luar negeri atau perubahan nilai tukar mata uang.

Q: Apa penyebab utama terjadinya inflasi?

A: Inflasi umumnya disebabkan oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa (demand-pull inflation) dan kenaikan biaya produksi (cost-push inflation)

Sumber:

  • https://www.linovhr.com/blog/inflasi/
  • https://www.ruangguru.com/blog/apa-itu-inflasi-dan-apa-saja-penyebabnya
  • https://www.brainacademy.id/blog/apa-itu-inflasi
  • https://www.talenta.co/blog/apa-itu-inflasi-seluk-beluk-dampak-inflasi/#jenis-jenis-inflasi

Promo Page

Tertarik Produk Ini

Silahkan isi Data Diri agar kami dapat menghubungi Anda!

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Field ini diperlukan.

Teks untuk mengidentifikasi Segarkan CAPTCHA