Artikel Inspirasi
28 Mei 2026
Share This Article :
Pernahkah Anda mendengar istilah penyakit komplikasi? Perlu dipahami, komplikasi bukanlah jenis penyakit, melainkan perubahan suatu kondisi kesehatan atau penyakit yang tidak diinginkan.
Rangkuman:
Meski bukan jenis penyakit, komplikasi penyakit dapat terjadi ketika seseorang menyepelekan suatu penyakit yang sedang terjadi. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit tersebut akan semakin sulit untuk disembuhkan dan biaya pengobatan pun jadi makin membengkak. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya penyakit komplikasi, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda pahami mengenai penyakit komplikasi.
Dilansir dari Hello Sehat, penyakit komplikasi adalah suatu kondisi tidak terduga yang muncul akibat dari penyakit tertentu. Selain itu, dilansir dari Liputan 6, penyakit komplikasi adalah masalah atau kondisi yang terjadi sebagai hasil dari penyakit atau kondisi medis tertentu.
Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang mengidap penyakit kronis. Selain terjadi pada penderita penyakit kronis, beberapa penyakit menular juga dapat menyebabkan komplikasi. Meski begitu, efek komplikasi bisa menjadi lebih parah jika terjangkit penyakit seperti HIV/AIDS, radang paru-paru (pneumonia), dan radang selaput otak (meningitis).
Dalam dunia kedokteran, komplikasi tidak hanya disebabkan oleh penyakit, tapi juga tindakan medis seperti operasi atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi ini menjadi masalah kesehatan yang sangat serius dan harus diwaspadai.
Penyakit komplikasi umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang dari masalah kesehatan yang dibiarkan tanpa perawatan optimal. Oleh karena itu, memahami penyebab penyakit sangat penting agar Anda bisa lebih waspada serta bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa penyebab terjadinya penyakit komplikasi.
Banyak orang baru mencari pertolongan medis setelah gejala penyakit memburuk. Padahal, semakin lama pengobatan tertunda, maka semakin besar risiko munculnya komplikasi. Misalnya, infeksi paru-paru yang tidak segera ditangani bisa menyebar ke organ lain atau bahkan menyebabkan gagal napas.
Banyak orang menghentikan pengobatan setelah merasa membaik, padahal kuman atau virus penyebab penyakit mungkin belum sepenuhnya hilang dari tubuh. Jika obat diminum tidak sesuai aturan atau dosisnya dilewatkan, maka proses penyembuhan bisa terganggu dan penyakit berisiko kambuh atau menimbulkan komplikasi lebih berat, misalnya resistensi obat atau infeksi berulang.
Seseorang yang mengalami lebih dari satu penyakit pada saat yang sama seperti diabetes yang disertai hipertensi atau gagal ginjal, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Hal ini karena tubuh harus bekerja keras menghadapi berbagai gangguan secara sekaligus, sehingga sistem kekebalan menurun dan organ tubuh menjadi lebih rentan mengalami kerusakan.
Gaya hidup memiliki pengaruh besar terhadap munculnya penyakit komplikasi seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, jarang berolahraga, serta pola makan tinggi gula, lemak, dan garam yang dapat memperparah kondisi penyakit utama. Misalnya, penderita diabetes yang masih merokok memiliki peluang lebih besar mengalami serangan jantung.
Lansia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker, atau anak-anak dengan gizi buruk, lebih mudah mengalami penyakit komplikasi. Hal ini karena tubuh kurang mampu melawan infeksi atau penyakit, sehingga penyembuhan berjalan lebih lambat.
Kondisi komplikasi bisa berasal dari penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gagal ginjal yang kemudian diperparah dengan infeksi atau penyakit tambahan seperti infeksi saluran pernapasan, stroke, bahkan kanker. Kombinasi ini menjadikan pasien memerlukan penanganan lebih intensif.
Bukan hanya itu, komplikasi juga bisa terjadi akibat kondisi pasca operasi, komplikasi obat, hingga komplikasi penyakit menular. Dilansir dari Halodoc, berikut beberapa jenis komplikasi medis yang sering terjadi dan perlu Anda waspadai.
Perlu diketahui bahwa tidak semua komplikasi medis dapat diprediksi meskipun pencegahan sudah dilakukan. Komplikasi medis bisa muncul bertahun-tahun setelah penyakit utama didiagnosis atau prosedur dilakukan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, hipertensi merupakan komplikasi yang paling banyak dialami oleh pasien diabetes, dengan prevalensi mencapai 41 persen. Hipertensi pada pasien diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan komplikasi lainnya.
Selain itu, studi dalam Jurnal Keperawatan menemukan bahwa komplikasi makrovaskuler seperti penyakit jantung koroner dan stroke umum terjadi pada pengidap diabetes mellitus. Hal ini menyoroti pentingnya pengelolaan gula darah yang ketat untuk mencegah komplikasi serius.
Memahami gejala penyakit komplikasi sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin. Agar bisa terdeteksi sedini mungkin, berikut beberapa gejala penyakit komplikasi yang perlu Anda waspadai dilansir dari Medi-Call.
