Aset Penerbit

Aset Penerbit

Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Leukemia

Inspirasi

Leukemia adalah kondisi ketika tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih atau leukosit yang abnormal. Penyakit ini dapat dialami oleh siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Ada beberapa faktor yang menyebabkan leukemia, mulai dari genetik hingga kelainan kromosom. Selain itu, leukemia juga bisa dipicu oleh faktor lingkungan, radiasi, sering terpapar bahan kimia, obat-obatan, infeksi virus.

 

Apa itu leukemia

Dilansir dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, leukemia adalah jenis kanker darah dengan manifestasi pada hemoglobin, leukosit, dan trombosit. Leukemia merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak. Tetapi sebagian besar anak-anak dan remaja yang dirawat karena leukemia sembuh dari penyakit tersebut.

Gejala utama dari leukemia tergantung jenisnya. Sebagian besar pasien dengan jenis leukemia yang lambat berkembang cenderung tidak bergejala. Namun pada jenis yang cepat berkembang memiliki gejala-gejala seperti kelelahan, mudah terinfeksi, mudah berdarah, dan sebagainya. 

Dilansir dari Halodoc, berikut ini beberapa jenis penyakit leukemia:

  1. Leukemia limfoblastik akut (ALL), yang memengaruhi limfosit (sejenis sel darah putih). Ini adalah jenis leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak dan dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan sistem saraf pusat.
  2. Leukemia myeloid akut (AML), yang memengaruhi sel blast (sel darah putih yang belum matang). Ini merupakan jenis leukemia anak paling umum kedua dan salah satu bentuk paling umum untuk orang dewasa.
  3. Leukemia myelogenous kronis (CML). Jenis ini mungkin tidak menimbulkan gejala yang signifikan dan mungkin tidak terdiagnosis sampai dilakukannya tes darah rutin. Orang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi untuk jenis leukemia satu ini.
  4. Leukemia limfositik kronis (CLL). Ini adalah bentuk yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Beberapa jenis CLL akan stabil selama bertahun-tahun dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, pada kasus lain, tubuh tidak dapat membuat sel darah normal sehingga memerlukan perawatan.

 

Penyebab leukemia

Leukemia disebabkan oleh kelainan pada sel darah putih yang membuatnya tumbuh secara tidak terkendali. Belum diketahui secara pasti kenapa hal tersebut terjadi, namun ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terkena leukemia. Dilansir dari Alodokter, berikut ini beberapa penyebab leukemia:

  • Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukemia
  • Menderita kelainan genetika, seperti down syndrome
  • Menderita kelainan darah, seperti sindrom mielodisplasia
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Pernah menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi atau radioterapi
  • Bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia, seperti benzena

 

Gejala leukemia

Pada awalnya, leukemia seringkali tidak menimbulkan tanda-tanda. Biasanya, gejala baru muncul ketika sel kanker sudah semakin berkembang dan mulai menyerang sel tubuh. Gejala yang muncul pun bervariasi tergantung jenis leukemia yang diderita.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa gejala umum leukemia yang sering dialami penderitanya:

  • Demam dan menggigil
  • Kulit pucat
  • Lelah yang tidak hilang meski sudah beristirahat
  • Berat badan turun drastis
  • Mengalami gejala anemia
  • Muncul bintik-bintik merah di kulit.
  • Mimisan
  • Tubuh mudah memar dan berdarah
  • Keringat berlebihan (terutama pada malam hari)
  • Mudah terkena infeksi
  • Muncul benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Perut terasa tidak nyaman akibat organ hati dan limpa membengkak 

Gejala Leukemia

Gejala yang lebih berat dapat muncul apabila sel kanker menyumbat pembuluh darah di organ tertentu. Berikut gejala lain yang dapat muncul ketika terjadi penymbatan pembuluh darah:

  • Kejang
  • Sakit kepala hebat
  • Linglung
  • Kehilangan kendali otot
  • Mual dan muntah
  • Nyeri tulang

 

Pengobatan leukemia

Dokter spesialis hematologi onkologi (spesialis darah dan kanker) akan menentukan metode pengobatan berdasarkan jenis leukemia dan kondisi pasien secara keseluruhan. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi leukemia yang dilansir dari Alodokter:

  1. Kemoterapi, metode pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat yang diberikan dapat berbentuk tablet minum atau suntik infus, misalnya cytarabine atau fludarabine.
  2. Terapi imun atau imunoterapi, pemberian obat untuk meningkatkan sistem imun tubuh dan membantu tubuh melawan sel kanker. Jenis obat-obatan yang digunakan misalnya interferon.
  3. Terapi target, penggunaan obat-obatan untuk menghambat produksi protein yang digunakan sel kanker untuk berkembang. Misalnya nilotinib, imatinib, atau dasatinib.
  4. Radioterapi, prosedur untuk menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi berkekuatan tinggi.
  5. Transplantasi sumsum tulang, prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat.

Terkadang  operasi juga dilakukan untuk mengangkat organ limpa (splenectomy) yang membesar. Organ limpa yang membesar dapat memperburuk gejala leukemia yang dialami pasien.

 

Pencegahan leukemia

Hingga saat ini, belum ada cara khusus yang ditujukan untuk mencegah terjadinya leukemia. Namun, Anda bisa menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko leukemia. Dilansir dari Siloam Hospitals, berikut ini adalah beberapa rekomendasi pola hidup sehat yang membantu Anda menurunkan risiko penyakit leukemia:

  • Olahraga secara teratur.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
  • Menghindari radiasi sinar-X yang tidak perlu.
  • Memeriksakan kesehatan secara rutin untuk deteksi kanker sejak dini, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker.
  • Menggunakan pelindung saat bekerja di lingkungan yang menyebabkan tubuh terpapar zat kimia pemicu leukemia.
  • Segera memeriksakan diri ke dokter apabila merasakan perubahan atau gejala tertentu pada tubuh yang mengarah pada kecurigaan leukemia.

Selain menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko penyakit leukemia, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk mendaftarkan diri ke dalam asuransi untuk mencegah terjadinya risiko keuangan akibat penyakit leukemia atau jenis kanker lainnya. Apalagi pengobatan berbagai jenis kanker, termasuk leukemia, tidak bisa dikatakan murah dan membutuhkan beberapa kali kunjungan ke dokter. Oleh karena itu dibutuhkan juga asuransi yang dapat memberikan manfaat tunai untuk mencegah risiko keuangan yang mungkin terjadi di masa depan karena menjalani proses pengobatan leukemia.

Anda bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi penyakit kritis, khususnya yang memberikan manfaat penggantian biaya pengobatan akibat berbagai penyakit kanker seperti Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini. Mulai dari Rp1.500.000 per tahun, Anda sudah bisa mendapatkan perlindungan dari 30 jenis penyakit kanker seperti kanker serviks, kanker lambung, kanker kulit, kanker ovarium, kanker prostat, dan masih banyak lagi.

Untuk mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini, silakan langsung kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri dengan mengunjungi Kantor Cabang Bank Mandiri terdekat atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.mitrakeluarga.com/artikel/leukemia
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/leukemia
  • https://www.alodokter.com/leukemia
  • https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/apa-itu-leukemia#mcetoc_1h8bmkihd40