Aset Penerbit

Aset Penerbit

null Kenali Gejala Diabetes, Persiapkan Langkah Antisipasinya Sejak Dini
Inspirasi

Mewaspadai risiko penyakit kronis merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Kesadaran akan risiko tersebut dapat dimulai dengan banyak membaca, salah satunya artikel ini. Anda dapat mengetahui lebih jauh mengenai penyakit diabetes, mulai dari apa itu diabetes, gejala, dan hal relevan lain yang penting untuk dipahami.

Dengan kesadaran ini, Anda bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Tentu, tak ada orang yang ingin terserang salah satu penyakit kronis tersebut, namun akan lebih baik jika memiliki bekal untuk kondisi terburuk bukan?

 

Apa itu diabetes?

Diabetes, merupakan salah satu penyakit kronis yang muncul dengan ditandai tingginya kadar gula darah di dalam tubuh. Tubuh penderita diabetes kemudian tidak dapat menggunakan glukosa yang ada sebagai sumber energi karena kadar hormon insulin yang tidak ideal.

Kekurangan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas akan menyebabkan sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah nutrisi tersebut menjadi energi yang diperlukan. Akhirnya glukosa akan menumpuk di dalam dara, dan menimbulkan gangguan pada berbagai organ tubuh.

Kondisi diabetes dapat dideteksi dengan menggunakan tes gula darah. Disampaikan dalam situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kadar gula darah penderita diabetes akan berada di angka lebih dari 200 mg/dL pada kondisi normal dan lebih dari 126 mg/dL pada saat kondisi puasa. Ketika dilakukan pengecekan dan angka yang ditunjukkan oleh hasil tes sudah melebihi angka tersebut, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri secara intensif untuk mendapatkan pengobatan dengan tepat.

 

Penyebab penyakit diabetes

Untuk mengetahui penyebab dari penyakit ini, Anda wajib memahami setidaknya ada dua jenis diabetes berbeda, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. 

1. Diabetes tipe 1

Diabetes ini terjadi ketika sistem kekebalan yang dimiliki seseorang secara keliru mengidentifikasi sel-sel pankreas sebagai entitas yang harus diserang dan dihancurkan. Padahal sel pankreas tersebut merupakan bagian yang bertugas memproduksi hormon insulin.

Dengan kurangnya kadar insulin di dalam tubuh, maka penumpukan kadar gula darah akan terus terjadi. Jenis pertama ini dikenal dengan sebutan diabetes autoimun, yang penyebab pastinya belum dapat ditemukan. Pemicu paling utama yang diduga oleh para ahli adalah terkait dengan faktor genetik, atau faktor lingkungan.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 ini menjadi jenis yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Jika diabetes tipe 1 disebabkan oleh kesalahan identifikasi oleh sistem kekebalan tubuh, tipe kedua ini terjadi karena sel tubuh kurang sensitif terhadap hormon insulin.

Kondisi ini menyebabkan hormon yang diproduksi tidak digunakan dengan baik sehingga penyerapan glukosa menjadi energi tidak dapat terjadi dengan optimal. Kondisi ini dikenal dengan resistensi insulin, dan terjadi hampir pada 95% penderita penyakit tersebut.

Penyebab Penyakit Diabetes

 

Faktor risiko terkena diabetes tipe 1 dan tipe 2

Kedua jenis diabetes ini memiliki beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai sehingga deteksi dini dapat dilakukan untuk penanganan cepat dan tepat. Seperti pada penyebab dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang berbeda, faktor risikonya juga memiliki perbedaan.

Pada diabetes tipe 1, faktor risiko akan muncul pada orang dengan karakter sebagai berikut:

  • Berusia 4 hingga 7 tahun, atau 10 hingga 14 tahun
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
  • Menderita penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi virus
  • Terdeteksi menderita penyakit autoimun (Grave, Hashimoto, Addison, dan sebagainya)
  • Mengalami cedera di bagian pankreas karena infeksi, tumor, kecelakaan, atau efek samping operasi besar

Kemudian pada diabetes tipe 2, faktor risiko akan lebih tinggi ketika:

  • Berusia lebih dari 45 tahun
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes tipe 2
  • Jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga rutin
  • Berat badan yang berlebih atau berada dalam kondisi obesitas
  • Menderita prediabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi atau hipertensi

 

Gejala diabetes yang sering dialami

Nah setelah mengetahui definisi, penyebab, dan faktor risikonya, tentu Anda sudah mulai mengenali penyakit ini bukan? Hal tersebut menjadi pertanda baik karena kini Anda akan memiliki kewaspadaan yang lebih baik dengan informasi yang Anda dapatkan. Selanjutnya, untuk mengenali gejala dari kedua jenis diabetes ini, Anda bisa menyimaknya di bawah ini sebab secara umum keduanya menunjukkan gejala diabetes yang serupa.

