Asset Publisher

Asset Publisher

null Inilah Gejala Kanker Kulit dan Penyebabnya yang Harus Anda Perhatikan!
Inspirasi

Meski kasusnya tidak umum ditemukan di Indonesia, kanker kulit sama bahayanya dengan jenis kanker lainnya dan termasuk salah satu jenis kanker yang paling mengancam nyawa. Mengutip Cleveland Clinic, kanker kulit terjadi ketika sel-sel kulit tumbuh dan berkembang biak dengan cara yang tidak terkendali dan tidak teratur.

Kanker kulit sebenarnya dapat disembuhkan jika terdeteksi sedari awal, sayangnya kanker kulit sulit terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya tidak disadari pengidapnya atau mirip dengan penyakit kulit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala kanker kulit sejak awal agar bisa dilakukan pengobatan dengan tepat.

 

Apa itu kanker kulit?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai gejala kanker kulit, apakah Anda sudah tahu apa sebenarnya kanker kulit?  Dilansir dari Alodokter, kanker kulit adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan kulit yang ditandai dengan perubahan pada kulit seperti munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal. Kanker kulit diduga kuat disebabkan karena paparan sinar ultraviolet dari matahari yang menyebabkan rusaknya sel pada kulit, hingga menimbulkan kanker kulit.

 

Penyebab kanker kulit

Bukan hanya disebabkan karena paparan sinar UV dari matahari, kanker kulit juga bisa terjadi karena adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel kulit. Kondisi ini dapat dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Dilansir dari Anessa, berikut ini beberapa faktor internal dan eksternal yang menyebabkan kanker kulit terjadi.

1. Faktor internal

Ada beberapa faktor internal yang menjadi penyebab kanker kulit, mulai dari faktor keturunan, kulit berwarna terang, hingga imunitas tubuh yang lemah. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya yang perlu Anda pahami.

a. Riwayat kanker kulit pada keluarga

Seseorang yang pernah mengalami kanker kulit memiliki risiko yang cukup tinggi mengalami masalah kesehatan tersebut kembali. Risiko kanker kulit juga bisa meningkat ketika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit yang sama.

b. Kulit berwarna terang

Kanker kulit sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja tanpa memandang warna kulit, namun pemilik kulit yang lebih terang memiliki risiko lebih besar mengalami kanker kulit. Hal ini disebabkan jumlah melanin pada kulit yang lebih rendah sehingga perlindungan terhadap paparan UV yang dimiliki menjadi lebih rendah.

c. Imunitas tubuh lemah

Individu dengan imunitas tubuh yang lemah memiliki risiko yang lebih besar mengalami kanker kulit, misalnya pada pengidap HIV/AIDS atau kelompok orang yang mengonsumsi obat jenis imunosupresan.

2. Faktor eksternal

Salah satu faktor eksternal yang menjadi penyebab kanker kulit salah adalah paparan sinar UV. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa faktor eksternal penyebab kanker kulit.

a. Paparan sinar UV

Paparan sinar UV dari matahari bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker kulit, hal ini terjadi karena kemampuan sinar UVA yang mampu menembus hingga ke lapisan terdalam kulit dan mengubah mutasi DNA pada kulit. Tanda awal terjadinya kanker kulit yang disebabkan sinar UV adalah terjadinya hiperpigmentasi pada kulit, kulit kering dan bersisik, serta muncul luka terbuka yang tak kunjung sembuh.

b. Paparan radiasi

Seseorang yang melakukan pengobatan dengan terapi radiasi seperti penderita eksim atopik atau jerawat juga memiliki risiko tinggi terserang kanker kulit jenis karsinoma sel basal.

c. Paparan senyawa atau bahan kimia

Beberapa bahan kimia yang bersifat karsinogenik seperti arsenik diyakini juga bisa menjadi pemicu kanker kulit oleh beberapa pakar kesehatan. Jadi, hindari atau gunakan sistem pengamanan yang sesuai standar ketika harus bekerja dengan berbagai paparan senyawa ini.

 

Gejala kanker kulit berdasarkan jenis-jenisnya

Setelah mengetahui beberapa penyebab kanker kulit, Anda juga perlu memahami gejala kanker kulit. Ada tiga jenis utama kanker kulit yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Ketiganya memiliki gejala atau ciri awal yang berbeda. Dilansir dari Halodoc, berikut adalah beberapa gejala kanker kulit yang perlu Anda pahami.

1. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal biasanya berkembang pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, terutama kepala dan leher. Namun tidak menutup kemungkinan kanker kulit dapat berkembang pada bagian tubuh yang tertutup seperti area kelamin.

Jenis kanker kulit ini biasanya menimbulkan gejala awal seperti benjolan merah muda atau kemerahan pada kulit. Sayangnya, benjolan ini sering disalah artikan sebagai jerawat atau cedera kulit. Selain itu, luka yang tidak kunjung sembuh (atau sembuh dan kembali lagi) dan mungkin berdarah, mengeluarkan cairan, atau mengeras juga dapat menjadi gejala awal kanker kulit jenis karsinoma sel basal.

2. Karsinoma sel skuamosa

Jenis kanker karsinoma sel skuamosa umum terjadi pada area yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, telinga, dan tangan. Meski begitu, seseorang yang berkulit gelap akan lebih mungkin mengembangkan karsinoma sel skuamosa pada area yang tidak sering terkena matahari.

Terdapat beberapa ciri atau gejala awal karsinoma sel skuamosa yang perlu Anda waspadai seperti:

  • Adanya nodul atau pertumbuhan jaringan berbentuk benjolan yang tidak normal berwarna merah.
  • Terdapat luka datar dengan kerak yang bersisik.
  • Munculnya luka baru atau area kulit yang terangkat pada bekas luka atau bisul.
  • Munculnya bercak kasar dan bersisik pada bibir yang dapat berkembang menjadi luka terbuka.
  • Adanya luka pada mulut.
  • Timbulnya bercak merah yang menonjol seperti kutil pada anus atau alat kelamin.

3. Melanoma

Ciri awal dari kanker kulit jenis melanoma yang paling penting adalah munculnya bintik baru pada kulit. Bintik tersebut perlu diwaspadai terutama jika mengalami perubahan ukuran, bentuk,  warna bintik yang sudah terlebih dahulu muncul. Ketika penyakitnya berkembang, melanoma juga akan menimbulkan gejala seperti:

  • Munculnya bintik kecoklatan yang besar disertai bintik-bintik berwarna gelap.
  • Terjadinya perubahan warna dan ukuran pada tahi lalat dan terkadang juga berdarah.
  • Munculnya lesi kecil yang disertai dengan rasa gatal atau terbakar dengan batas tidak teratur berwarna merah, putih, atau bahkan biru kehitaman. 

Untuk mencegah terjadinya kanker kulit, pastikan untuk selalu menggunakan sunblock sebelum beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, jika Anda menemukan bintik-bintik mencurigakan pada kulit yang dicurigai sebagai kanker kulit, pastikan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis dengan tepat. Mendiagnosis kanker kulit sejak dini sangat meningkatkan kemampuan untuk mengobatinya dengan sukses.

Selain mewaspadai gejala kanker kulit, pastikan juga untuk mewaspadai risiko keuangan yang diakibatkan dari penyakit kanker kulit karena biaya pengobatan penyakit ini tentunya membutuhkan biaya besar. Anda bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi penyakit kritis untuk memberikan perlindungan atas risiko keuangan di masa depan yang diakibatkan karena proses pengobatan penyakit kritis, salah satunya kanker kulit.

Anda bisa memilih Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini dari AXA Mandiri yang dapat memberikan manfaat penggantian biaya pengobatan akibat berbagai penyakit kanker. Mulai dari Rp1.500.000 per tahun Anda sudah bisa mendapatkan perlindungan dari 30 jenis penyakit kanker seperti kanker kulit, kanker serviks, kanker lambung, kanker ovarium, kanker prostat, dan lain-lain.

Untuk mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini, silakan langsung kunjungi website AXA Mandiri atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.anessa.id/for-you/gejala-kanker-kulit
  • https://www.halodoc.com/artikel/kenali-ciri-ciri-awal-seseorang-mengidap-kanker-kulit
  • https://hellosehat.com/kanker/kanker-kulit/gejala-kanker-kulit/
  • https://health.kompas.com/read/2022/07/06/180000268/tanda-tanda-kanker-kulit-yang-perlu-diwaspadai?page=all