Asset Publisher

Asset Publisher

Kenali Gejala, Penyebab, dan Pantangan Pembengkakan Jantung!

Inspirasi

Kardiomegali merupakan kondisi jantung bengkak dalam istilah kedokteran. Sebagian besar orang mungkin masih belum akrab dengan kondisi tersebut. Padahal penyakit pembengkakan jantung ini merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena menyerang tiba-tiba. Pembengkakan jantung terjadi ketika ada pelonggaran pada otot jantung sehingga jantung Anda berukuran lebih besar dari ukuran normal. Jantung normal hanya seukuran kepalan tangan, pada gejala sakit jantung, bengkak terjadi peningkatan volume di bilik jantung dan juga penebalan terhadap otot jantung tersebut.

Pembengkakan jantung timbul sebagai bentuk respon terhadap kerusakan pada otot jantung. Ada dua jenis masalah dalam hal ini, yang pertama adalah jantung bengkak akibat melonggarnya otot jantung sehingga volume bilik jantung menjadi lebih besar atau disebut juga dengan kardiomiopati dilatasi. Sedangkan hal kedua yakni akibat penebalan pada otot jantung yang disebut sebagai kardiomiopati hipertrofi. Kardiomiopati dilatasi atau kondisi otot jantung menipis adalah jenis utama dari kardiomegali.

Terjadinya jantung bengkak dapat dipicu dari penyakit lain, misalnya tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang meningkat bisa membuat kinerja otot jantung menjadi lebih cepat, sehingga memicu pelemahan pada otot. Tekanan darah yang tinggi juga bisa membuat jantung memompa lebih cepat daripada seharusnya, hingga menimbulkan serangan jantung secara mendadak.

 

Apa itu pembengkakan jantung?

Dilansir dari Siloam Hospitals, jantung bengkak atau kardiomegali adalah pembengkakan jantung yang membuat ukurannya menjadi lebih besar dari ukuran jantung normal. Pembesaran jantung dapat disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan jantung memompa darah lebih keras dari biasanya sehingga merusak otot jantung, misalnya pada saat berolahraga berat dengan intensitas yang rutin. Meskipun tidak selalu disebabkan oleh penyakit, jantung bengkak juga bisa menjadi sebuah tanda dari kondisi klinis atau penyakit tertentu yang serius.

 

Gejala pembengkakan jantung

Pembengkakan jantung sebenarnya bisa terlebih dahulu diidentifikasi oleh diri sendiri. Tubuh akan memberikan respon otomatis jika jantung membesar dari biasanya. Berikut adalah beberapa gejala sakit jantung bengkak:

1. Terasa nyeri di bagian dada

Penderita akan mengalami rasa nyeri yang akan semakin menjalar dari bagian dada ke seluruh tubuh. Jika ini sudah terjadi sangat dibutuhkan bantuan medis.

2. Sesak nafas

Gejala ini biasanya terjadi di awal bagi penderita penyakit jantung bengkak. Bagi penderita penyakit jantung bisa sembuh dengan berbaring, akan tetapi hal tersebut tidak menolong saat jantung membengkak.

3. Bengkak pada beberapa bagian tubuh

Jika Anda mengalami pembengkakan jantung maka kaki akan membesar atau biasanya bagian tangan. Inilah yang menjadi salah satu gejala sakit jantung bengkak sebab aliran darah yang tidak lancar dan menumpuk di bagian tertentu.

4. Berat badan bertambah

Secara umum, pasien penyakit jantung akan mengalami penurunan berat badan. Namun penderita yang mengalami jantung membengkak justru mengalami kenaikan berat badan. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pembengkakan jantung tersebut.

Berat Badan Bertambah Merupakan Salah Satu Gejala Pembengkakan Jantung

5. Mudah lelah

Penderita jantung bengkak kerap kali mengalami kelelahan parah meskipun tidak sedang menjalani kegiatan fisik yang berat. Kondisi ini cenderung dipengaruhi kerja jantung yang tidak maksimal.

