Aset Penerbit

Aset Penerbit

Kenali Jenis-Jenis Yoga, Mana yang Paling Cocok untuk  Anda?

Inspirasi

Meski tergolong olahraga klasik, yoga sama sekali tak kuno untuk urusan melatih kekuatan dan kelenturan tubuh. Kombinasi berbagai pose dengan meditasi dan teknik pernapasannya punya segudang manfaat. Yoga juga membantu aktivasi sistem parasimpatis (syaraf yang bekerja untuk membuat organ tubuh relaks). Hasilnya, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, begitu pula level hormon stres.

Seringkali yoga dikenal dengan pose indah atau gerakan-gerakan yang membentuk otot, tetapi sebenarnya ada beragam jenis yoga yang cukup populer di Indonesia dan dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan waktu luang dari aktivitas sehari-sehari.

Jenis yoga populer di studio lokal

1. Vinyasa yoga

Jenis yoga ini dapat dikatakan sebagai salah satu jenis yoga yang memiliki gerakan dinamis. Yoga ini tidak memiliki aturan terikat akan rangkaian gerakan di dalamnya, sehingga akan lebih menarik karena gerakan yang akan dilakukan setiap pertemuan akan berbeda-beda mengikuti arahan instruktur. Yoga vinyasa memfokuskan koordinasi antara napas, fisik, dan postur serta memiliki tempo yang cenderung lebih cepat. Jenis yoga ini sangat cocok untuk Anda yang tidak menyukai aturan ketat dan menyukai spontanitas. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan seperti memperkuat otot lengan dan memberikan kekuatan untuk seluruh bagian tubuh.

2. Iyengar yoga

Jenis yoga ini menggunakan metode yoga yang sangat sistematis karena memerhatikan seluruh anatomi tubuh secara detail. Iyengar yoga menitikberatkan pada keselarasan tubuh dan dikenal efektif untuk memperbaiki postur tubuh. Dalam pelaksanaannya, jenis yoga ini membutuhkan alat bantu seperti yoga block, yoga strap, tali kurunta, yoga bolster, bantalan, kursi, dan lainnya. Penggunaan benda-benda ini bertujuan untuk membentuk presisi postur tubuh yang ideal. Jenis yoga ini dapat meningkatkan stabilitas tubuh, kekuatan tubuh, dan fleksibilitas tubuh, serta dapat dimanfaatkan sebagai terapi untuk kesehatan.

3. Yin yoga

Yoga jenis ini sangat cocok bagi yang suka ketenangan, karena tidak perlu melakukan banyak gerakan dan akan membuat Anda terlihat lebih pasif. Biasanya, Anda akan melakukan satu pose gerakan dalam jangka waktu cukup panjang, sekitar 3-5 menit. Secara sederhana, yoga ini berfungsi untuk melatih tubuh dengan gerakan posisi duduk dan berbaring. Meskipun tidak membutuhkan banyak gerak, yoga ini dapat melatih sisi meditatif sehingga Anda akan mendapatkan ketenangan dari aktivitas yang padat serta akan memberikan kelonggaran pada lapisan jaringan tubuh dan tulang sendi.

4. Ashtanga yoga

Dianjurkan bagi mereka yang sudah mengenal pose dasar yoga.
Rangkaian pose akan dilakukan lebih mengalir. Berakar dari ashtanga yoga, berkembanglah power yoga (fokusnya melatih kekuatan otot, bertahan pada tiap pose dalam waktu lebih lama). Ada pula flowing yoga (fokus pada pernapasan dan pergantian pose secara halus dan cepat). 

Jenis yoga untuk keseimbangan dan kesehatan mental

1. Hatha yoga

Jenis yoga ini sangat cocok buat kamu yang baru memutuskan untuk memulai melakukan olahraga yoga sebab gerakannya tergolong ke dalam gerakan sederhana dan terdiri dari kelas teknik dasar seperti postur dasar yoga, kelas pengantar, dan teknik pernapasan. Yoga jenis ini bertujuan menyiapkan tubuh untuk meditasi. Dan lebih mementingkan kenyamanan penyelarasan latihan fisik serta pernapasan, bukan mengedepankan kecepatan. Gerakan-gerakan di dalam yoga Hatha bermanfaat untuk untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh  dan mengurangi stress berlebih.

