Mengenal Jenis-Jenis Investasi, Risiko, dan Pentingnya Proteksi
Artikel Inspirasi
23 Oktober 2026
Share This Article :
Memulai investasi bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga tentang menyiapkan kondisi keuangan untuk berbagai kebutuhan di masa depan. Dengan investasi, sebagian dana yang dimiliki dapat dialokasikan ke instrumen tertentu agar berpotensi berkembang sesuai dengan tujuan finansial. Karena itu, memahami jenis-jenis investasi menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Rangkuman:
Setiap investasi memiliki karakteristik, jangka waktu, dan tingkat risiko yang berbeda. Ada investasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan dalam waktu dekat, sementara jenis lainnya lebih cocok untuk tujuan finansial jangka panjang. Pemilihan instrumen investasi pun sebaiknya mempertimbangkan profil risiko agar keputusan yang diambil tetap sesuai dengan kondisi keuangan.
Selain memahami potensi keuntungan, penting juga untuk mengenali berbagai risiko investasi yang mungkin muncul. Perencanaan keuangan yang menyeluruh dapat membantu mengelola risiko tersebut, termasuk dengan menyiapkan perlindungan melalui asuransi.
Seiring bertambahnya kebutuhan finansial yang tidak terduga maupun di masa mendatang, pola pikir mengenai investasi perlahan-lahan berubah. Saat ini, banyak generasi muda yang mulai menyadari bahwa menabung di rekening bank saja tidak cukup untuk mewujudkan kemerdekaan finansial, sehingga mereka mulai beralih ke investasi untuk mewujudkan impian tersebut.
Dilansir dari otto, ada banyak alasan pentingnya investasi dilakukan sejak usia muda seperti:
Langkah awal untuk berinvestasi sering kali terasa menantang, apalagi dengan maraknya anggapan kurang tepat di masyarakat. Salah satu pandangan keliru yang kerap terdengar yakni bahwa investasi memerlukan dana dalam jumlah besar, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Supaya tidak keliru menentukan instrumen yang tepat, simak beberapa opsi pilihan investasi yang dapat disesuaikan berdasarkan horizon waktunya berikut ini.
Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang memiliki periode waktu relatif singkat, biasanya berkisar antara beberapa bulan hingga satu tahun. Biasanya, investasi jangka pendek dilakukan untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat sembari tetap mempertahankan likuiditas yang tinggi. Dengan begitu, dana bisa dicairkan atau dialihkan dengan mudah.
Dilansir dari Pegadaian, berikut beberapa jenis investasi yang cocok dipertimbangkan untuk investasi jangka pendek.
Deposito adalah instrumen investasi paling aman dan terbilang mudah. Anda hanya perlu menyetor sejumlah dana ke bank untuk jangka waktu tertentu dan bank akan memberikan bunga sesuai dengan kesepakatan. Dengan adanya jaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), deposito menawarkan keamanan dan tingkat risiko rendah dengan return yang juga lebih rendah dibandingkan instrumen lain.
Cara kerja reksa dana adalah mengalokasikan dana investor ke instrumen pasar uang seperti deposito, surat utang, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Risiko investasi ini cukup rendah dengan likuiditas tinggi sehingga memungkinkan pencairan dana dengan cepat. Reksa dana menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin hasil lebih besar dibandingkan deposito namun tetap dalam zona risiko terkendali.
Penanaman modal UMKM di Indonesia disebut sebagai Fintech P2P Lending. Keuntungan investasi ini didapatkan dari bagi hasil atas keuntungan usaha. Meskipun labanya didapatkan rutin setiap bulan, tingkat risikonya terbilang cukup tinggi karena ketidakpastian kesuksesan dari UMKM itu sendiri.
Investasi jangka menengah adalah jenis investasi yang memiliki periode waktu menengah, tidak terlalu panjang dan tidak pendek sehingga sesuai untuk pemenuhan target finansial dalam 1-5 tahun ke depan. Biasanya, keuntungan maupun risikonya lebih tinggi dibandingkan dengan investasi jangka pendek.
