Asset Publisher

Asset Publisher

Mengenal Ciri Asam Urat Tinggi & Cara Atasinya dengan Tepat

Inspirasi

Penyakit asam urat sering dianggap remeh bagi sebagian orang. Anggapan inilah yang sering membuat orang akhirnya lengah dan tanpa disadari asam urat sudah menjadi parah, hingga pada akhirnya memicu komplikasi serius. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri asam urat tinggi untuk mencegah masalah atau penyakit yang lebih serius lagi.


Baca juga: Cegah Komplikasi Serius dengan Mengenal Gejala & Pengobatan Penyakit Kritis Sejak Dini


Apa itu asam urat?

Dilansir dari Halodoc, penyakit asam urat adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi yang ada pada tubuh berisiko terserang asam urat, namun asam urat sering menyerang sendi-sendi pada jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Umumnya, penyakit asam urat lebih mudah menyerang pria, khususnya yang berusia di atas 30 tahun. Sedangkan pada wanita, asam urat sering muncul ketika mulai memasuki masa menopause. Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat dapat berlangsung selama rentang waktu 3-10 hari dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama.

Sayangnya, banyak orang yang salah mengartikan ciri-ciri asam urat tinggi dan menyamakannya dengan rematik. Padahal, rematik adalah istilah yang menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

 

Penyebab & faktor risiko asam urat

Asam urat merupakan senyawa yang diproduksi tubuh untuk mengurai purin. Purin sendiri merupakan zat alami yang berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Nantinya, ketika sudah selesai digunakan, asam urat akan dibuang melalui urine. 

Namun terkadang tubuh dapat menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami gangguan sehingga mengeluarkan terlalu sedikit asam urat. Ketika kondisi ini terjadi, maka akan terjadi penumpukan asam urat yang membentuk kristal urat tajam seperti jarum di sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu tingginya kadar asam urat dalam darah seseorang seperti yang dilansir dari Halodoc yaitu:

  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap asam urat.

  • Baru saja mengalami cedera atau pembedahan.

  • Sering mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).

  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman dengan kadar gula tinggi.

  • Memiliki kondisi medis tertentu misalnya diabetes, gangguan sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.

 

Ciri asam urat tinggi

Agar Anda tidak salah mengenali ciri-ciri asam urat dan menyamakannya dengan rematik, di bawah ini adalah beberapa ciri asam urat tinggi yang perlu Anda waspadai dan perhatikan yang dilansir dari Detik Health.

1. Nyeri di area kaki

Ketika tubuh tidak bisa lagi memecah asam urat, maka akan terjadi penumpukan kristal asam urat yang terjadi pada bagian kaki, terutama di area jari, lutut, ataupun pergelangan. Meski begitu, penyakit ini cenderung menyerang area jempol sehingga memicu sakit luar biasa hingga kemerahan.

Nyeri Di Area Kaki Menjadi Salah Satu Ciri Asam Urat

Namun tidak menutup kemungkinan penderita asam urat bisa merasakan rasa sakit gabungan di bagian tertentu. Jika kondisi tersebut muncul, artinya penderita asam urat tersebut mengalami poliartikular, yaitu gejala asam urat yang menyerang lebih dari satu sendi sekaligus.

2. Rasa sakit yang semakin parah di malam hari

Ciri asam urat tinggi biasanya akan lebih terlihat dan menunjukkan gejala yang semakin hebat ketika malam hari, biasanya antara tengah malam hingga 8 pagi. Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, misalnya suhu tubuh yang menurun dan dehidrasi yang membuat asam urat menumpuk lebih mudah.

3. Mudah lelah dan kurang berenergi

Nyeri yang diakibatkan karena asam urat tinggi bisa menyebabkan penderita asam urat cepat lelah bahkan demam karena mudah terkena flu. Hal inilah yang sering membuat tubuh penderita asam urat jadi kurang berenergi. Namun kondisi ini sering terjadi ketika asam urat mencapai tingkat kronis.

4. Batu ginjal

Selain nyeri sendi, penderita  asam urat tinggi juga berpotensi menyebabkan penyakit batu ginjal dengan gejala khusus, seperti nyeri di punggung bagian bawah, demam, mual, muntah, urine berdarah, dan sakit perut.


Baca juga: Ini Dia Penyebab Gagal Ginjal & Cara Mengurangi Risikonya


5. Tumbuhnya benjolan abnormal

Benjolan yang muncul pada jaringan sendi tanpa alasan tertentu, atau sering disebut tophi. Umumnya, tophi dirasakan oleh penderita asam urat kronis karena penumpukan kristal yang fatal. Bila kondisi ini muncul, nyeri yang dirasakan akan lebih tajam dari sebelumnya.

6. Nyeri yang timbul hilang

Gejala asam urat juga terkadang tidak muncul secara konsisten. Kondisinya bisa berlangsung dalam hitungan jam, kemudian menghilang dalam beberapa hari hingga berminggu-minggu. Jika tidak segera diatasi, gejala ini akan muncul semakin intens dan memengaruhi kesehatan jangka panjang. 