Demam tinggi yang berkepanjangan menjadi salah satu ciri-ciri penyakit komplikasi. Apalagi jika disertai dengan gejala lain seperti menggigil atau gemetar hebat. Kondisi ini dapat menunjukkan bahwa infeksi telah berkembang menjadi komplikasi.
Perubahan mental seperti kebingungan atau kehilangan kesadaran bisa menjadi tanda adanya komplikasi. Kondisi ini ditandai dengan penderita kurang atau tidak dapat memberi respons terhadap berbagai rasa. Ini bisa menjadi tanda bahwa terjadi infeksi berat atau masalah neurologis.
Jika Anda memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti diabetes atau hipertensi, perhatikan perubahan dalam gejala yang biasanya dialami. Munculnya gejala baru yang tidak biasa dan tidak terkait dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya bisa menjadi tanda komplikasi. Misalnya, seseorang dengan penyakit jantung, gejala seperti kesulitan bernapas, pembengkakan di kaki, atau nyeri dada bisa mengindikasikan adanya masalah jantung yang lebih serius.
Masalah penglihatan seperti pandangan kabur atau bahkan kebutaan bisa menjadi tanda adanya komplikasi serius. Misalnya seperti penyakit diabetes yang berpotensi berujung pada komplikasi yang memengaruhi kemampuan penglihatan. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, komplikasi diabetes dapat menyebabkan kebutaan.
Ciri-ciri penyakit komplikasi lainnya adalah terdapat gangguan pada pencernaan. Kondisi ini terkait dengan gangguan pada sistem pencernaan akibat penyakit yang sudah ada. Gangguan pencernaan juga dapat disertai dengan penurunan berat badan yang drastis.
Sesak napas bisa menjadi pertanda bahwa organ paru-paru sudah tidak sanggup bekerja dengan optimal. Kondisi ini bisa menunjukkan adanya komplikasi seperti emboli paru atau pneumonia.
Gangguan pada rongga mulut seperti mulut kering, radang gusi, sariawan yang tak kunjung sembuh, hingga mulut dan lidah terasa terbakar juga bisa menjadi gejala penyakit komplikasi. Misalnya, gangguan pada rongga mulut pada penderita diabetes bisa terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dan menyebabkan infeksi mulut atau masalah gusi.
Hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah juga menjadi tanda penyakit komplikasi serius. Kondisi ini dapat terjadi pada penderita diabetes, terutama akibat penggunaan insulin yang berlebihan, hingga efek samping dari penggunaan obat-obatan diabetes.
Ketika terjadi perubahan gejala penyakit, ada baiknya Anda segera informasikan ke dokter atau tim medis agar mereka dapat menyesuaikan perawatan secara tepat waktu. Jangan abaikan juga jika suhu tubuh mencapai 40°C atau lebih dan disertai gejala sesak napas, linglung, muntah terus-menerus, atau nyeri berat. Kondisi ini menandakan adanya infeksi serius atau komplikasi yang perlu mendapat penanganan medis segera.
Ada beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Komplikasi ini terjadi karena penyakit yang sudah parah ikut memengaruhi fungsi organ lainnya. Dilansir dari Hello Sehat, berikut beberapa jenis komplikasi penyakit yang paling umum terjadi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan kesehatan yang paling sering menyebabkan penyakit komplikasi. Komplikasi ini tidak hanya memengaruhi pembuluh darah, namun hampir seluruh organ penting tubuh. Semakin tinggi tekanan darah, makin besar juga kerusakan yang ditimbulkan pada organ-organ tubuh. Berikut beberapa komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi.
Tekanan darah tinggi dapat membuat pembuluh darah mengeras yang dapat menghambat aliran darah ke jantung sehingga terjadilah serangan jantung.
Ketika hipertensi, beban kerja jantung akan meningkat sehingga menyebabkan jantung mengalami pembengkakan. Pembengkakan yang terjadi inilah yang membuat fungsi jantung menurun dan menyebabkan gagal jantung.
Hipertensi juga dapat merusak pembuluh darah yang memasok darah ke ginjal. Terganggunya aliran darah menuju ginjal membuat organ ini tidak dapat bekerja secara maksimal.
Hipertensi membuat pembuluh darah pada mata mengeras, menyempit, dan robek sehingga berisiko mengalami masalah penglihatan, bahkan hingga kebutaan.
Terhambatnya aliran darah menuju otak dapat mengakibatkan demensia (pikun). Kondisi ini memengaruhi fungsi otak dalam berpikir, mengingat, serta berbicara.
Stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak tersumbat. Salah satu faktor yang meningkatkan risikonya adalah hipertensi, apalagi jika disertai kolesterol tinggi.
Penyakit jantung terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah menuju jantung yang membuat aliran darah menuju organ-organ lain menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit jantung bisa mengakibatkan komplikasi seperti berikut.
Aneurisma merupakan komplikasi penyakit jantung yang diawali dengan adanya benjolan pada pembuluh darah otak. Jika benjolan pecah, otak dapat mengalami perdarahan.
Komplikasi ini terjadi ketika aliran darah ke anggota tubuh terganggu. Umumnya, kondisi ini menyebabkan kram, mati rasa, atau nyeri pada paha, betis, dan pinggul.
