Asset Publisher

Asset Publisher

null Pola Makan yang Dapat Mencegah Stroke
Inspirasi Berita

Menurut data dari Center of Disease Control and Prevention (CDC), penyakit stroke menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian di Indonesia. Penyakit ini berkontribusi atas 21 persen kematian yang terjadi setiap tahun. 

Meskipun berbahaya, risiko stroke masih bisa Anda cegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya mengonsumsi makanan bernutrisi. Berikut makanan pencegah stroke yang dapat Anda konsumsi sehari-hari:

  • Gandum utuh dan sayuran

Makanan yang tinggi akan kadar serat, seperti gandum utuh, beras merah, sayur, serta buah merupakan pilihan yang baik untuk mencegah risiko stroke, karena serat yang terkandung dalam makanan-makanan tersebut mampu melarutkan kolesterol lebih optimal.

  • Alpukat

Sebagai salah satu makanan yang dapat mencegah stroke, alpukat mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menjaga kesehatan dinding pembuluh darah. Selain itu, alpukat juga kaya akan vitamin E, yang mampu menurunkan risiko gangguan pembuluh darah hingga 40%, termasuk serangan jantung dan stroke.

  • Daging rendah lemak

Menghindari risiko stroke bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi daging. Anda tetap bisa mengonsumsinya, dengan catatan kandungan lemak yang terkandung dalam daging tersebut rendah. Selain itu, Anda pun sebaiknya menghindari daging yang sudah diawetkan, karena berisiko meningkatkan tekanan darah.

  • Ikan

Salmon, tuna, dan kembung adalah beberapa ikan yang kaya akan omega-3 dan kandungan lemak baik yang berperan mencegah tumpukan kolesterol jahat dalam tubuh. Untuk mencegah risiko stroke, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan setiap minggunya.

Itulah beberapa makanan yang dapat Anda konsumsi guna menurunkan risiko stroke. Pastikan Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang dianjurkan dan mengimbangi konsumsi makanan bernutrisi ini dengan olahraga serta istirahat yang cukup.

Artikel selengkapnya tentang stroke, baca di Newsletter AXA Mandiri November 2021 

 

Sumber: klikdokter.com