Aset Penerbit

Aset Penerbit

null Inklusi di Bandung Barat
Corporate Responsibility

Konsep Triple Bottom Line dan strategi bisnis yang Anda padukan akhirnya berhasil membuat bisnis menuai sukses. Hanya selangkah lagi mencapai tujuan Anda untuk membuat bisnis yang dijalankan berkelanjutan, dan legacy adalah kunci untuk melengkapi hal tersebut.

Legacy yang akan Anda siapkan bukan hanya berupa bentuk fisik, seperti properti, investasi, emas atau perusahaan. Legacy ini juga berarti ilmu, karya hingga strategi bisnis Anda yang kini telah menuai sukses.

Makanya, menurut CEO & Chief Financial Planner ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie yang dikutip oleh Kontan, perencanaan keuangan harusnya meliputi 3 alasan, yaitu diri sendiri, keluarga dan legacy.  Bahkan, Budi Raharjo, Managing Partner One Consulting yang juga pengajar program Certified Financial Planner (CFP) di Universitas Bina Nusantara, menyarankan perencanaan warisan sebaiknya Anda lakukan saat masih berada di usia produktif, antara umur 40 tahun sampai 45 tahun.

Alasan kuat mempersiapkan legacy adalah kematian yang tak bisa diprediksi. Sehingga ketika risiko kematian tersebut datang, jangan sampai kekayaan yang Anda miliki menjadi sumber konflik keluarga. Selain itu, legacy akan memperjelas apakah bisnis akan dikelola oleh ahli waris. Dengan demikian, kinerja bisnis tidak menurun karena ada perbedaan visi dan misi ahli waris dengan rekanan bisnis.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan jika perencanaan legacy diperlukan sebagai antisipasi jika harta kekayaan tidak hanya berada di dalam negeri, tapi tersebar di luar negeri yang memiliki sistem hukum berbeda. Sehingga, Anda bisa menyiapkan jauh-jauh hari segala syarat yang diperlukan, agar harta Anda di luar negeri tetap bisa dinikmati oleh ahli waris.

Menentukan legacy
Merencanakan legacy tak harus berupa tanah, properti, tabungan atau deposito. Karena ada beberapa jenis legacy bukan uang yang dapat diturunkan ke ahli waris, misalnya adalah investasi dan asuransi.

Investasi yang dapat menjadi legacy salah satu jenisnya adalah reksa dana. Sama seperti bentuk legacy lainnya, sebelum berencana untuk menjadikan reksa dana sebagai legacy, kuncinya ada di surat wasiat yang kita buat.

Sehingga saat ahli waris Anda ingin mengklaim legacy berupa investasi tersebut cukup menunjukkan dokumen surat wasiat tersebut atau akta testamen, serta dokumen kematian pada pihak manajer investasi. Nantinya, pihak ahli waris dapat memiliki reksadana ini dalam bentuk tunai maupun tetap dalam bentuk investasi.

Selanjutnya adalah asuransi, seperti tujuannya asuransi memang untuk melindungi. Sebagai bentuk legacy, asuransi akan melindungi kelangsungan hidup keluarga Anda. Manfaat asuransi yang akan dibayarkan ketika tertanggung mengalami risiko berupa kematian, akan sangat membantu ahli waris sekaligus menjamin mereka melanjutkan hidup. Untuk itu saat kita ingin menjadikan asuransi sebagai legacy, pastikan nama ahli waris sama dengan yang dicantumkan dalam surat wasiat agar tidak terjadi sengketa.

Jadi, jika saat ini Anda berencana untuk menyiapkan legacy, pastikan fokus dan berkonsentrasi penuh dikarenakan banyak pertimbangan yang harus dipikirikan secara matang. Selain harus memikirkan masa depan orang tersayang, perencanaan legacy juga harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

*Berbagai sumber

Terkait Aset