Aset Penerbit

Aset Penerbit

null Mengenal Vaksin Hepatitis Lebih Dekat, Pahami Jenis dan Efek Sampingnya!
Inspirasi

Penularan virus hepatitis masih menjadi perhatian besar di dunia kesehatan Indonesia. Hal ini lantaran jumlah penderitanya yang masih cukup banyak dan risiko yang diakibatkan oleh virus ini juga tidak bisa dibilang ringan. Oleh karena itu, pemberian vaksin hepatitis kemudian jadi langkah awal yang tepat untuk mencegah jumlah penderitanya semakin bertambah.

Vaksin hepatitis sendiri dapat membantu tubuh memiliki kekebalan pada virus hepatitis yang mungkin menyerang. Dampak dari virus ini cukup serius, mulai dari sirosis, kanker hati, hingga gagal hati. Oleh karena itu virus ini harus ditangani dengan cepat dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hingga saat ini, telah tersedia sedikitnya dua vaksin dari lima jenis virus hepatitis yang ada.

Jenis vaksin hepatitis yang tersedia

Mengacu pada situs hellosehat.com, setidaknya ada lima macam virus hepatitis yang terdeteksi hingga saat ini. Virus tersebut kemudian digolongkan dengan kode huruf, yakni hepatitis A hingga hepatitis E. Hingga artikel ini ditulis, vaksin yang tersedia adalah untuk hepatitis A dan hepatitis B. Untuk hepatitis C, vaksinnya masih terus dikembangkan dan masih pada tahap penelitian. Sedangkan untuk hepatitis D dan hepatitis E, belum tersedia vaksin yang dapat digunakan sehingga penerapan langkah pencegahan menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan.

1. Vaksin hepatitis A

Vaksin ini diberikan untuk menangkal penularan hepatitis A yang cenderung tinggi. Virus hepatitis A mudah berpindah dari satu orang ke orang lain melalui konsumsi makanan dan minuman, serta melalui hubungan seksual.

2. Vaksin hepatitis B

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penularan virus hepatitis B yang menyebabkan gejala ringan hingga berat dan berlangsung cukup lama. Terdapat antigen HBV yang diserap dalam aluminium hidroksida yang akan mengaktifkan bagian sel T pada sistem imun tubuh sehingga dapat mengendalikan perkembangan virus hepatitis B.

3. Vaksin hepatitis C

Hingga saat ini, vaksin hepatitis C belum ditemukan dan masih dalam tahap penelitian. Hal ini telah dilakukan selama 30 tahun terakhir, sejak pertama kali jenis virus ini ditemukan. Vaksin ini lebih sulit dikembangkan karena virus hepatitis C lebih bervariasi dibandingkan hepatitis A dan B. selain itu, keterbatasan uji coba pada hewan juga menjadi hambatan dalam pengembangannya.

4. Vaksin hepatitis D dan E

Hepatitis D menjadi salah satu penyakit yang cukup jarang terjadi. Jenis ini hanya terjadi pada orang yang telah terinfeksi hepatitis B. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah pencegahan dan mendapatkan vaksin hepatitis B.

Sedangkan untuk hepatitis E adalah penyakit berjenis zoonosis yang menjadi ancaman untuk banyak kalangan masyarakat. Hingga saat ini, vaksin untuk jenis hepatitis E hanya tersedia di Tiongkok yang dikembangkan dan disetujui terbatas di wilayah tersebut saja.

 

Lebih dalam mengenai vaksin hepatitis A

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, vaksin hepatitis A merupakan vaksin yang diberikan dengan tujuan untuk menghambat penyakit ini menyebar di masyarakat karena dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi.

Cara penyebaran virus ini beragam, mulai dari konsumsi makanan dan minuman, hubungan seksual, hingga paparan feses yang terkontaminasi virus tersebut. Langkah pencegahan jelas perlu dilakukan, namun vaksinasi menjadi hal yang wajib agar seorang tidak tertular penyakit hepatitis A.

Kapan vaksin hepatitis diberikan?

Sesuai anjuran WHO, vaksin hepatitis A diberikan pada bayi berumur 1 tahun atau lebih. Vaksin ini diberikan sebanyak dua kali, yakni ketika usia anak 12 dan 23 bulan. Setiap kali vaksin diberikan pada dosis 0,5 milliliter, sebelum anak berusia 15 tahun.

