Aset Penerbit

Aset Penerbit

null Mau Tetap Diet Saat Puasa? Ini Manfaat & Tips Menjalankannya!
Inspirasi Ramadan

Banyak orang merasa khawatir mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan ketika berpuasa. Padahal, salah satu manfaat berpuasa adalah menurunkan berat badan tubuh secara sehat. Kenaikan berat badan ketika berpuasa sering terjadi ketika Anda kurang memerhatikan asupan makanan selama puasa. Agar Anda bisa tetap diet saat puasa dan terhindar dari risiko kenaikan berat badan, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan selama menjalankan puasa.

 

Manfaat puasa bagi orang yang diet

Puasa terbukti dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan, salah satunya menurunkan berat badan. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat baik, terutama bagi Anda yang sedang menjalani diet. Bukan hanya bisa menurunkan berat badan, puasa juga bisa membantu diet Anda berjalan dengan optimal, apalagi jika dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa manfaat puasa bagi orang yang sedang diet.

1. Menurunkan asupan kalori

Puasa membatasi makan selama periode waktu tertentu yaitu kurang lebih 14 jam. Dengan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalori, jumlah kalori yang dikonsumsi selama periode waktu tertentu dapat berkurang secara signifikan. Secara teori, menjauhkan diri dari makanan dan minuman tertentu akan menurunkan asupan kalori secara keseluruhan yang dapat menyebabkan peningkatan penurunan berat badan seiring waktu.

2. Meningkatkan metabolisme

Selama puasa, tubuh tidak lagi memproses makanan yang Anda makan namun memproses lemak sebagai sumber energi. Hal ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang dapat membantu membakar lemak dan mengurangi berat badan.

Selain itu, puasa sepanjang hari juga dapat mengurangi berat badan hingga 9% dan secara signifikan menurunkan lemak tubuh selama 12-24 minggu. Beberapa pendapat lain juga menemukan bahwa puasa lebih efektif dalam mendorong penurunan berat badan dibandingkan dengan pembatasan kalori terus menerus.

3. Mengurangi nafsu makan

Ketika berpuasa, tubuh akan mengalami penurunan kadar insulin yang dapat membantu mengurangi nafsu makan. Hal ini dapat membuat Anda lebih mudah untuk menghindari makanan yang tidak sehat dan memilih makanan yang lebih sehat.

4. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Ketika berpuasa, kadar insulin akan menurun sehingga dapat memberikan dampak positif untuk seseorang yang berisiko tinggi mengalami diabetes. Namun jika Anda saat ini rutin mengonsumsi obat diabetes, maka pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum diet puasa.

5. Meningkatkan kontrol gula darah

Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kontrol gula darah yang sangat berguna bagi penderita diabetes. Faktanya, satu penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa puasa secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah.

Penurunan resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan memungkinkannya mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel dengan lebih efisien. Ditambah dengan potensi efek penurunan gula darah dari puasa yang membantu menjaga gula darah tetap stabil, berpuasa akan mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah.

6. Menurunkan tekanan darah

Berdasarkan penelitian, diet selama puasa yang menggunakan metode 8/16, yaitu makan normal selama 8 jam per hari dan 16 jam berpuasa di waktu berikutnya, mampu menurunkan tekanan darah sistolik. Tekanan darah sistolik adalah angka yang menunjukkan kekuatan jantung terhadap dinding arteri setiap kali berdetak. Bahkan, penurunan tekanan darah sistolik saat berpuasa lebih besar daripada diet lain yang tidak ada pengaturan waktu makan. Jika tekanan darah lebih terkontrol, maka risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi akan lebih kecil.

Manfaat Diet Saat Puasa

7. Meningkatkan kesehatan jantung

Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia. Mengubah pola makan dan gaya hidup adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung, salah satunya dengan berpuasa.

Selain dapat menurunkan tekanan darah, puasa juga bisa mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah. Jika kadar kolesterol baik yang lebih tinggi, jantung pun akan lebih sehat sehingga bisa terhindar dari penyakit stroke dan gangguan jantung.