  • Sering merasa haus atau terasa sangat lapar
  • Buang air kecil dalam intensitas yang sering, terutama pada saat malam hari
  • Terjadinya penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Terjadinya penurunan massa otot
  • Pandangan menjadi terasa kabur
  • Urine yang dikeluarkan mengandung keton
  • Tubuh menjadi mudah lelah dan lemas, cenderung terasa tidak bertenaga
  • Luka luar yang terjadi menjadi lebih sulit sembuh
  • Cenderung mudah mengalami infeksi di gusi, kulit, vagina, bahkan saluran kemih

Selain gejala-gejala umum yang dijumpai tersebut, ada pula gejala lain yang muncul dan dapat dialami oleh penderita diabetes, misalnya mulut kering, gatal di bagian kulit, terjadinya disfungsi ereksi, muncul rasa terbakar dan nyeri pada kaki, terjadinya hipoglikemia setelah makan, muncul bercak hitam di leher, ketiak, atau selangkangan akibat resistensi insulin.

Selain gejala di atas, gejala diabetes juga bisa dibagi menjadi beberapa tipe diabetes itu sendiri. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa gejala khas diabetes yang bisa dialami orang dewasa hingga anak-anak:

1. Gejala khas diabetes tipe 1

Ada beberapa gejala yang menjadi ciri-ciri seseorang mengidap penyakit diabetes tipe 1. Berikut adalah ciri-ciri diabetes tipe 1 dan disertai komplikasinya yang dilansir dari Siloam Hospitals:

  • Sering buang air kecil
  • Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas
  • Mudah lapar dan haus
  • Muncul gejala gagal ginjal
  • Gangguan penglihatan, bisa rabun atau bahkan buta
  • Mudah lelah
  • Luka pada kulit cenderung sembuh dalam kurun waktu lama
  • Gatal di area sekitar alat kelamin

2. Gejala khas diabetes tipe 2

Banyak pengidap diabetes tidak menyadari jika mereka terkena penyakit. Umumnya penyakit baru disadari ketika sejumlah gejala berikut ini muncul. Dilansir dari Halodoc, berikut beberapa gejala khas diabetes tipe 2 yang perlu diwaspadai:

  • Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Merasa haus sepanjang waktu.
  • Merasa sangat lelah.
  • Sering merasa lapar.
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba.
  • Gatal di sekitar kelamin.
  • Sariawan berulang kali.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Penglihatan kabur.
  • Mudah terserang infeksi.
  • Nyeri atau mati rasa pada kaki dan tangan.
  • Kesemutan.

3. Gejala khas diabetes gestasional pada ibu hamil

Umumnya diabetes gestasional tidak memiliki gejala apapun. Namun, riwayat kesehatan ibu dan adanya faktor risiko membuat Anda harus melakukan skrining diabetes gestasional. Sebagian besar kasus hanya ditemukan ketika kadar gula darah diuji selama skrining untuk diabetes gestasional.

Beberapa wanita mungkin mengalami gejala jika kadar gula darah terlalu tinggi  (hiperglikemia), meliputi:

  • Rasa haus yang meningkat 
  • Perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya
  • Mulut kering
  • Kelelahan

Tetapi beberapa gejala ini umum terjadi selama kehamilan dan belum tentu merupakan tanda diabetes gestasional. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan jika Anda khawatir dengan gejala yang dialami.

4. Gejala khas diabetes pada anak

Gejala diabetes pada anak tidak berbeda dengan yang menyasar orang dewasa. Namun, terdapat gejala khas penyakit diabetes pada anak terutama tipe 1 dan tipe 2 yang perlu orang tua ketahui. Dilansir dari Halodoc, berikut gejala khas diabetes pada anak yang perlu diperhatikan orang tua.

a. Diabetes tipe 1

Tanda dan gejala penyakit gula tipe 1 pada anak biasanya berkembang dengan cepat, dan mungkin termasuk:

  • Meningkatnya rasa haus.
  • Sering buang air kecil, mungkin mengompol pada anak yang terlatih menggunakan toilet.
  • Rasa lapar yang ekstrim.
  • Adanya penurunan berat badan secara drastis.
  • Kelelahan.
  • Iritabilitas atau perubahan perilaku.
  • Nafas berbau buah.

Pada anak dengan penyakit diabetes tipe 1, pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Padahal, insulin berfungsi mengubah gula menjadi energi dan mendistribusikannya ke sel-sel tubuh. Ketika tubuh tidak menemukan sumber energi, tubuh akan mengambil energi dari lemak atau otot. Akibatnya, berat badan anak yang mengalami penyakit gula tipe 1 dapat menurun drastis.