 

Penyebab pembengkakan jantung

Ada berbagai kondisi termasuk kelainan pada jantung ataupun di luar jantung yang dapat menyebabkan pembengkakan jantung. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa penyebab pembengkakan jantung:

  1. Kelainan jantung bawaan atau kongenital
  2. Kerusakan jantung akibat serangan jantung
  3. Penyakit otot jantung/kardiomiopati
  4. Penumpukan cairan pada kantung pembungkus jantung/efusi perikard
  5. Kelainan katup jantung
  6. Tekanan darah tinggi/hipertensi
  7. Peningkatan tekanan pada pembuluh darah yang menuju ke paru/ hipertensi pulmonal
  8. Anemia
  9. Penyakit kelenjar tiroid
  10. Latihan fisik intensitas tinggi dalam jangka panjang (“athletes” heart)
  11. Penumpukan lemak pada dinding luar jantung
  12. Gagal ginjal
  13. Penyakit paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  14. Gangguan irama jantung (aritmia)
  15. Penumpukan cairan di selaput pelindung jantung (efusi perikardium)
  16. Kelebihan zat besi dalam tubuh (hemokromatosis)
  17. Infeksi virus pada jantung
  18. Infeksi HIV
  19. Penyakit amiloidosis
  20. Kehamilan

Selain beberapa kondisi di atas, risiko pembengkakan jantung juga lebih tinggi pada seseorang dengan beberapa faktor di bawah ini.

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Kurang beraktivitas fisik dan berolahraga
  • Menderita kecanduan alkohol
  • Menyalahgunakan NAPZA
  • Pernah terkena serangan jantung
  • Memiliki keluarga dengan riwayat pembengkakan jantung

 

Pantangan jantung bengkak

Penderita jantung bengkak perlu menghindari beberapa hal agar tidak memperparah kondisi jantungnya. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa hal yang perlu dihindari oleh penderita jantung bengkak:

1. Mengonsumsi makanan tinggi garam

Bagi penderita jantung bengkak, Anda perlu menjalani diet rendah garam. Pasalnya, garam dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air sehingga tekanan darah pun meningkat dan memperparah pembengkakan pada jantung. Meski garam menjadi pantangan, Anda tetap dapat mengonsumsinya dalam jumlah terbatas yaitu kurang dari 5 gram atau kurang dari 1 sendok teh per harinya.

2. Makan makanan berlemak

Anda juga perlu menghindari makanan berlemak seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan olahan. Pasalnya, makanan berlemak dapat meningkatkan kadar kolesterol yang bisa merusak pembuluh darah dan memperburuk gangguan pada jantung.

3. Mengonsumsi banyak gula

Makanan mengandung banyak gula seperti teh manis, kue, dan permen juga perlu dihindari oleh penderita jantung bengkak. Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes yang akhirnya mengganggu kinerja jantung.

Selain gula, Anda juga perlu mengurangi asupan karbohidrat sederhana lain seperti sirup, tepung kastor, dan karamel. Sebaliknya, karbohidrat kompleks lebih dianjurkan untuk penderita jantung bengkak. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini dengan mengonsumsi kentang, oatmeal, singkong, dan roti gandum.

4. Merokok

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zat dan senyawa aktif dalam rokok serta asapnya, seperti nikotin dan karbon monoksida, dapat menurunkan fungsi jantung sehingga memperparah kondisi jantung bengkak.

5. Minum minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari oleh penderita jantung bengkak. Minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh yang akhirnya menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, sehingga berdampak buruk pada fungsi jantung.

6. Kurang tidur

Pantangan jantung bengkak yang tidak kalah penting dan sering dianggap sepele adalah kurang tidur. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Selain menjauhi pantangan yang sudah disebutkan di atas, penderita jantung bengkak juga perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah masalah pada jantungnya makin memburuk, seperti:

  • Berolahraga secara rutin
  • Memperbanyak asupan serat seperti buah dan sayur
  • Mencukupi asupan gizi seimbang
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi dan menjalani hobi

7. Stres berlebih

Stres yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan jantung. Ketika tubuh mengalami stres, hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dilepaskan ke dalam sistem peredaran darah. Pada jangka panjang, tingkat stres yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan denyut jantung, dan memperburuk kondisi jantung bengkak.

Selain menjauhi pantangan yang sudah disebutkan di atas, penderita jantung bengkak juga perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah masalah pada jantungnya makin memburuk, seperti:

  • Berolahraga secara rutin
  • Memperbanyak asupan serat seperti buah dan sayur
  • Mencukupi asupan gizi seimbang
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi dan menjalani hobi

 

Cara mencegah pembengkakan jantung

Pembengkakan jantung sebenarnya bisa dicegah, tentunya dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Nah, berikut langkah mudah yang bisa kita mulai dari sekarang untuk mencegah jantung bengkak:

1. Konsumsi makanan sehat

Makanan sangat berpengaruh bagi kesehatan jantung Anda. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran organik, serta dianjurkan mengurangi porsi makanan berlemak dan penuh garam yang terdapat dalam makanan cepat saji.

