Aset Penerbit

Aset Penerbit

null Ketahui Biaya Medical Check Up Beserta Jenis dan Prosedurnya
Inspirasi

Besarnya biaya medical check up seringkali membuat banyak orang urung menjalaninya. Padahal, meski terlihat mahal, biaya medical check up bisa dianggap terjangkau jika dibandingkan biaya yang harus Anda keluarkan ketika melakukan perawatan penyakit kronis atau kritis. Selain itu, medical check up inilah yang dapat membantu Anda mencegah terkena penyakit kronis atau kritis di kemudian hari.

Dilansir dari Gramedia, medical check up adalah pemeriksaan rutin yang bersifat preventif untuk mengetahui potensi penyakit di dalam tubuh. Berbeda dari pemeriksaan dokter pada umumnya, Anda tidak harus menunggu hingga sakit untuk menjalani medical check up. Dengan rutin melakukan medical check up inilah Anda bisa mencegah risiko penyakit dan segera  mendapatkan perawatan ketika ditemukan penyakit di dalam tubuh.

Untuk melakukan medical check up, Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan atau paket lengkap. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis terlebih dahulu untuk mengetahui pemeriksaan yang sebaiknya dijalani.

 

Tujuan medical check up

Sebelum membahas mengenai biaya medical check up, mari pahami terlebih dulu tujuan dilakukannya medical check up. Perlu diketahui bahwa medical check up dapat membantu menentukan status kesehatan secara keseluruhan, dan memberikan Anda kesempatan untuk berbicara dengan dokter tentang keluhan atau gejala yang mungkin dialami.

Dilansir dari Halodoc, ada beberapa tujuan dilakukannya medical check up secara rutin yaitu:

  • Memeriksa kemungkinan penyakit sehingga dapat dilakukan perawatan atau pengobatan lebih awal.
  • Mengidentifikasi masalah yang mungkin menjadi masalah medis di masa depan.
  • Memperbarui imunisasi yang diperlukan.
  • Melacak setiap perubahan dalam kesehatan fisik.
  • Menentukan apakah tes lebih lanjut dibutuhkan.
  • Sebagai pemeriksaan awal sebelum operasi atau prosedur pengobatan medis lain.

Medical check up juga menjadi salah satu cara terbaik untuk memeriksa kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah. Ketiga kondisi tersebut seringkali tinggi tanpa disadari atau muncul tanpa gejala saat kondisi tinggi. Dengan pemeriksaan rutin, Anda dapat mengobati kondisi ini sebelum menjadi lebih parah di kemudian hari.

 

Jenis medical check up

Jenis medical check up biasanya dilakukan sesuai kebutuhan. Sebelum melakukan berbagai pemeriksaan, petugas medis umumnya memulai dengan mengukur tinggi dan berat badan. Setelah itu, barulah Anda akan mendapatkan pemeriksaan sesuai kebutuhan. Dilansir dari Halodoc, berikut beberapa jenis medical check up yang bisa Anda lakukan.

1. Pemeriksaan fungsi jantung (Ekokardiografi/EKG)

Ekokardiografi (EKG) merupakan salah satu medical check up yang dilakukan untuk memeriksa kondisi, struktur, dan fungsi jantung. 

2. Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan sinar X untuk memeriksa adanya penyakit lewat foto atau gambar. Beberapa penyakit yang bisa diketahui melalui pemeriksaan ini adalah kanker, tumor, penyakit jantung, stroke, kelainan paru, serta gangguan tulang dan sendi.

3. Pemeriksaan laboratorium

Ada beberapa jenis tes yang bisa dilakukan dalam pemeriksaan laboratorium, yaitu:

  • Hematologi: dilakukan dengan memeriksa kualitas dan kuantitas dari sel darah merah, sel putih, trombosit, dan hal-hal lain seputar darah.
  • Urine: dilakukan dengan memeriksa warna, pH, protein/albumin, gula, bilirubin, dan darah.
  • Feses: dilakukan dengan memeriksa warna dan konsistensi feses atau tinja.

4. Cek kolesterol

Cek kolesterol juga termasuk salah satu pemeriksaan penting dalam medical check up sebab kolesterol tinggi menjadi pemicu berbagai masalah serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Kadar kolesterol dikatakan normal di bawah 200 mg/dL. 

5. Tes kadar gula darah

Tes ini dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam sebelumnya. Kadar gula darah normal adalah 70-100 mg/dL. Jika kadarnya 100-125 mg/dL, dapat dikatakan bahwa Anda berada pada kondisi pra diabetes. Sedangkan jika kadar gula darah lebih dari 126 mg/dL, Anda dinyatakan mengalami diabetes.