Kondisi ini terjadi ketika adanya gangguan sistem kelistrikan jantung sehingga menyebabkan sesak napas, denyut jantung tidak teratur, rasa tidak nyaman di dada, hingga kematian.
Diabetes merupakan masalah kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Gula berlebihan dalam darah bisa mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh. Berikut beberapa komplikasi diabetes yang perlu diwaspadai.
Diabetes dapat meningkatkan kandungan gula dalam air liur yang kemudian diubah menjadi asam oleh bakteri mulut yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada gusi dan gigi.
Gula darah berlebih meningkatkan risiko amputasi ketika kaki mengalami luka parah. Pasalnya, diabetes mengganggu sirkulasi darah ke kaki dan memperlambat penyembuhan luka.
Tingginya kadar gula darah akan merusak serabut saraf. Ketika sudah parah, kondisi ini memengaruhi fungsi otak dalam menyampaikan pesan ke tubuh.
Diabetes yang tidak mendapatkan penanganan dengan segera dan tepat juga akan merusak pembuluh darah. Rusaknya pembuluh darah inilah yang menjadi awal penyakit jantung dan stroke.
Secara umum, penyakit komplikasi terjadi karena adanya perjalanan penyakit, pengobatan, atau faktor lain seperti gaya hidup. Tidak hanya itu, Liputan6.com juga menyebutkan bahwa penyebab komplikasi lainnya adalah daya tahan tubuh yang sedang lemah atau rendah, tidak adanya penanganan yang tepat ketika terjadi penyakit, serta ketidakmampuan pembuluh darah menetralisir semua penyakit.
Selain beberapa penyebab di atas, komplikasi penyakit juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Berikut beberapa faktor risiko penyakit komplikasi yang dilansir dari Liputan 6
Pencegahan penyakit komplikasi dapat dilakukan dengan mencegah maupun mengobati faktor penyebabnya. Jika penyakit utama tertangani dengan baik, risiko mengalami komplikasi akan semakin kecil. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat juga bisa membantu mencegah komplikasi. Dilansir dari Hello Sehat, berikut beberapa gaya hidup sehat yang perlu diterapkan untuk pencegahan penyakit komplikasi:
Cara pencegahan di atas mungkin tidak melindungi Anda sepenuhnya dari komplikasi, namun pola hidup sehat setidaknya dapat mengurangi risiko penyakit komplikasi.
Selain menerapkan pola gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit komplikasi, Anda juga perlu mencegah risiko finansial yang dapat terjadi akibat risiko kematian atau cacat dengan mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Elite Plan - Protection dari AXA Mandiri. Dengan Asuransi Mandiri Elite Plan - Protection, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat asuransi yang terdiri dari manfaat perlindungan asuransi dasar, manfaat nilai tunai yang telah terbentuk dari hasil investasi subdana dan manfaat asuransi tambahan yang dapat dipilih, salah satunya adalah Asuransi Mandiri Secure Criticare.
Untuk mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Elite Plan - Protection, silakan langsung kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri dengan mengunjungi kantor cabang Bank Mandiri atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.
A: Penyakit komplikasi adalah kondisi tambahan atau masalah kesehatan yang muncul sebagai akibat dari penyakit utama yang tidak ditangani dengan baik atau berkembang menjadi lebih serius.
A: Tidak. Komplikasi bukanlah penyakit utama, melainkan kondisi lanjutan yang terjadi akibat penyakit lain atau faktor tertentu seperti pengobatan, infeksi, atau prosedur medis.
A: Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal memiliki risiko tinggi menyebabkan komplikasi, terutama jika tidak dikontrol dengan baik.
A: Segera periksa ke dokter jika muncul gejala berat seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri hebat, muntah terus-menerus, atau perubahan kesadaran.
Sumber:
Parkinson merupakan salah satu penyakit genetik yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh.
Kucing menjadi hewan favorit banyak orang. Sayangnya ada banyak penyakit kucing yang bisa menular ke manusia. Begini cara mencegahnya!
Memahami cara klaim penyakit kritis dalam asuransi kesehatan Anda adalah hal penting agar klaim dapat dicairkan secepatnya. Simak pembahasannya di sini!
Pahami dua cara utama penularan hepatitis di artikel ini dan tingkatkan kewaspadaan untuk persiapan langkah antisipasi di kemudian hari!
Pernahkah Anda mendengar istilah flu perut? Flu perut ini sering dikenal juga dengan nama penyakit muntaber. Lalu apa penyebab dan cara mencegahnya?
Belajar dari kasus penolakan asuransi salah satu artis ternama, Anda perlu mengetahui apa saja penyebab klaim asuransi ditolak walaupun terkena sakit kritis. Simak penjelasan berikut!
Dada nyeri bisa menjadi salah satu pertanda penyakit jantung. Agar mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat, pahami penyebab dan gejalanya berikut!
Mengenal gejala kanker payudara dapat membantu Anda melakukan pencegahan dan mempersiapkan langkah yang tepat untuk menghadapinya. Simak penjelasannya di sini!