Konsumsi Makanan Sehat Untuk Cegah Jantung Bengkak

2. Olahraga teratur

Tubuh yang jarang melakukan aktivitas fisik mengeluarkan keringat berisiko untuk kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini sangat berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras hingga menyebabkan terjadinya pembengkakan pada jantung.

3. Hentikan kebiasaan merokok

Merokok sangat mengganggu kinerja jantung. Berbagai racun berbahaya dalam rokok dalam menghambat aliran darah di jantung dan menjadikannya bengkak. Perokok pasif pun memiliki risiko terkena jantung bengkak. Oleh karena itu sebaiknya hindari tempat banyak perokok aktif.

4. Periksa tekanan darah

Pemicu jantung membengkak yang paling banyak ditemui adalah tingginya tekanan darah. Maka dari itu, tidak ada salahnya bagi Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah berkala untuk mengetahui kondisi jantung.

 

Pengobatan pembengkakan jantung

Pembengkakan jantung akibat kehamilan atau infeksi biasanya dapat sembuh total dan jantung akan kembali ke ukuran normal. Sementara itu, jika pembengkakan jantung yang terjadi disebabkan penyakit lain biasanya bersifat permanen sehingga perlu terus diobati. Pengobatan pembengkakan jantung akan berfokus untuk mengatasi penyebab pembesaran jantung. Metode pengobatannya mencakup pemberian obat atau operasi, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.

Dilansir dari Alodokter, untuk mengatasi pembengkakan jantung yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi atau gagal jantung, dokter biasanya akan memberikan beberapa obat-obatan seperti:

  1. Obat penurun tekanan darah golongan ACE inhibitors seperti captopril; atau obat ARB, seperti candesartan
  2. Obat penghambat beta (beta blockers) seperti bisoprolol, untuk mengontrol tekanan darah dan meningkatkan fungsi pompa jantung
  3. Obat diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh agar tekanan darah menurun dan pembengkakan berkurang

Sedangkan untuk mengatasi penyebab kardiomegali yang diakibatkan oleh irama jantung, dokter biasanya akan meresepkan obat pengontrol denyut jantung, seperti digoxin. Namun jika penderita pembengkakan jantung berisiko menderita stroke atau serangan jantung, dokter dapat memberikan obat pengencer darah.

Jika obat-obatan tidak cukup ampuh dalam mengatasi penyebab pembengkakan jantung, dokter dapat melakukan operasi. Dilansir dari sumber yang sama, ada beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan untuk menangani pembengkakan jantung adalah:

  • Pemasangan alat pacu jantung atau implantable cardioverter-defibrillator (ICD) untuk memantau dan mengendalikan irama jantung
  • Operasi bypass jantung untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah jantung pada kardiomegali yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner
  • Operasi katup jantung untuk mengganti katup yang bermasalah
  • Transplantasi atau pencangkokan jantung sebagai pilihan terakhir jika berbagai prosedur medis lain tidak dapat menangani kardiomegali

Peluang keberhasilan pengobatan pembengkakan jantung akan lebih besar jika didukung dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Selain menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya masalah pembengkakan jantung, Anda juga perlu mencegah terjadinya risiko keuangan akibat masalah pembengkakan jantung.

Pastikan juga untuk melindungi diri Anda dan keluarga dengan Asuransi Mandiri Proteksi Jantung dari AXA Mandiri agar Anda tidak perlu lagi khawatir dengan risiko keuangan yang dapat timbul jika terjadi sakit jantung di kemudian hari. Anda dan keluarga akan mendapatkan manfaat penggantian biaya rawat inap dengan metode cashless atau reimbursement yang bisa digunakan untuk biaya kamar, tindakan bedah, aneka perawatan rumah sakit, biaya kunjungan dokter umum dan dokter spesialis jantung, biaya perawatan sebelum dan sesudah rawat inap, serta biaya akomodasi pendamping. Selain itu, Anda dan keluarga juga akan mendapatkan manfaat santunan tunai harian dan manfaat santunan meninggal dunia.

Untuk mendaftarkan diri Anda ke dalam Asuransi Mandiri Proteksi Jantung, silakan langsung kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.emc.id/id/care-plus/kenali-penyebab-pembengkakan-jantung-dan-tindakan-penanganan-yang-tepat
  • https://www.alodokter.com/6-pantangan-jantung-bengkak-yang-perlu-diketahui
  • https://www.alodokter.com/kardiomegali
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/ini-gejala-jantung-bengkak-yang-harus-anda-waspadai
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pantangan-jantung-bengkak#mcetoc_1h2frhr5ju3s