Anak yang mengidap penyakit gula bisa mengompol walau awalnya tidak mengompol. Ketika hal ini terjadi, orang tua perlu mencurigai kalau ini adalah indikasi penyakit diabetes.

b. Diabetes tipe 2

Penyakit gula tipe 2 pada anak-anak dapat berkembang secara bertahap sehingga tidak ada gejala yang terlihat. Terkadang gangguan tersebut dapat terdiagnosis selama pemeriksaan rutin. Namun, beberapa anak mungkin mengalami tanda dan gejala ini akibat terlalu banyak gula dalam aliran darahnya:

  • Meningkatnya rasa haus.
  • Sering buang air kecil.
  • Meningkatnya rasa lapar.
  • Kelelahan.
  • Penglihatan kabur.
  • Area kulit yang gelap, paling sering di sekitar leher atau di ketiak dan selangkangan.
  • Penurunan berat badan yang terjadi secara drastis. Meski demikian, hal ini lebih jarang terjadi pada anak dengan penyakit diabetes tipe 2.
  • Anak sering mengalami infeksi.

Dengan mengenali gejala-gejala di atas, Anda bisa lekas mendeteksi gejala awal diabetes ini. Meski demikian, deteksi awal diabetes cukup sulit dilakukan sebab gejalanya terbilang ringan dan terjadi dalam waktu yang panjang.

 

Pengobatan untuk penyakit diabetes

Terdapat dua jenis pengobatan utama yang bisa ditempuh untuk penderita diabetes, yaitu dengan obat-obatan sesuai resep dokter dan perubahan pola hidup yang disiplin dan lebih sehat.

1. Pengobatan medis

Pengobatan dapat diberikan dengan terapi insulin guna melakukan pengaturan kadar gula darah setiap hari. Insulin ini dapat diberikan dengan suntikan yang kadar serta caranya akan ditentukan oleh dokter setelah pemeriksaan.

Jika penderita telah mencapai tahap yang berat, dokter mungkin akan memberikan rekomendasi untuk melakukan prosedur transplantasi dengan mengganti pankreas yang rusak. Pada prosedur yang berhasil, terapi insulin tidak lagi diperlukan namun diganti dengan konsumsi obat imunosupresif rutin.

Untuk diabetes tipe 2, obat yang akan diberikan adalah metformin yang berfungsi menurunkan produksi glukosa dari hati dan membantu tubuh mengolah insulin secara efektif. Beberapa vitamin pendukung juga akan diberikan, sesuai dengan keluhan yang dirasakan.

2. Memperbaiki pola hidup

Perubahan gaya hidup juga wajib dilakukan agar tubuh menjadi lebih sehat. Mulai dari konsumsi buah dan sayur yang lebih banyak, asupan protein dari berbagai sumber, mengurangi kadar kalori dan lemak dalam makanan, hingga mengganti sumber gula yang dikonsumsi. 

Pola Hidup Sehat Adalah Salah Satu Cara Ampuh Mengobati Diabetes

Jelas hal ini membutuhkan kedisiplinan yang tinggi agar bisa terus dilakukan. Godaan terbesar dari penyembuhan diabetes terletak pada asupan makanan yang sering kali kurang dapat dikontrol.

Memahami lebih jauh mengenai penyakit ini, mulai dari gejala diabetes hingga pengobatannya, merupakan langkah awal yang paling tepat untuk mempersiapkan diri. Tentu saja memiliki asuransi kesehatan yang handal akan jadi langkah pendukung yang sangat direkomendasikan, misalnya memiliki asuransi kesehatan dari AXA Mandiri.

AXA Mandiri merupakan salah satu perusahaan asuransi yang memiliki produk asuransi kesehatan bagi Anda untuk mencegah risiko financial akibat berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan di masa depan. Asuransi kesehatan dari AXA Mandiri juga dapat membantu Anda dalam menghadapi risiko keuangan akibat berbagai penyakit kritis, seperti penyakit jantung.

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai produk asuransi AXA Mandiri yang sesuai kebutuhan Anda dan keluarga, segera kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri dengan mengunjungi Kantor Cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Indonesia terdekat atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.halodoc.com/artikel/kenali-perbedaan-prediabetes-dan-diabetes
  • https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/5/yuk-mengenal-apa-itu-penyakit-diabetes-melitus-dm
  • https://www.alodokter.com/diabetes
  • https://mandayahospitalgroup.com/condition-treatment/mengenal-diabetes-melitus/
  • https://www.mitrakeluarga.com/artikel/diabetes-gestasional
  • https://www.halodoc.com/artikel/tengah-ramai-ini-gejala-khas-diabetes-pada-anak
  • https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/diabetes-tipe-1
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/diabetes-tipe-2