Baca juga: Jangan Anggap Remeh Nyeri Sendi, Bisa Jadi Gejala Autoimun


Cara mengatasi asam urat tinggi

Ketika asam urat mulai tinggi dan membuat tubuh atau sendi sakit, ada beberapa cara mudah dan aman yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejalanya. Berikut adalah cara mudah dan aman dalam mengobati asam urat yang dilansir dari Halodoc.

1. Konsumsi obat untuk meredakan gejala asam urat

Untuk pertolongan pertama, Anda bisa coba mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Namun pastikan Anda telah menanyakan dan berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya untuk memastikan keamanannya.

2. Kompres air dingin

Ketika nyeri yang dirasakan tidak terlalu parah, Anda bisa menunda untuk mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid dan menggantinya dengan melakukan kompres dingin di bagian sendi. Hal ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit. Cobalah bungkus es dengan handuk tipis dan tempelkan ke sendi yang nyeri selama 20 menit. Hindari untuk mengoleskan es ke tangan atau kaki jika Anda memiliki masalah saraf akibat diabetes atau lainnya.

3. Istirahatkan sendi

Ketika asam urat kambuh, sebaiknya Anda mengistirahatkan sendi sampai rasa sakitnya mereda. Saat nyeri, Anda pasti tidak ingin sering menggerakan tubuh, bukan? Namun cobalah angkat sendi di atas bantal atau benda lunak lainnya untuk meringankan gejala tersebut.

4. Perbanyak konsumsi air putih

Ketika tubuh tidak memiliki kadar air yang cukup, maka kadar asam urat otomatis meningkat lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk menghidrasi tubuh dengan baik agar asam urat segera turun. Tubuh yang terhidrasi dengan cukup akan membuat peredaran darah tetap normal dan mampu mengeluarkan kadar asam urat berlebih secara efektif.

Perbanyak Minum Air Putih Untuk Mencegah Asam Urat Tinggi

5. Bijak memilih makanan dan minuman

Makanan dengan zat purin yang tinggi, seperti seafood, jeroan dan makanan berlemak, dapat meningkatkan asam urat dalam darah menjadi lebih banyak. Begitu juga minuman yang tinggi gula dan alkohol. Oleh sebab itu, pastikan Anda menghindari makanan dan minuman ini terlebih dahulu saat asam urat kambuh.

 

Cara mencegah asam urat tinggi

Ketika terjadi gejala asam urat, umumnya dokter akan memberikan resep kepada pengidapnya. Namun penggunaan obat tidak akan efektif dan bisa menimbulkan kembali gejalanya jika tidak dibarengi pola hidup sehat. Menurut Detik Health, ada beberapa cara mencegah asam urat tinggi yang bisa Anda lakukan.

1. Penuhi kebutuhan air mineral

Selain menjaga kesehatan ginjal, memenuhi kebutuhan air mineral juga membantu mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh. 

2. Menjaga berat badan tetap ideal

Agar terhindar dari asam urat tinggi, Anda bisa menjaga berat badan yang sehat melalui diet atau olahraga tertentu. Menurut penelitian, penurunan berat badan yang berlebihan secara bertahap adalah cara efektif untuk mengurangi risiko asam urat tinggi.

3. Hindari makanan pemicu asam urat

Ada beberapa makanan yang perlu Anda hindari agar tidak terkena asam urat tinggi, yaitu daging merah, makanan laut, jeroan, serta minuman dan makanan manis.

4. Hindari obat-obatan pemicu asam urat

Selain makanan, hindari juga meminum obat yang diyakini sebagai pemicu asam urat seperti obat diuretik hingga obat yang berhubungan dengan hiperurisemia.

5. Berolahraga

Olahraga secara teratur juga bisa cegah asam urat tinggi. Anda bisa mencoba beberapa olahraga yang membantu menghindari asam urat seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang.

 

Itulah beberapa penyebab, ciri, cara mengatasi, dan juga cara mencegah penyakit asam urat. Dengan mengetahui beberapa hal penting seperti di atas, maka Anda bisa lebih mudah menjaga diri agar terhindar dari kondisi asam urat yang tinggi. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, asam urat bisa menimbulkan berbagai komplikasi, mulai dari munculnya tofi atau kumpulan kristal yang menyebabkan benjolan pada tubuh, kerusakan sendi, hingga risiko terkena batu ginjal. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan pencegahan dan pengecekan kadar asam urat secara berkala sebelum terlambat.

Selain itu, untuk menghindari risiko finansial akibat berbagai penyakit yang disebabkan karena asam urat, pastikan juga mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam asuransi kesehatan dari AXA Mandiri. Anda bisa memilih berbagai manfaat asuransi kesehatan dari AXA Mandiri sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga. 

Untuk mengetahui jenis asuransi yang tepat dan sesuai kebutuhan, Anda bisa langsung kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri dengan mengunjungi Kantor Cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Indonesia terdekat atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber: 

  • https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-asam-urat
  • https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6426549/6-ciri-ciri-asam-urat-tinggi-dan-cara-mencegahnya
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-asam-urat
  • https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6140747/cara-menghindari-asam-urat-tinggi-cukup-rutin-lakukan-5-hal-ini