Asset Publisher

Asset Publisher

null Kanker Payudara, Berisiko Tinggi Namun dapat Dicegah Sejak Dini
Inspirasi Berita

Menurut data Kemenkes, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan insiden paling tinggi di Indonesia, yaitu sebesar 16,7 persen. Selain itu, kanker payudara juga memiliki tingkat keganasan paling tinggi dengan tingkat keganasan sebesar 11,65 persen per 100 ribu penduduk di Indonesia. Kemenkes juga mencatat kanker payudara sebagai penyakit noninfeksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Meskipun kanker payudara memiliki insiden dan tingkat risiko yang tinggi di Indonesia, bukan berarti penyakit itu tidak dapat dicegah. Mari kita simak faktor risiko, cara deteksi dini, penangan dan juga cara melindungi diri dari segala risiko kanker payudara.

Kendali risiko kanker payudara
Menurut informasi dari Kemenkes, faktor-faktor risiko kanker payudara adalah:

  • Haid pertama pada usia di bawah 12 tahun
  • Wanita tidak menikah
  • Wanita menikah tetapi tidak memiliki anak
  • Melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun
  • Tidak menyusui
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal dalam waktu yang cukup lama 
  • Menopause pada usia lebih dari 55 tahun
  • Pernah operasi tumor jinak payudara
  • Riwayat kanker dalam keluarga
  • Wanita yang mengalami stress berat
  • Konsumsi lemak dan alkohol secara berlebih
  • Perokok aktif dan pasif.

Melihat panjangnya daftar di atas, ada beberapa faktor risiko yang sebenarnya dapat dilakukan guna mencegah timbulnya kanker payudara. Misalnya, rutin berolahraga, tidak merokok, menjauhi alkohol dan mengelola stress.

Deteksi dini kanker payudara
Deteksi dini kanker payudara merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit tersebut menjadi fatal. Menurut data Center for Disease Control (CDC), 99% dari wanita dengan kanker payudara yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang hidup yang lebih panjang dibandingkan yang terdeteksi pada stadium akhir, dimana hanya 27% yang memiliki peluang hidup lebih dari 5 tahun setelah diagnosa kanker.

Oleh karena itu, deteksi dini sangatlah penting dilakukan meskipun tidak ada gejala. Melihat tingginya angka pengidap kanker payudara di kalangan wanita, ada baiknya untuk melakukan tindakan deteksi dini secara berkala sebagai berikut:

  1. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri): Pemeriksaan fisik yang dilakukan sendiri dimana konsultasi dengan dokter perlu dilakukan jika menemukan:
    1. Benjolan di payudara/ketiak
    2. Kecepatan tumbuh dengan/tanpa rasa sakit
    3. Pengeluaran cairan (discharge), retraksi puting susu, dan krusta
    4. Kelainan pada kulit
    5. Nyeri tulang vertebra (punggung) atau femur (lengan)
    6. Sesak napas
  2. SADANIS  (Pemeriksaan Payudara  Klinis): Untuk deteksi dini yang lebih akurat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan klinis oleh tenaga ahli melalui:
    1. Pemeriksaan fisik
    2. Pemeriksaan laboratorium (darah, analisa cairan) 
    3. Pemeriksaan pencitraan (Mamografi, USG)

Penanganan kanker payudara
Jika kanker payudara terdeteksi secara dini melalui metode di atas, langkah berikutnya adalah konsultasi dengan dokter spesialis untuk menentukan jenis pengobatan sebagai berikut:

  • Metastasektomi: Pengangkatan tumor kanker payudara melalui pembedahan
  • Kemoterapi: Pemberian kombinasi obat untuk menghilangkan sel kanker
  • Terapi hormon: Pengobatan dengan bantuan zat hormon
  • Radioterapi: Pengobatan dengan radiasi

Jenis penanganan ini memiliki faktor kesuksesan yang berbeda dan disesuaikan dengan tahap stadium kanker ketika terdeteksi. Tentunya semakin dini kanker payudara diketahui, semakin turun tingkat kompleksitas dan biaya penanganan. Untuk itu, deteksi dini, selain dapat meningkatkan peluang kesembuhan, dapat mengurangi biaya pengobatan kanker.   

Biaya pengobatan kanker payudara merupakan salah satu yang tertinggi. Data BPJS menyebutkan bahwa kanker menempatkan urutan kedua penyakit dengan pembiayaan terbesar yaitu RP 3,5 triliun. Selain deteksi dini, disarankan juga untuk memiliki perlindungan asuransi yang dapat meliputi pembayaran biaya pengobatan kanker payudara dan biaya lainnya seperti Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini atau Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah – Perlindungan Penyakit Kritis.

Cek informasi produk ini di www.axa-mandiri.co.id, hubungi customer care kami di 1500-803 atau tanyakan financial advisor AXA Mandiri di Bank Mandiri atau Bank Syariah Indonesia terdekat.

Sumber: Kemenkes, Centers for Disease Control and Prevention, Beritasatu, Antaranews