Asset Publisher

Asset Publisher

null Kenapa Asam Lambung Sering Kambuh dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Inspirasi

Sering merasakan heartburn? Nyeri ulu hati? Mual dan muntah? Atau perut kembung tidak nyaman? Kemungkinan besar kondisi tersebut disebabkan oleh asam lambung Anda yang naik. Masalah asam lambung ini kerap terjadi pada manusia modern, khususnya di Indonesia.

Mengapa bisa terjadi? Hal ini karena rata-rata makanan khas Indonesia mengandung zat pemicu naiknya asam lambung. Coba Anda perhatikan, perut Anda sering menjadi terasa tidak nyaman bukan setelah mengonsumsi makanan pedas, bersantan, dan berlemak? Sayangnya, makanan pedas, bersantan, dan berlemak adalah santapan sehari-hari sebagian besar dari masyarakat Indonesia.

 

Apa itu asam lambung?

Sebelum mengetahui penyakit asam lambung lebih jauh, lebih baik Anda ketahui dulu apa itu sebetulnya asam lambung. Peran asam lambung adalah untuk memproses makanan dalam sistem pencernaan. Tanpa asam lambung, tubuh kita tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan. Selain itu, asam lambung juga berfungsi untuk menetralisir enzim dan membunuh kuman-kuman berbahaya yang ada di dalam makanan.

 

Keluhan akibat asam lambung berlebih

Dilansir dari Detikhealth, keasaman cairan asam lambung diukur pada skala pH. Skala ini berkisar dari 0 hingga 14. Semakin rendah tingkat pH, semakin kuat tingkat asam cairan. Jika kadar asam lambung berlebih, hal tersebut bisa menimbulkan berbagai gangguan, seperti:

1. Nyeri ulu hati

Keadaan ini juga dikenal dengan sebutan heartburn. Sensasi yang dirasakan adalah rasa perih dan panas di perut bagian atas dan dada. Sensasi tersebut akan semakin parah jika Anda membungkuk dan berbaring. Keadaan ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, yang biasanya menandakan tukak lambung.

2. GERD

Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah penyakit pencernaan kronis di mana cairan dan isi lambung naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi. Penderita GERD biasanya merasakan nyeri ulu hati dengan frekuensi lebih dari dua kali seminggu. GERD bisa dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.

3. Gigi rusak

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dan sampai ke mulut bisa mengikis lapisan terluar gigi. Hal tersebut dapat membuat gigi jadi rusak.

4. Masalah pernapasan

Asam lambung yang naik juga bisa membuat dada jadi terasa sesak dan susah bernapas. Keadaan ini dapat memperparah kondisi Anda yang menderita penyakit asma dan pneumonia.

 

Penyebab asam lambung

Lalu, apa saja yang menjadi faktor pemicu penyakit lambung atau GERD? Naiknya asam lambung bisa disebabkan oleh kondisi medis, di mana penderitanya memiliki kelainan lambung yang disebut hernia hiatal. Kondisi ini membuat bagian atas perut dan sfingter esofagus bawah bergerak di atas diafragma yang berfungsi untuk menjaga asam lambung tetap berada di perut. Ketika bagian ini rusak, tentu asam lambung akan selalu naik ke atas. 

Penyebab Asam Lambung

Apakah orang yang tidak menderita hernia hiatal juga bisa menderita GERD? Tentu saja. Naiknya asam lambung juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Dilansir dari Hellosehat.com, berikut ini adalah faktor penyebab GERD selain kondisi medis: 

  • Langsung berbaring setelah makan
  • Sering mengonsumsi kopi
  • Makan terlalu banyak
  • Mengonsumsi makanan berminyak, bersantan, asam, dan pedas
  • Obesitas
  • Kebiasaan ngemil sebelum tidur
  • Mengonsumsi alkohol, soda, dan teh berlebihan
  • Merokok
  • Hamil
  • Mengonsumsi obat yang dengan efek samping tertentu

 

Daftar makanan yang harus dihindari

Untuk penderita GERD atau seseorang dengan kondisi asam lambung yang sering naik, berikut daftar makanan yang harus Anda hindari, dilansir dari cnnindonesia.com:

1. Roti

Kandungan ragi yang tinggi pada roti bisa memicu naiknya asam lambung. Sebagai alternatif, Anda bisa mengonsumsi roti gandum yang minim ragi.

