Waspada Hepatitis Akut dan Siap Hadapi dengan Manfaat Asuransi
Penyakit hepatitis akut menjadi salah satu masalah kesehatan yang mengancam dunia saat ini. Kasus penyakit hepatitis akut pertama kali dilaporkan di Inggris Raya pada tanggal 5 April 2022. Bahkan World Health Organization (WHO) menetapkan kasus hepatitis akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah mendapatkan laporan penyakit ini menjangkiti 169 anak di 12 negara pada 23 April 2022, seperti dilansir Katadata.
Penyakit hepatitis akut pun telah ditemukan di Indonesia dan mengakibatkan tiga anak meninggal dunia pada April 2022 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Kemenkes menetapkan ketiganya terjangkit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, seperti disebutkan Kompas.com.
Berdasarkan data infeksiemerging.kemkes.go.id, virus hepatitis akut lebih banyak menyerang anak-anak usia 1 bulan hingga 16 tahun. Secara umum, gejala awal penyakit ini adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Kemudian gejala akan semakin berat dengan kencing berwarna pekat mirip teh dan BAB berwarna putih pucat. Apabila anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.
Hepatitis akut adalah peradangan hati yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 6 bulan. Hepatitis akut bisa terjadi karena berbagai penyebab, salah satu pemicunya adalah infeksi virus. Jenis hepatitis ini bisa menimpa bayi yang baru lahir hingga kalangan lanjut usia. Secara umum, hepatitis akut tidak memerlukan penanganan khusus dan pasien dapat sembuh sendiri.
Dilansir dari Primaya Hospital, penyakit hepatitis yang terjadi secara mendadak dan parah pada anak yang sebelumnya sehat sangat jarang dijumpai. Namun pada 2022 lalu, kasus hepatitis ini banyak dilaporkan terjadi di Indonesia.
Menurut WHO, kasus hepatitis pada anak ini banyak ditemukan karena terjadinya infeksi adenovirus, salah satu kelompok virus yang umum dan sering menyebabkan gejala seperti flu, serta menyebabkan gangguan pernapasan, muntah, dan diare. Secara umum, infeksi ini memiliki durasi terbatas dan tidak memicu komplikasi serius. Namun, infeksi adenovirus yang parah bisa menyebabkan hepatitis pada orang dengan gangguan imunitas, terutama jika terjadi pada anak-anak. Meski begitu, tidak semua kasus hepatitis akut tersebut positif adenovirus.
Dilansir dari Ciputra Hospitals, hingga saat ini penyelidikan terkait hepatitis akut pada anak masih terus berlangsung, terutama pengujian laboratorium untuk infeksi lain, bahan kimia, dan racun yang mungkin menjadi salah satu penyebab hepatitis akut. Sebagian kecil kasus juga memiliki konveksi dengan SARS-CoV-2 tetapi peran virus ini dalam patofisiologi masih tidak jelas.
Menurut informasi, penyakit ini tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19. Berdasarkan hal ini, kasus hepatitis akut yang menyerang anak usia 1 bulan sampai 16 tahun belum ditemukan faktor risiko tertentu.
Hepatitis adalah peradangan hati yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti infeksi virus, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, penggunaan obat tertentu, hingga gangguan autoimun. Berikut beberapa penyebab hepatitis akut yang dilansir dari Medcom.
Ada berbagai jenis hepatitis akibat infeksi virus yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, hepatitis A merupakan jenis penyakit hepatitis yang paling umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus atau kurang higienis.
Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan menyebar melalui aliran darah dan menuju organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hepatitis pada anak juga dapat diketahui disebabkan oleh cytomegalovirus, enterovirus, virus herpes simplex, dan rubella.
Selain disebabkan oleh virus, hepatitis akut juga bisa terjadi karena kondisi medis tertentu, salah satunya adalah penyakit autoimun. Pada anak yang menderita penyakit autoimun, sistem pertahanan tubuhnya menganggap bahwa organ hati adalah ancaman sehingga sel-sel sehat pada organ tersebut perlu diserang.
Tidak hanya infeksi virus dan penyakit, penggunaan obat tertentu tanpa pengawasan dokter juga diketahui dapat menyebabkan hepatitis pada anak. Selain beberapa penyebab hepatitis akut, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan hepatitis. Dilansir dari Biofarma, berikut beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko penularan hepatitis akut.
Gejala hepatitis akut sangat bervariasi, umumnya orang yang terkena infeksi hepatitis akut akan mengalami gejala mirip flu seperti demam, kelelahan, mual dan muntah, serta sakit kepala. Dilansir dari beberapa sumber, berikut gejala umum hepatitis akut yang mungkin dialami penderitanya.
Adapun dalam sebagian besar kasus yang diteliti, gejala yang paling banyak dilaporkan terkait dengan pencernaan. Khususnya nyeri perut, diare, dan muntah-muntah. Pasien juga mengalami perubahan warna kulit dan putih mata menjadi tampak kekuningan. Kebanyakan pasien tidak mengalami demam sama sekali. Selain itu, enzim lever para pasien meningkat di atas kadar normal yang menjadi tanda adanya peradangan atau kerusakan hati.
Dengan beberapa informasi terkait gejala hepatitis akut diatas, diharapkan para orang tua dapat mengetahui dan melakukan tindakan preventif dengan melakukan pemeriksaan lebih awal ke fasilitas kesehatan agar segera mendapatkan diagnosis awal dan penanganan yang cepat dan tepat.
Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dengan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab penyakit hepatitis akut. Namun, untuk mencegah risiko infeksi, tindakan pencegahan tetap bisa dilakukan. Dilansir dari kemkes.go.id, berikut lima upaya pencegahan Hepatitis Akut yang bisa Anda lakukan:
Salah satu faktor risiko yang bisa menularkan penyakit hepatitis akut adalah tidak menjaga kebersihan dengan baik. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker ketika sakit, menjaga jarak dengan kerumunan, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.
Penyakit hepatitis akut juga bisa disebabkan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini, Anda harus memastikan seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi harus diproses dengan bersih dan matang.
Hepatitis akut biasanya menyebabkan gejala seperti flu. Oleh karena itu, untuk mencegah penularan virus ini, Anda bisa menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Pastikan untuk selalu mencuci tangan dan menggunakan masker jika terpaksa melakukan kontak.
Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah hepatitis akut adalah dengan mengurangi mobilitas jika tidak terlalu dibutuhkan. Ajaklah anak-anak beraktivitas di rumah dan sesekali keluar rumah untuk berolahraga.
Hepatitis bisa menular dari makanan atau minuman yang terkontaminasi. Oleh karena itu, hindari untuk menggunakan alat makan orang lain secara bergantian. Karena ada risiko penularan virus hepatitis dari alat makan yang digunakan oleh orang yang terserang penyakit tersebut.
Selain dengan kelima langkah di atas, pemberian vaksin hepatitis tetap penting untuk mengurangi risiko penularan.
Pasalnya, vaksin hepatitis adalah cara pencegahan yang paling efektif untuk menekan jumlah kasus hepatitis. Mengingat ketika vaksin hepatitis diberikan pada orang yang berisiko terinfeksi, tubuh akan dirangsang untuk membuat antibodi. Antibodi ini nantinya berperan dalam melawan virus hepatitis bila sewaktu-waktu masuk ke dalam tubuh, seperti dilansir Hellosehat.
Hepatitis akut bukan penyakit yang dapat diabaikan begitu saja. Diperlukan cara pencegahan yang tepat agar penyakit ini tidak menulari kita semua. Sejatinya, mempraktikkan kiat-kiat pencegahan di atas sudah cukup. Namun, agar hidup lebih tenang, sebaiknya tetap lindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan untuk melindungi dari berbagai risiko finansial akibat terkena penyakit hepatitis.
Memiliki polis asuransi penting untuk menghadapi berbagai risiko buruk yang mungkin saja terjadi. Dalam konteks gangguan kesehatan atau penyakit yang bisa menyebabkan kita sakit parah bahkan meninggal dunia, manfaat asuransi dapat meringankan beban finansial. Baik itu untuk penggantian biaya obat-obatan dan penggantian biaya rawat inap, maupun manfaat uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia.
Namun, tidak sebatas meringankan beban finansial, manfaat asuransi juga berhubungan dengan aspek psikologis saat harus menghadapi ancaman penyakit. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut manfaat asuransi berdasarkan tipe asuransi untuk kehidupan Anda.
Hasil penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Development Economics via CNBC Indonesia, memiliki asuransi jiwa dapat menenangkan pikiran seseorang dan mengurangi rasa stres. Hal ini disebabkan asuransi dapat memberikan manfaat yang bisa menguntungkan dari segi kesehatan pikiran. Saat Anda memiliki polis asuransi jiwa, proteksinya akan mengurangi rasa cemas atas kemungkinan terburuk yang bisa terjadi karena Anda meninggal dunia.
Di samping meringankan beban pikiran, manfaat asuransi jiwa juga berkaitan dengan jaminan hidup. Artinya, saat Anda membeli produk asuransi jiwa, Anda bisa memastikan manfaat asuransi yang didapatkan, mulai dari manfaat meninggal, manfaat kecelakaan, manfaat penyakit kritis, hingga manfaat rawat inap. Melalui manfaat-manfaat tersebut, hidup jadi lebih terjamin lantaran Anda mampu memproteksi diri dari risiko-risiko kehidupan. Tidak terkecuali dari risiko sakit akibat hepatitis akut yang bisa menimbulkan kemungkinan terburuk.
Tidak jauh berbeda dengan asuransi jiwa, asuransi kesehatan juga bisa memberikan manfaat berupa ketenangan pikiran. Hal ini disebabkan Anda tidak perlu lagi mencemaskan biaya rawat inap, rawat jalan, hingga obat-obatan apabila membutuhkan perawatan di rumah sakit karena semua dapat ditanggung perusahaan asuransi sesuai dengan manfaat yang tertera dalam polis.
Selain itu, manfaat asuransi kesehatan juga terkait perlindungan atas beragam penyakit. Seperti kita tahu, saat ini sudah banyak penyakit yang dapat di-cover oleh asuransi. Hal ini merupakan kabar baik bagi kita semua karena setiap orang memiliki risiko penyakit yang berbeda-beda.
Baca juga: 6 Manfaat Memiliki Asuransi Kesehatan Agar Keluarga Sehat dan Bahagia
Beberapa perusahaan asuransi, salah satunya AXA Mandiri menawarkan produk asuransi kesehatan yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit-penyakit tropis, yaitu Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis. Bagi Anda yang mungkin belum tahu, Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis adalah produk asuransi dari AXA Mandiri yang memberikan perlindungan dari risiko penyakit yang sering terjadi di negara-negara tropis, misalnya demam berdarah, malaria, tifus, campak, chikungunya, zika, hepatitis A yang dapat diderita lebih dari satu kali dalam masa hidup seseorang.
Konsultasikan perencanaan finansial Anda dengan memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber: