Artikel Inspirasi
28 September 2022
Share This Article :
Daging kambing adalah salah satu menu olahan populer di Indonesia. Salah satu bentuk olahan yang paling populer dari hewan berkaki empat tersebut adalah sate dan sup. Deretan warung sate dan sup kambing pun bertebaran di sepanjang jalan. Kepopuleran daging kambing sebagai santapan beriringan dengan mitos-mitos yang menyertainya, salah satunya adalah daging kambing bisa meningkatkan libido seseorang.
Salah satu senyawa yang mempengaruhi libido adalah zat besi. Namun banyak ahli dan penelitian ilmiah yang membantah daging kambing bisa meningkatkan libido karena kadar zat besinya masih lebih rendah dibandingkan tiram. Merujuk kepada "Journal of the Fisheries Research Board of Canada", dalam 100 gram tiram terdapat 6 mg zat besi. Di sisi lain kandungan zat besi daging kambing lebih rendah dibandingkan tiram dan daging sapi. Menurut United States Department of Agriculture (USDA) dalam 100 gram daging kambing mengandung 1 miligram zat besi. Sedangkan daging sapi mengandung 2,8 mg zat besi.
Meski kandungan lemak, protein dan zat besi dari daging kambing lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi, bukan berarti kita bisa menikmati kelezatan daging kambing secara berlebihan. Selain membatasi jumlah konsumsi, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara mengolahnya.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyantap daging kambing:
Konsumsi terlalu banyak daging justru bisa menimbulkan masalah. Mengutip dari hellosehat.com, porsi konsumsi daging kambing sebaiknya tidak lebih dari 50-70 gram/hari atau 350–500 gram/minggu.
Agar seimbang, jangan lupa melengkapi santapan Anda dengan sayur dan buah seperti apel, oatmeal, jeruk, dan wortel. Kandungan serat dari sayur serta buah tersebut mampu membantu tubuh mengikat kolesterol di usus halus. Dengan cara itu Anda bisa menurunkan kadar kolesterol yang tinggi akibat asupan lemak jenuh.
Hindari memasak daging kambing dengan cara digoreng karena menggoreng bisa tingkatkan kadar lemak pada daging. Sebagai gantinya, olah daging kambing dengan cara dibakar, dipanggang, disatai, atau dibuat sup. Janga lupa juga untuk menghindari penggunaan santan dan garam yang berlebihan. Pastikan juga untuk membuang lemak pada daging sebelum mengolahnya.
Itulah beberapa fakta dan tips untuk menikmati kelezatan daging kambing. Nah, agar lebih jelas mana fakta dan mana mitos kesehatan lainnya, telusuri informasinya dan pastikan Anda sudah memiliki Teman Sejati, yaitu Emma yang akan mendampingi dan memberikan solusi perlindungan terutama kesehatan. Kunjungi website AXA Mandiri untuk mendapatkan informasi solusi perlindungan lainnya, atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri di kantor cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Indonesia atau contact center AXA Mandiri 1500803.
Sumber: Halodoc, CNN Indonesia, Hellosehat, Kompas
Untuk mengetahui kebenaran dari pernyataan “air dingin bisa membuat badan gemuk dan perut buncit”, yuk cek mitos dan faktanya sebagai berikut.
Pernahkah Anda mendengar nasihat orangtua bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik? Nah, jangan langsung percaya sebelum Anda baca mitos dan fakta berikut ini ya!
Banyak ibu hamil percaya minum air kelapa akan membuat anaknya terlahir putih dan bersih. Tapi apakah benar mengonsumsi air kelapa saat hamil bisa membuat bayinya terlahir dengan kulit putih dan bersih?
Vitamin C punya banyak manfaat bagi tubuh. Namun banyak orang yang beranggapan bahwa kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sariawan. Apakah anggapan ini benar atau hanya mitos belaka?
'Belum 5 menit!', lap sana-sini atau ditiup kemudian dimakan. Sebagian besar dari kita pastinya pernah melakukannya ketika makanan yang kita sedang makan dengan nikmatnya terjatuh.
Peringatan seperti “Jangan berpergian ketika hujan karena nanti masuk angin!” atau “Selalu minum yang hangat-hangat agar tidak masuk angin!” menjadi tidak asing di telinga kita ketika musim hujan datang.