SBN adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai instrumen investasi. Investasi ini dianggap aman karena dijamin oleh pemerintah. SBN biasanya memiliki jangka waktu pendek hingga menengah dengan pengembalian yang relatif stabil. Investor dapat memilih instrumen seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel yang bisa dijual kembali sebelum jatuh tempo.
Saham adalah bukti kepemilikan perusahaan oleh individu atau badan usaha. Di Indonesia, saham perusahaan terbuka yang dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi harus terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia). Pemilik saham berhak atas sebagian profit maupun aset perusahaan, seperti dividen dan hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Instrumen ini menawarkan keuntungan yang relatif tinggi dengan potensi risiko yang juga lebih tinggi.
Investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang memiliki periode waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 5 tahun. Jenis investasi ini biasanya sering digunakan untuk memenuhi tujuan jangka panjang seperti dana pensiun, pembelian rumah, dana pendidikan anak, naik haji, dan lain-lain.
Sebagai instrumen investasi jangka panjang yang sangat favorit, emas dapat dimiliki dalam bentuk perhiasan maupun batangan. Instrumen ini tergolong aset safe haven karena memiliki harga yang relatif stabil serta likuiditas tinggi, kendati tetap terpengaruh oleh dinamika pasar global. Selain itu, emas dinilai ampuh sebagai pelindung nilai aset dari dampak inflasi, sehingga banyak investor mengandalkannya untuk mengamankan kekayaan mereka.
Investasi ini tergolong investasi jangka Panjang karena kamu harus menahannya dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan return. Cara investasi ini juga ada beragam, mulai dari membeli tanah, membangun properti di atasnya dan menjualnya ketika harga sudah cukup tinggi, atau menyewakan properti untuk mendapatkan penerimaan dari hasil sewa tersebut.
Investasi ini termasuk yang memiliki risiko rendah karena harga yang cenderung terus naik. Namun yang menjadi perhatian adalah aset seperti bangunan bisa rusak, sehingga perawatan sangat penting untuk dilakukan agar nilai properti tetap terjaga.
Umumnya risiko investasi berbanding lurus dengan ROI (Return of Investment). Jika imbal hasilnya tinggi, maka risiko investasi yang harus dihadapi pun tinggi dan sebaliknya. Inilah mengapa terdapat istilah high risk high return dan low risk low return. Dilansir dari Pegadaian, ada beberapa risiko investasi yang harus ditanggung oleh investor seperti:
Risiko pasar adalah fluktuasi nilai investasi karena adanya perubahan dalam kondisi pasar. Jenis risiko ini dikenal sebagai risiko investasi sistematis. Risiko pasar muncul dari ketidakpastian pergerakan harga aset, suku bunga, nilai tukar, harga komoditas, perkembangan politik, dan lain sebagainya. Misalnya, harga minyak yang tidak stabil akan memengaruhi perubahan permintaan maupun pasokan di pasar global sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemegang aset. Jenis risiko ini tidak dapat dihindari atau dihilangkan sepenuhnya. Namun, upaya pengelolaan melalui lindung nilai, diversifikasi, dan manajemen risiko lainnya masih bisa dilakukan.
Risiko ini muncul akibat kondisi pasar buruk dan kurangnya pelaku pasar yang bersedia melakukan pembelian aset di harga wajar. Risiko likuiditas erat kaitannya dengan kemampuan entitas maupun investor dalam mengakses dana atau menjual aset secara cepat saat dibutuhkan tanpa menimbulkan kerugian signifikan.
Risiko investasi ini berhubungan dengan kemampuan entitas untuk bertahan secara finansial dalam jangka waktu panjang. Risiko ini penting dipahami oleh investor ritel sebab berdampak langsung pada stabilitas sekaligus kesehatan finansial perusahaan tempat mereka menanam modal.
Risiko investasi ini berpengaruh secara substansial terhadap kredibilitas, operasi, dan kesehatan finansial perusahaan. Sesuai namanya, penyebab risiko ini adalah selain dari faktor gagal bayar (kredit) maupun fluktuasi pasar keuangan. Adapun beberapa contoh risiko non finansial adalah sebagai berikut.
Risiko investasi ini ada saat tingkat laju inflasi melebihi besaran pengembalian investasi. ROI yang tidak seimbang dengan inflasi dapat mengurangi tingkat daya beli. Sebagai bentuk antisipasi, maka perlu mencari dan memilih instrumen investasi secara tepat yang dapat memberikan ROI cukup tinggi.
Risiko politik disebabkan oleh perubahan dalam aturan perpajakan, perubahan hukum, kebijakan fiskal, dan stabilitas politik. Untuk melindungi diri dari risiko politik, maka sebaiknya mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah maupun politik yang relevan.
Risiko investasi memang tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola secara optimal melalui strategi finansial yang tepat, salah satunya dengan memanfaatkan asuransi. Dalam portofolio investasi, asuransi berperan sebagai penyangga finansial yang menjaga stabilitas aset dari guncangan tak terduga, seperti kondisi ekonomi yang memburuk, masalah kesehatan, maupun risiko kehidupan lainnya yang berpotensi mengganggu sumber penghasilan. Dengan hadirnya asuransi sebagai jaring pengaman, sebagian risiko finansial dipindahkan ke pihak penanggung. Hal ini membantu meminimalkan potensi kerugian sekaligus menjaga agar impian masa depan tetap berada di jalur yang benar.
Mengintegrasikan asuransi ke dalam perencanaan investasi memberikan berbagai nilai tambah strategis. Dilansir dari IDScore, berikut adalah beberapa manfaat utama proteksi asuransi dalam mendukung portofolio investasi Anda:
Proteksi yang kuat menjadi fondasi penting agar setiap langkah alokasi modal dapat diambil secara lebih mantap. Dengan strategi perlindungan yang terencana, target pertumbuhan finansial dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh risiko yang tidak terduga.
Untuk menjawab kebutuhan proteksi sekaligus investasi yang makin berkembang, AXA Mandiri akan segera menghadirkan pilihan Subdana ETF Gold melalui produk asuransi PAYDI (Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi). Kehadiran Sub-Dana ETF Gold ini dirancang untuk memberikan akses investasi emas yang praktis, efisien, dan memiliki daya tahan tinggi terhadap inflasi, sekaligus menyatu dengan perlindungan asuransi jiwa komprehensif.
Sambut kemudahan berinvestasi emas dan dapatkan perlindungan optimal bersama AXA Mandiri. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai penataan strategi finansial yang tepat melalui produk perlindungan jiwa, hubungi Financial Advisor AXA Mandiri. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
A: Memulai investasi sejak usia muda membantu menciptakan sumber pemasukan baru, membuat uang bekerja secara produktif untuk menghasilkan pendapatan pasif, mempermudah pencapaian impian yang membutuhkan dana besar, serta memastikan ketersediaan dana pensiun di masa tua.
A: Beberapa pilihan instrumen investasi jangka pendek antara lain Deposito, Reksa Dana Pasar Uang, dan Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending. Instrumen ini umumnya menawarkan keandalan likuiditas tinggi sehingga dana mudah dicairkan saat dibutuhkan.
A: Investasi jangka menengah memiliki periode horizon waktu antara 1 hingga 5 tahun (contohnya SBN dan Saham). Sementara itu, investasi jangka panjang memiliki jangka waktu lebih dari 5 tahun dan digunakan untuk target keuangan besar seperti dana pensiun atau pendidikan (contohnya Emas dan Properti).
A: Risiko investasi meliputi risiko pasar, risiko likuiditas, risiko solvabilitas, risiko inflasi, risiko politik, serta berbagai risiko non-finansial seperti risiko hukum, operasional, regulasi, dan akuntansi.
Sumber:
Saya Berminat
Lihat Produk
Field ini diperlukan.
Dengan ini Saya menyatakan bahwa:
Saya telah membaca, memahami dan memberikan persetujuan kepada PT AXA Mandiri Financial Services untuk memproses Data Pribadi Saya sesuai prinsip Pelindungan Data Pribadi pada Kebijakan Privasi yang dapat diperbaharui dari waktu ke waktu.
Saya telah memahami mengenai tujuan dan konsekuensi dari pengumpulan dan pemrosesan Data Pribadi Saya, serta hak Saya sebagai Subjek Data Pribadi.
Saya bersedia dihubungi untuk mendapatkan informasi produk dan/layanan lebih lanjut dari PT AXA Mandiri Financial Services.