6. Pemeriksaan fungsi hati

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek kadar enzim dan protein dari sampel darah yang diambil untuk mendeteksi dan memantau perkembangan penyakit liver, menilai efektivitas dan memantau efek samping pengobatan, serta memeriksa seberapa parah kerusakan hati.

7. Cek fungsi ginjal

Dalam tes ini, ada beberapa hal yang perlu diperiksa seperti:

  • Ureum atau blood urea nitrogen (BUN) untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah.
  • Tes urine untuk mendeteksi adanya protein atau darah dalam urine. 
  • Laju filtrasi glomerulus untuk melihat kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam tubuh.
  • Kreatinin darah untuk menentukan kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin adalah zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang melalui ginjal.

 

Prosedur medical check up

Ketika melakukan medical check up, tentu ada beberapa prosedur yang akan Anda jalani. Menurut Detik.com, berikut beberapa prosedur yang akan Anda lewati

1. Pemeriksaan riwayat kesehatan

Prosedur pertama yang harus Anda lewati adalah melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan. Anda akan melakukan tanya jawab dengan dokter mengenai keluhan kesehatan serta riwayat kesehatan keluarga. Dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gaya hidup seperti intensitas olahraga, kebiasaan merokok, hingga konsumsi minuman beralkohol.

2. Pemeriksaan tanda vital

Pemeriksaan ini akan meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut jantung, frekuensi pernapasan, dan suhu tubuh. Berikut hasil normal dalam pemeriksaan tanda vital.

  • Frekuensi denyut jantung normal berada di kisaran adalah 60-100 kali per menit.
  • Frekuensi pernapasan normal berada di sekitaran 16-20 kali per menit.
  • Suhu tubuh normal berkisar di 36-37 derajat Celcius.
  • Tekanan darah normalnya berada di angka 90/60-120/80 mmHg.

Pemeriksaan Tanda Vital Dalam Medical Check Up

3. Pemeriksaan fisik

Biasanya, pemeriksaan ini akan dimulai dari pemeriksaan tinggi dan berat badan. Kemudian dokter akan memeriksa kondisi fisik, mulai dari kepala hingga kaki. Berikut beberapa pemeriksaan fisik yang biasanya dilakukan dokter dalam prosedur medical check up.

  • Kondisi kulit, rambut, kuku, serta menekan bagian tubuh tertentu.
  • Memeriksa bagian mata, hidung, telinga, hingga bagian organ dalam.
  • Memeriksa kekuatan otot sehingga pasien perlu melakukan gerakan tertentu sesuai arahan.
  • Pada pasien pria, dokter akan melihat kondisi penis dan testis untuk melihat adanya infeksi, peradangan, perubahan ukuran, ataupun gangguan lainnya. Untuk memeriksa prostat, dokter juga akan melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi ada tidaknya pembesaran ukuran kelenjar prostat.
  • Pada pasien wanita, dokter akan memeriksa organ panggul yang meliputi vagina, vulva, serviks, ovarium, dan rahim. Kemudian, dokter juga akan mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan di area sekitar payudara.

4. Pemeriksaan penunjang

Berikut beberapa pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan dokter dalam proses medical check up.

  • Pemeriksaan laboratorium untuk mengambil sampel darah, urine, atau tinja.
  • Pemeriksaan pencitraan seperti USG dan foto Rontgen.
  • Pemeriksaan rekam jantung untuk merekam aktivitas pada jantung dengan menggunakan elektroda kecil yang ditempelkan ke tubuh.
  • Pap smear dilakukan bagi pasien wanita berusia 21 tahun ke atas dan telah pernah berhubungan seksual, pap smear disarankan untuk dilakukan setiap 3 tahun untuk mendeteksi dini kanker serviks.

 

Persiapan sebelum medical check up

Sebelum melakukan medical check up, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebagai persiapan, yaitu: 

  1. Menulis atau membawa daftar obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat bebas dan suplemen herbal apapun
  2. Daftar gejala atau rasa sakit yang pernah atau sedang dialami
  3. Hasil dari tes terbaru atau yang relevan
  4. Daftar riwayat medis dan bedah
  5. Nama dan informasi kontak untuk dokter lain yang mungkin ditemui baru-baru ini
  6. Catatan pertanyaan yang ingin ditanyakan pada dokter

Dokter atau petugas medis biasanya akan menginformasikan sebelumnya jika perlu berpuasa. Misalnya jika akan menjalani tes kadar gula darah, Anda akan diminta puasa minimal 8 jam. Jika merasa tidak yakin, tanyakan pada petugas medis, rumah sakit, atau laboratorium tempat medical check up.

Persiapan Sebelum Medical Check Up

Pastikan juga untuk menggunakan  pakaian yang nyaman dan mudah dibuka untuk menjalani pemeriksaan. Hindari penggunaan perhiasan, riasan, atau aksesori lain yang berlebihan agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan.