2. Yoga Nidra

Tidur nyenyak yang terpandu, dan teknik bernapas pranayama bisa menenangkan pikiran dan menghasilkan efek relaksasi. Karena, teknik ini merangsang vagus (tergolong syaraf parasimpatis) lewat gerakan ritmis dari diafragma saat bernapas dalam.

3. Yoga restorasi

Yoga jenis ini dirancang untuk mengurangi stres dan menenangkan sistem saraf. Pose-pose dalam yoga ini biasanya didukung oleh alat bantu seperti yoga bolster atau yoga block agar tubuh bisa rileks sepenuhnya. Biasanya, setiap satu gerakan dari yoga restorasi diperlukan 5 menit bahkan lebih, dan dalam satu kali latihan dilakukan 5-6 gerakan. Meski gerakannya terdengar cukup sedikit dan sederhana, namun manfaat yang diberikan dari jenis yoga ini sangat berlimpah, di antaranya berguna untuk memperlambat detak jantung, menenangkan sistem saraf, dan menghilangkan stress.

Jenis yoga intensif dan inovatif

1. Hot yoga

Hot yoga merupakan jenis yoga yang dilakukan di dalam ruangan panas dengan suhu 30-40 derajat Celcius dengan rangkaian 26 gerakan. Jenis yoga Power, Bikram, dan Vinyasa merupakan tipe yoga yang sering dilakukan di dalam senam yoga Hot ini. Manfaat yang akan didapatkan pun hampir sama dengan manfaat dari yoga bikram, seperti peningkatan fleksibilitas dan kekuatan tubuh sebab kamu akan mengeluarkan keringat sekitar dua kali lipat dibandingkan saat kamu melakukan senam yoga jenis lain.

2. Kundalini yoga

Jenis yoga ini tidak cocok bagi Anda yang mencari ketenangan diri dalam senam yoga. Di yoga Kundalini, beberapa gerakan yang akan Anda lakukan di antaranya adalah latihan gerakan, postur, pernapasan, dan meditasi sehingga Anda akan mengeluarkan banyak tenaga. Teknik pernapasan yang cepat merupakan salah satu kegiatan vital yang wajib dilakukan selama kegiatan yoga ini berlangsung. Meski terdengar sangat menguras tenaga, manfaat penting yang akan didapatkan dari jenis yoga ini adalah peningkatan tenaga di bagian bawah tulang belakang.

3. Ashtanga yoga

Jenis yoga satu ini dapat dibilang cukup menantang sebab 6 seri postur yoga atau yang biasa dikenal dengan Ashtanga series pada dasarnya merupakan sinkronisasi pernapasan serta gerakan-gerakan yang tujuannya untuk membersihkan tubuh. Anda dapat berlatih yoga ini dengan 2 (dua) metode yaitu dengan panduan instruktur dan tanpa panduan instruktur namun instruktur harus tetap bersama Anda untuk mengobservasi postur gerakan. Jenis yoga ini sangat cocok bagi Anda yang atletis namun tidak direkomendasikan Anda kamu yang memiliki otot dan sendi yang lemah. Manfaat yang akan didapatkan dari jenis yoga ini adalah perubahan kekuatan pada fisik dan mental.

Tips memilih kelas yoga

Memilih jenis yoga yang tepat sangat bergantung pada tujuan pribadi dan kondisi fisik Anda. Misalnya, Hatha Yoga cocok untuk pemula yang ingin memulai perjalanan yoga, sedangkan Vinyasa dan Ashtanga menawarkan tantangan fisik yang lebih besar.

Dilansir dari IDN Times, berikut adalah beberapa tips memilih kelas yoga yang  bisa Anda terapkan.