8. Mengurangi risiko kanker

Kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang cepat, abnormal, dan tidak terkendali. Puasa terbukti bermanfaat untuk metabolisme tubuh, termasuk menurunkan risiko terkena kanker. Bahkan puasa juga dipercaya bisa mengurangi berbagai efek samping pada pasien yang telah menjalani kemoterapi.

Namun perlu diingat bahwa manfaat puasa bagi orang yang berdiet tidak bisa Anda dapatkan tanpa menerapkan pola makan yang benar. Pastikan untuk hindari makan berlebih ketika berbuka dan sahur, juga pilihlah makanan yang sehat dan bergizi. Dengan begitu, puasa Anda bisa tetap lancar dan manfaat puasa pun bisa Anda dapatkan dengan maksimal.

 

Tips melakukan diet saat puasa agar tetap bisa beraktivitas normal

Diet saat puasa perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar berat badan bisa turun secara sehat. Diet saat puasa bukan hanya sekedar mengurangi makanan namun juga memerhatikan kebiasaan makan, jenis makanan yang padat nutrisi, dan aktivitas fisik yang dilakukan.

Dalam menjalankan diet saat puasa, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Jika Anda makan sembarangan dan berlebih saat sahur dan berbuka, maka bukan tidak mungkin berat badan justru bertambah meski Anda rutin berpuasa. Oleh karena itu, Anda perlu memahami beberapa tips khusus agar diet saat puasa bisa sukses. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan ketika Anda ingin melakukan diet saat puasa.

1. Hindari makanan berminyak saat berbuka

Gorengan sering menjadi makanan yang tidak pernah ketinggalan saat berbuka puasa. Konsumsi gorengan seperti tahu goreng, risol, bakwan, atau tempe goreng, memang bisa memberikan kenikmatan saat berbuka puasa, sayangnya makanan berminyak ini mengandung tinggi kalori dan lemak trans yang justru bisa menambah berat badan. Tidak hanya itu, menurut berbagai penelitian, orang yang sering mengonsumsi gorengan juga lebih berisiko terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas.

2. Pilih makanan tinggi protein dan serat

Daripada mengonsumsi makanan berminyak, lebih baik pilihlah makanan yang tinggi protein dan serat, baik saat berbuka puasa maupun sahur.  Makanan dengan kandungan serat dan protein tinggi akan diserap dan dicerna tubuh dalam waktu yang lebih lama sehingga Anda tidak akan mudah lapar dan bisa tahan berpuasa sepanjang hari.

Makanan yang tinggi serat dan protein juga membantu menekan nafsu makan sehingga ketika waktu berbuka puasa tiba, Anda tidak akan makan secara berlebih dan berat badan pun bisa lebih terkontrol. Beberapa makanan tinggi serat dan protein yang bisa Anda konsumsi adalah dada ayam, daging sapi tanpa lemak, ikan kembung, sarden, putih telur, kacang-kacangan.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan seperti kurma, apel, pisang, jeruk, mangga, jambu, atau stroberi. Juga lengkapi dengan sayuran berdaun hijau, brokoli, kol, serta sayuran berwarna cerah seperti wortel, terong, dan lobak.

3. Batasi makanan dan minuman manis

Ketika berbuka puasa, Anda membutuhkan asupan gula untuk mengembalikan energi. Hal ini karena berpuasa selama belasan jam dapat membuat kadar gula darah dalam tubuh menurun, sehingga Anda perlu mengembalikannya dengan makan-makanan atau minuman yang manis.

Tips Menjalankan Diet Saat Puasa

Namun perlu diingat juga untuk selalu membatasi asupan gula yang dikonsumsi. Terlalu banyak makanan atau minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh yang nantinya dapat menaikkan berat badan.  Jadi pilihlah makanan berkarbohidrat kompleks untuk menambah energi setelah berpuasa, seperti buah, sayur, dan nasi merah.

4. Jangan melewatkan sahur

Menjalankan diet saat puasa bukan berarti harus mengurangi makan hingga melewatkan sahur. Makan saat sahur justru dianjurkan dalam perencanaan diet yang sehat. Hal yang perlu diperhatikan adalah apa yang perlu dimakan saat sahur dan apa yang perlu dihindari.