2. Daun mint

Hindari makanan atau minuman dengan kandungan daun mint karena mint tidak cocok untuk lambung yang sensitif. Penderita GERD yang mengonsumsi daun mint dapat mengakibatkan asam lambung naik ke esofagus.

3. Berbagai jenis bawang

Bawang bisa meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, hindari makanan berempah yang kaya akan bawang, apalagi bawang putih dan bawang bombay.

4. Makanan pedas

Senyawa capsaicin pada cabai bisa membuat lambung iritasi dan memicu reaksi heartburn.

5. Cokelat

Cokelat mengandung zat methylxanthine yang bisa melemahkan kinerja otot pengendali asam lambung di esofagus. Penderita GERD diperbolehkan makan cokelat, asal dalam jumlah kecil.

6. Buah sitrus

Buah-buahan yang asam seperti jeruk, lemon, nanas, tomat, jeruk nipis, dan jeruk bali harus Anda hindari karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.

7. Gorengan

Bukan hanya gorengan, makanan berlemak seperti daging olahan, makanan bersantan, kerupuk, keripik, dan jeroan juga harus dihindari karena dapat membuat malfungsi lower esophageal sphincter (LES) atau lingkaran otot bagian bawah esofagus.

8. Alkohol

Bukan hanya minuman, makanan yang menggunakan alkohol sebagai bahan campurannya juga harus Anda hindari. Alkohol bisa melemahkan esofagus sehingga asam lambung mudah naik. 

Jika didiamkan selama bertahun-tahun, asam lambung yang terus-menerus naik ke kerongkongan bisa menyebabkan penyakit esofagus Barret, penyakit komplikasi serius dari GERD. Pada penderita esofagus Barrett, jaringan kerongkongan sudah mengalami kerusakan. Yang membuatnya berbahaya, penyakit ini tidak punya gejala khusus karena memiliki gejala mirip dengan GERD dan kemungkinan besar penderitanya akan mengabaikannya saja. Padahal, esofagus Barrett bisa menyebabkan terjadinya kanker esofagus.

 

Tips penting bagi penderita asam lambung

Apa yang harus dilakukan jika Anda adalah penderita GERD atau penyakit lambung? Selain mulai menerapkan gaya hidup sehat dan membatasi konsumsi makanan sehari-hari, penting juga bagi Anda untuk memiliki asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan bisa memberikan rasa aman secara finansial jika penyakit Anda kambuh dan mengharuskan untuk menjalani serangkaian perawatan dan pengobatan di rumah sakit. Salah satu produk asuransi yang dapat Anda pilih adalah Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah. Asuransi yang berbasis prinsip syariah ini bisa membantu mencegah risiko finansial yang mungkin muncul jika Anda atau keluarga terkena sakit di masa depan. Dengan begitu, Anda dan keluarga dapat lebih fokus pada proses penyembuhan dan pemulihan jika sakit tanpa khawatir akan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan. Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah akan memberikan maslahat santunan harian rawat inap hingga 90 hari per tahun, maslahat santunan pembedahan hingga 10 juta, maslahat santunan transportasi ke rumah sakit, dan maslahat santunan duka.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah, Anda dapat mengunjungi website resmi AXA Mandiri atau menghubungi Financial Advisor AXA Mandiri di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, atau contact center AXA Mandiri di nomor 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-7-pantangan-makanan-dan-minuman-untuk-pengidap-asam-lambung
  • https://hellosehat.com/pencernaan/gerd/beragam-penyebab-gerd/
  • https://www.alodokter.com/bahaya-asam-lambung-jika-dibiarkan-terus-menerus
  • https://health.kompas.com/read/2020/07/27/193300968/apa-penyebab-asam-lambung-naik-sering-kambuh-?page=all
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-penyebab-asam-lambung-pengidap-gerd-naik
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211011154612-267-706213/9-makanan-penyebab-asam-lambung-naik
  • https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5708994/6-fakta-asam-lambung-bisa-naik-turun-ini-gejala-dan-cara-menanganinya