1. Kenali tujuan dan kebutuhanmu

Sebelum memilih studio yoga, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai melalui yoga. Apakah Anda ingin mengelola stres, meningkatkan fleksibilitas, memperkuat tubuh, atau mencari komunitas yang suportif? Biasanya studio yoga menawarkan berbagai jenis kelas seperti Hatha, Vinyasa, atau Ashtanga. Jika Anda baru mulai, pastikan studio tersebut menyediakan kelas untuk pemula.

2. Perhatikan kualitas pengajar

Pengajar yoga yang berpengalaman dan bersertifikasi dapat memberikan panduan yang aman dan efektif. Sebelum memutuskan untuk memilih kelas dan mendaftar ke studio yoga, pastikan untuk mencari informasi tentang kredensial para pengajarnya. Beberapa studio mencantumkan profil instruktur di situs website atau media sosial. Selain pengalaman, perhatikan juga gaya mengajar mereka. Cobalah mengikuti kelas percobaan untuk memastikan gaya pengajaran mereka, apakah cocok bagi Anda atau tidak.

Anda juga bisa berdiskusi dengan pengajar sebelum kelas dimulai, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau cedera. Pengajar yang baik biasanya bersedia memberikan penyesuaian gerakan sesuai kebutuhan. Selain itu, mereka juga akan memperhatikan postur dan teknik selama latihan untuk memastikan bahwa setiap gerakan dilakukan dengan benar dan aman. Hal ini penting untuk menghindari risiko cedera serta memaksimalkan manfaat yoga yang kamu lakukan.

3. Lokasi dan fasilitas yang nyaman

Lokasi studio yoga yang mudah dijangkau akan membantu menjaga konsistensi latihan. Pilihlah studio yang dekat dengan rumah, kampus, atau tempat kerja untuk menghemat waktu dan energi. Selain lokasi, periksa fasilitas yang tersedia. Studio yang nyaman biasanya memiliki ruang latihan yang bersih, pencahayaan yang baik, dan suasana yang menenangkan. Periksa juga apakah mereka menyediakan matras, handuk, atau perlengkapan yoga lainnya.

4. Cek suasana dan komunitasnya

Yoga bukan hanya soal gerakan, tetapi juga suasana dan hubungan dengan komunitas. Pilihlah kelas yang menciptakan suasana inklusif dan ramah. Anda bisa membaca ulasan dari pengunjung sebelumnya atau bertanya langsung kepada anggota komunitas. Studio yoga yang memiliki komunitas mendukung akan membuat Anda lebih termotivasi untuk datang secara rutin.

5. Perhatikan harga dan jadwal kelas

Generasi muda sering kali harus mempertimbangkan anggaran saat memilih kelas yoga. Pastikan harga yang ditawarkan sesuai dengan fasilitas dan kualitas yang diberikan. Beberapa studio menawarkan paket langganan atau diskon untuk pelajar dan mahasiswa. Selain harga, perhatikan juga jadwal kelas. Pilih studio yang memiliki jadwal fleksibel sehingga Anda bisa menyesuaikan dengan rutinitas harian.

Beda pilates dan yoga

Yoga dan pilates tergolong olahraga low-impact yang minim risiko cedera. Meski begitu, kedua olahraga ini dapat meningkatkan kelenturan dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Perbedaan kedua jenis olahraga ini bisa dilihat dari tujuan, manfaat, metode latihan, alat bantu, dan teknik pernapasan yang digunakan selama latihan. Dilansir dari Hello Sehat, berikut beberapa perbedaan pilates dan yoga yang perlu Anda ketahui.

1. Manfaat

Yoga umumnya lebih mengutamakan gerakan peregangan dan fleksibilitas. Manfaat yoga melalui gerakan peregangan bisa membantu mengelola otot-otot yang aus setelah digunakan secara terus-menerus untuk beraktivitas. 

Sedangkan, pilates adalah olahraga yang berfokus untuk memperkuat otot tubuh seperti punggung, tulang belakang, lengan, pinggul, paha dalam, dan perut. Manfaat pilates meliputi perbaiki postur tubuh yang tidak seimbang dan melatih pergerakan tubuh agar lebih efisien, sehingga mengurangi risiko cedera.