Saat sahur, disarankan untuk membatasi asupan garam atau makanan yang asin karena bisa meningkatkan rasa harus saat puasa. Lebih baik konsumsi makanan yang padat nutrisi untuk menambah energi seperti nasi merah, roti gandum utuh, oatmeal, ayam, buah, sayur, atau produk susu rendah lemak. Dengan konsumsi makanan yang tepat saat sahur, Anda pun bisa lebih kuat dan berenergi saat menjalani puasa.

5. Hindari makan secara berlebihan

Saat berbuka puasa, mungkin Anda sering tergiur untuk langsung makan banyak sekaligus. Padahal kebiasaan ini justru tidak baik karena bisa menimbulkan rasa begah di perut. Agar bisa menjalani diet yang sehat saat berpuasa, cobalah mulai berbuka dengan makan tiga buah kurma, buah-buahan lain, minum air, lalu berhenti sejenak menjalankan ibadah solat.

Gula alami dari buah akan membuat tubuh menyadari bahwa Anda telah makan sehingga tidak merasa kelaparan dan kecil kemungkinannya untuk makan berlebih. Setelah selesai ibadah solat, maka Anda bisa mulai makanan berat, namun pastikan asupan makanan yang dipilih adalah makanan yang bergizi yang terdiri dari karbohidrat, protein tanpa lemak, dan serat dari sayuran.

6. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Tips diet saat puasa yang juga tidak boleh terlewatkan adalah mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Idealnya, minumlah sekitar 10 gelas cairan saat buka puasa dan sahur. Kebutuhan cairan ini tidak hanya dari air putih, namun juga bisa dipenuhi dari makanan yang tinggi air seperti sup, semangka, mentimun, atau tomat.

Saat puasa sebaiknya batasi minuman berkafein seperti kopi dan teh. Konsumsi kafein justru bisa menyebabkan dehidrasi. Selain itu, hindari juga minuman bersoda karena akan menambah asupan kalori dan menyebabkan berat badan bertambah.

7. Tetap berolahraga secara rutin

Puasa bukan berarti harus  bermalas-malasan dan tidak berolahraga. Agar diet saat puasa bisa sukses, Anda juga perlu mengimbanginya dengan aktivitas fisik yang rutin. Misalnya olahraga ringan dengan jalan kaki atau lari di pagi hari. Bila dirasa tidak sanggup, olahraga di malam hari juga bisa menjadi pilihan.

8. Tidur cukup

Jika ingin menurunkan berat badan saat puasa, Anda juga perlu mencukupi waktu tidur yang diperlukan tubuh. Kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme sehingga tubuh tidak bisa membakar timbunan lemak secara efektif. Kurang tidur juga bisa meningkatkan kadar hormon ghrelin yang menyebabkan nafsu makan bertambah sehingga menyebabkan Anda jadi kalap dan makan terlalu banyak saat berbuka.

Selain melakukan diet saat puasa untuk menjaga tubuh tetap sehat dan mendapatkan manfaat puasa yang optimal, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk mendaftarkan diri ke dalam asuransi untuk melindungi risiko keuangan yang diakibatkan dari risiko penyakit yang mungkin terjadi saat puasa. Salah satu produk asuransi yang bisa jadi pertimbangan Anda adalah Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah dari AXA Mandiri. Dengan Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah, Anda bisa mendapatkan manfaat santunan harian atas perawatan rumah sakit dengan masa pembayaran kontribusi 4 tahun dan masa asuransi 8 tahun.

Untuk mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Proteksi Kesehatan Syariah atau asuransi kesehatan syariah lainnya dari AXA Mandiri, silakan langsung kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri dengan mengunjungi Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia terdekat atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.alodokter.com/8-tips-diet-saat-puasa-agar-berat-badan-turun
  • https://www.halodoc.com/artikel/biar-berhasil-ini-cara-diet-saat-puasa
  • https://wolipop.detik.com/health-and-diet/d-6634386/8-manfaat-puasa-untuk-diet-dan-kesehatan-bisakah-turunkan-berat-badan 
  • https://www.alodokter.com/7-manfaat-diet-puasa-bagi-kesehatan