 

Biaya medical check up

Biaya medical check up tergantung pada rumah sakit maupun laboratorium yang Anda pilih. Selain itu, fasilitas kesehatan biasanya juga akan menanyakan tujuan Anda menjalani skrining kesehatan. Hal ini dikarenakan ada beberapa tes yang direkomendasikan untuk setiap tujuan. Misalnya ketika Anda ingin melakukan medical check up pranikah, maka petugas medis bisa merekomendasikan skrining dengan pemeriksaan TORCH maupun pemeriksaan sperma.

Sebagai acuan, Anda dapat melihat daftar biaya medical check up standar pemerintah yang tercantum lewat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.05/2014 adalah sebagai berikut.

  1. Paket dasar Rp757.000
  2. Paket pegawai Rp262.000
  3. Paket tenaga kerja Indonesia Rp711.000
  4. Paket eksekutif pria Rp1.664.000
  5. Paket eksekutif wanita Rp1.926.000
  6. Paket medical check up 100% dasar Rp349.000
  7. Paket medical check up 100% lengkap Rp471.000
  8. Biaya medical check up pranikah Rp328.000/orang.
  9. Biaya medical check up pranikah (dengan pemeriksaan TORCH wanita) Rp2.019.000
  10. Biaya medical check up pranikah (dengan pemeriksaan sperma pria) Rp414.000
  11. Biaya medical check up tes jantung Rp946.000

Anda perlu mengetahui rincian tindakan dalam paket biaya medical check up tersebut. Jika hanya ingin menjalani skrining penyakit tertentu, misalnya pada payudara atau paru-paru, maka Anda bisa saja hanya meminta tindakan yang spesifik, seperti:

  • Foto thorax Rp96.000/tindakan
  • USG Abonemen Rp280.000/tindakan
  • USG Mammae Rp188.000/tindakan
  • Treadmill test Rp300.000/tindakan
  • Audiometri Rp61.000/tindakan
  • Spirometri Rp131.000/tindakan
  • Tonometri Rp40.000/tindakan

Pemeriksaan dalam medical check up juga bisa bertambah sesuai kondisi atau usia. Misalnya dokter akan menyarankan pemeriksaan mata jika Anda memiliki masalah pada indra penglihatan atau mengetahui ada anggota keluarga yang mengidap penyakit tertentu.

Pada wanita, pemeriksaan yang disarankan adalah uji panggul, payudara, dan pap smear. Pemeriksaan panggul ini dilakukan untuk mendeteksi kanker di saluran reproduksi. Sedangkan pemeriksaan payudara dilakukan untuk mengantisipasi tumor atau kanker payudara, kemudian pap smear untuk mendeteksi kanker, serta penyakit menular seksual, maupun infeksi HIV.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), medical check up sebaiknya dilakukan setahun sekali. Prosedur medical check up baik dilakukan pada pagi hari karena tubuh dalam keadaan fit dan belum terkontaminasi sebelumnya. Jadi, ketika jadwal medical check up telah tiba, pastikan Anda meluangkan waktu di pagi hari untuk pemeriksaan.

Selain melakukan medical check up dengan rutin sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai risiko penyakit di kemudian hari, pastikan juga untuk mendaftarkan diri Anda dan keluarga dalam asuransi kesehatan. Anda bisa memilih berbagai produk asuransi dari AXA Mandiri yang dapat memberikan perlindungan bagi kesehatan Anda dan keluarga. AXA Mandiri memiliki berbagai produk asuransi kesehatan, baik konvensional maupun syariah, dan asuransi penyakit kritis yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan diri sendiri dan keluarga.

Dengan memiliki asuransi kesehatan maupun asuransi penyakit kritis, ketika suatu hari nanti terjadi masalah kesehatan yang serius, Anda tidak perlu lagi khawatir mengenai biaya kesehatan yang harus dikeluarkan dan dana darurat yang dimiliki pun tetap aman tanpa perlu digunakan untuk menanggung biaya pengobatan yang tinggi.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis dari AXA Mandiri beserta manfaatnya, Anda dapat mengunjungi website AXA Mandiri atau menghubungi financial advisor AXA Mandiri di kantor cabang Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia atau contact center AXA Mandiri 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.halodoc.com/artikel/medical-check-up-tujuan-jenis-dan-prosedur
  • https://www.detik.com/jabar/jabar-gaskeun/d-6280528/medical-check-up-jenis-manfaat-prosedur-dan-biayanya
  • https://mediaindonesia.com/humaniora/529591/mengenal-medical-check-up-tujuan-dan-besaran-biaya
  • https://www.gramedia.com/best-seller/apa-itu-medical-check-up/#Apa_Itu_Medical_Check_Up 

Terkait Aset