Jika ketika anak-anak belum sempat menerima vaksin ini, maka pada saat dewasa masih dapat memperoleh vaksinnya. Hanya saja, dosis yang diberikan pada setiap kali vaksin adalah 1 mililiter, dengan rentang waktu 6 bulan antara vaksin pertama dan kedua.

Pemberian Vaksin Hepatitis

Efek samping yang sering muncul akibat vaksin hepatitis

Dilansir pada artikel dari situs resmi Primaya Hospital, beberapa efek samping bisa saja muncul ketika seseorang menerima vaksin ini. Reaksi paling umum adalah rasa nyeri, memerah, atau bengkak pada area yang disuntik. Laporan lain menunjukkan adanya gejala sakit kepala, demam, serta kehilangan nafsu makan setelah menerima vaksin.

Selama efek samping yang dirasakan tidak mengganggu, maka seorang hanya perlu istirahat. Namun ketika sudah sampai tahap yang mengganggu dan dirasa berat, memeriksakan diri ke dokter bisa menjadi solusi terbaik untuk mengetahui kondisi terkini.

Siapa yang perlu diberikan vaksin hepatitis A?

Sedikitnya terdapat tiga kelompok yang wajib mendapatkan vaksin tersebut, seperti yang dilansir dalam situs halodoc.com berikut:

  1. Anak balita - Ditetapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin hepatitis A menjadi salah satu imunisasi dasar yang wajib diberikan pada anak-anak. Vaksin diberikan setelah anak berusia 2 tahun dalam dua dosis, dengan rentang waktu 6 hingga 12 bulan.
  2. Wisatawan yang akan berkunjung ke area tertentu - Untuk wisatawan yang hendak berkunjung ke negara atau kota yang memiliki kasus hepatitis A tinggi, maka vaksin juga idealnya diberikan. Sebagai perlindungan tambahan, orang dewasa yang mengidap gangguan imunitas atau penyakit hati kronis juga disarankan mendapatkan suntikan imunoglobulin.
  3. Orang yang mudah terkena hepatitis A - Orang-orang ini adalah pengidap penyakit hati kronis, pria yang berhubungan intim dengan sesama jenis, dan pengguna obat terlarang.

Pemahaman yang tepat pada vaksin hepatitis A dapat memberikan perlindungan yang baik pada Anda dan orang yang Anda sayangi. Jelas, pemberian dosis yang benar juga wajib dilakukan sehingga perlindungan bisa muncul dari imunitas seseorang.

Sebagai tambahan yang diperlukan untuk mencegah risiko finansial yang mungkin muncul akibat terkena hepatitis A, Anda juga dapat melindungi diri dengan produk Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis dari AXA Mandiri. Asuransi ini cocok untuk Anda yang tinggal di wilayah tropis karena selain hepatitis A, asuransi ini juga akan memberikan manfaat tunai jika terkena penyakit tropis seperti campak, chikungunya, demam berdarah, hepatitis A, malaria, tifus, dan Zika.

Dengan Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis, Anda tidak lagi perlu mencemaskan biaya rawat inap yang diperlukan saat proses perawatan dan penyembuhan jika terkena penyakit hepatitis A. Selain itu, asuransi ini juga memiliki wilayah perlindungan luas yang menjangkau negara-negara ASEAN. Dengan berbagai manfaat tersebut, produk asuransi ini dapat menjadi solusi finansial untuk menghadapi penyakit hepatitis A. Jadi secara praktis Anda dapat fokus pada proses penyembuhan dan tidak perlu mencemaskan biaya yang diperlukan untuk pengobatan saat hepatitis A menyerang di masa datang.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Asuransi MAndiri Proteksi Penyakit Tropis, Anda dapat mengakses website resmi AXA Mandiri, atau dengan menghubungi contact center AXA Mandiri 1500803. Dapatkan proteksi asuransi untuk Anda dan seluruh anggota keluarga dari AXA Mandiri untuk berbagai risiko yang mungkin muncul di masa depan!

 

Sumber: 

  • https://hellosehat.com/pencernaan/hati/vaksin-hepatitis/
  • https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-fakta-lengkap-mengenai-vaksin-hepatitis-a
  • https://primayahospital.com/anak/imunisasi-hepatitis-a/
  • https://surakarta.go.id/?p=24594#:~:text=Akan%20tetapi%2C%20sejauh%20ini%20baru,anak%20berusia%20dibawah%205%20tahun