2. Tujuan latihan

Latihan yoga bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran dan jiwa, sehingga sering direkomendasikan untuk membantu menghilangkan stres dan menenangkan pikiran.

Sedangkan, pilates bertujuan untuk meningkatkan kekuatan inti tubuh dan stabilitasnya untuk mengembalikan vitalitas tubuh setelah cedera sendi. Fisioterapis juga menggunakan pilates untuk membantu mengelola dan memulihkan cedera dengan menguatkan otot-otot pendukung sendi, serta untuk mencegah kemungkinan cedera pada kemudian hari.

3. Metode latihan

Praktek yoga mengombinasikan gerakan dan postur yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan mental secara umum. Contohnya, yoga memasukkan unsur relaksasi, meditasi, dan pengaturan napas pada setiap gerakannya untuk meraih ketenangan serta kedamaian spiritualitas. Sedangkan, metode latihan pilates berfokus membangun kekuatan otot inti tubuh melalui rangkaian gerakan yang melibatkan kontraksi otot inti.

4. Teknik pernapasan

Kedua jenis olahraga ini punya teknik pernapasan yang berbeda. Dalam prakteknya, yoga menggunakan teknik pernapasan dalam, terutama pada jenis yoga Vinyasa dan Ashtanga yang menggunakan teknik ujjayi pranayama atau pernapasan berdesir. Ujjayi pranayama adalah teknik pernapasan dengan menarik dan membuang napas melalui hidung yang bisa memberikan energi dan efek relaksasi.

Sedangkan dalam latihan pilates, Anda cenderung akan melakukan pernapasan olahraga pada umumnya, yakni dengan menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut.

5. Alat bantu

Pada dasarnya, kedua olahraga ini hanya butuh sedikit peralatan saja. Olahraga yoga hanya membutuhkan yoga mat sebagai alas dan mengurangi risiko tangan dan kaki tergelincir saat melakukan berbagai gerakan dalam latihan.

Sedangkan pada pilates, Anda mungkin membutuhkan peralatan yang sedikit lebih rumit dibandingkan yoga untuk melakukan berbagai variasi gerakan. Olahraga pilates membutuhkan peralatan seperti pilates ring, pilates ball, block, atau resistance band yang bisa dipakai berlatih di rumah atau gym.

Yoga dan pilates memang membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran, namun tidak ada yang bisa menjamin kondisi kesehatan akan selalu stabil. Disinilah pentingnya memiliki asuransi kesehatan sebagai langkah antisipasi. Perlindungan ini memastikan Anda tetap tenang dan siap menghadapi kemungkinan biaya medis, tanpa harus mengorbankan kesejahteraan finansial Anda.

Salah satu produk asuransi kesehatan yang bisa Anda pilih adalah Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan. Asuransi kesehatan dari AXA mandiri satu ini adalah produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat penggantian biaya harian kamar rawat inap Rumah Sakit, penggantian biaya harian kamar unit perawatan intensif, penggantian biaya pembedahan, santunan meninggal dunia karena Kecelakaan, penggantian biaya transportasi ke Rumah Sakit untuk setiap rawat inap serta manfaat pengembalian premi dengan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Polis. Pembayaran premi dilakukan secara bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan.

Dengan mendaftar ke dalam Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan, Anda dan keluarga akan mendapatkan perlindungan hingga usia mencapai 65 (enam puluh lima) tahun dan dengan masa asuransi 1 (satu) tahun yang nantinya dapat diperpanjang secara otomatis pada saat Ulang Tahun Polis.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.tokopedia.com/blog/macam-jenis-yoga-dan-manfaatnya/?utm_source=google&utm_medium=organic
  • https://nirvana.co.id/id/nys/article/mengenal-12-jenis-yoga-populer-mana-yang-paling-cocok-untuk-anda#9-restorative-yoga
  • https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-tips-memilih-studio-yoga-yang-tepat-untuk-pemula-pilih-kualitas-01-6m3k4-207sn1
  • https://hellosehat.com/kebugaran/kelenturan/perbedaan-yoga-dan-pilates/